
Ditempat lain duduk seorang pria kira kira usia setengah abad menghadap pria tua lainnya yang didepannya lengkap dengan peralatan ritual ala dukun.
Tiba tiba laki laki yang sedang melakukan ritual terlempar keras menabrak dinding dibelakangnya.
"akh...bruk....!!"
suara yang sangat keras saat laki laki tua itu menghantam dinding yang dibarengi teriakan dan darah tersembur keluar dari mulutnya.
"Akh...uhuk...uhuk..,maaf saya tidak sanggup, seseorang dengan kekuatan sangat besar barusan menghancurkan serangan saya"
kata si dukun sambil terbatuk batuk sambil memegang dadanya menahan sakit.
"Silahkan bapak mencari orang pintar yang lain nya, saya menyerah saya tidak sanggup"
kata dukun itu lagi sambil berjalan masuk meninggalkan laki laki yang satunya.
Ditempat lain
Karena lelah setelah mengusir kekuatan jahat yang menyerang rumahnya, wati langsung tertidur dikamar eyang putri.
Paginya wati memeriksa kondisi eyang,
"Eyang gimana badan eyang hari ini sudah baikan apa masih kedinginan ?"
tanya wati sambil menghampiri eyangnya.
"Eyang wes sehat, wes ra kademen meneh, ra sah khawatir yo ndok" (eyang sudah sehat, sudah tidak kedinginan lagi, tidak usah khawatir yo nak)
kata eyang membuatku lebih lega.
"Ya sudah eyang sekarang eyang istiraht di kamar ini, kamar yang itu biar wati yang tidur disitu"
"Sekarang wati berangkat kerja dulu ya eyang"
__ADS_1
kataku lalu berpamitan dan mencium pipi eyang.
Sebelum pergi aku juga berpesan pada bik inah agar tidak ada yang tahu kalau eyang pindah kekamar ku.
Dan tanpa banyak bertanya langsung di iyakan oleh bik inah.
Dalam perjalanan di dalam mobil.
"Pak antok, sebelum saya bekerja disini, apa ada orang lain yang bekerja pada posisi jabatan saya saat ini ?"
tanya ku menyelidik.
"Ada mbak sudah beberapa kali ganti orang"
jawab pak antok polos.
"Bearti sudah banyak orang berganti pada jabatan saya ini ya pak ?"
tanya ku lagi penasaran.
jawab pak antok panjang lebar menceritakan semua nya.
"Wah kok horor ya pak, kira kira pak antok tau gak apa sebabnya ?"
tanyaku mulai memancing menggali informasi lewat pak antok.
"Wah saya tidak tahu jelasnya mbak, garis besarnya mereka semua dibuat tidak betah, begitulah mbak".
kata pak antok.
Tidak lama kami sampai, dan aku langsung menuju ruangan kerjaku.
Saat aku duduk di bangku kulihat ada sebuah surat tanpa nama aku tergeletak diatas meja kerjaku.
__ADS_1
Lebih dulu ku perhatikan, tidak ada inisial pengirim nya, lalu ku buka...
"Hai apa kabar...
5 tahun tidak bertemu, aku tunggu di ***** **** resto, waktu jam istirahat kantor
Dari seseorang yang merindukanmu"
"deg...deg..deg.."
jantungku langsung berdebar, keringat membasahi telapak tangan ku.
"Siapa...siapa..,apakah salah satu dari mereka sudah tahu aku kembali ke kota ini"
batinku mulai galau.
Semua kenangan masa masa sekolah kembali terlintas di benak ku.
Aku segera mengalihkan semua perhatianku pada pekerjaan.
Tak lama akhirnya waktu istirahat kerja, seorang OB datang menghampiri dan memberikan aku sebuah memo.
"Maaf bu ini ada pesan untuk ibu"
katanya sambil memberikan selembar kertas memo.
"Dari siapa ya mas ?"
tanyaku sambil menerimanya.
"Saya tidak tahu bu, tadi pegawai yang menitipkan itu juga bilang tidak tahu, hanya disuruh menyampaikan agar diberikan pada ibu"
kata OB itu menjelaskan.
__ADS_1
"Oh ya ok, terima kasih ya mas"
*Gaes jangan bosen ikuti baca terus karyaku dan jangan bosen untuk vote dan like nya ya*