
Hari ini pagi pagi sekali sebuah mobil truk dipenuhi dengan perabot dan furniture rumah melaju menuju komplek perumahan condong catur.
Wati dan eyang diantar oleh andre yang sebelumnya mereka sudah lebih dulu berpamitan pada bik inah dan pak antok yang merupakan pelayan dan sopir wati dirumah dinasnya.
Setelah mobil truk sampai lebih dulu dirumah lama eyang, tak lama kemudian kami pun sampai.
Semua prabot dan furniture pun segera diturunkan dan langsung ditata sesuai arahan wati dan andre.
Selama lebih kurang 2 jam akhirnya semua sudah tertata baik di dalam rumah.
"Wat kamu ada rencana cari orang gak ?,untuk bantu sekaligus jaga eyang selama kamu bekerja nanti nya"
tanya andre.
"Iya sudah tentu, karena eyang kan sudah semakin sepuh, jadi gak mungkin mengerjakan pekerjaan rumah sendiri"
sahut wati
"Tapi aku belum tahu akan cari orang untuk bantu bantu eyang dimana"
kata ku kemudian
"Nanti biar aku yang bantu cari-in"
kata andre.
"biar lebih aman aku akan menempatkan orang orangku untuk membantu dan mengawasimu"batin andre.
"Nak andre terima kasih ya sudah bantuin eyang sama wati pindahan"
kata eyang tiba tiba muncul sambil membawa teh hangan untuk andre.
"Iya eyang sama sama"
kata andre sopan sambil tersenyum hangat pada eyang.
"Ya sudah, eyang mau istirahat dulu monggo tehnya diminum"
kata eyang sambil berjalan masuk ke kamar.
"Iya eyang terima kasih"
__ADS_1
sahut andre sambil menyeruput teh hangat nya.
"Sudah siang, kita keluar bentar yuk cari makan, kasihan eyang pasti sudah lapar"
kataku sambil berjalan menuju kamar eyang untuk pamit sebentar.
Kami berdua lalu berjalan melewati lorong kecil menuju jalan tempat mobil andre di parkir.
Mobil kemudian melaju keluar dari area komplek perumahaan condong catur.
"Mau beli makan apa ?"
tanya andre sambil fokus nyetir.
"Aku pengen makan nasi gudeg sama sambel krecek, pasti enak"
jawabku sambil membayangkan sambel kreceknya yang merah pedes gurih itu.
"Ok, apapun untuk gadisku"
katanya sambil tersenyum melirik ku.
yang sangat terkenal.
"Kamu tunggu di mobil aja, biar aku yang turun beli gudegnya"
kata andre hendak turun.
"Tidak tidak, biar aku saja, aku kasihan sama kamu kalo nanti ngantri nya lama."
Aku kemudian turun ikut ngantri dan memesan paket gudeg kendil plus sambel krecek.
Setelah itu kami pun kembali, mobil melaju dengan kecepatan sedang.
"Wat...boleh gak aku..."
kata katanya menggantung.
"Kenapa...kamu mau bilang apa sih..."
tanya ku heran
__ADS_1
"Aku ingin seperti pasangan yang lain...bisa selalu memeluk dan..."
kembali kata kata nya menggantung
"Dan apa..."
kataku agak galak
"melihatmu mulai galak seperti itu, bagaimana aku ngomongnya ya"
batin andre ketar ketir.
"Ayo ngomong yang bener, dan apa..?"
tanya nya lagi sambil menatap tajam ke andre.
"eh...itu, gak jadi ah...,udah lupakan"
kata andre sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, sambil tersenyum kecut.
Tapi tiba tiba...
"cup..."
wati mencium pipinya, dengan pandangan tidak percaya andre menatap wati sambil bengong karena inisiatif wati barusan.
"Biarkan semua mengalir natural apa adanya"
katanya pada andre dengan muka merah.
"Dan itu hadiah untukmu karena sudah membantuku"
kata ku kemudian sambil membuang muka ku kekiri menatap keluar kaca jendela.
"Terima kasih untuk ciumannya"
kata andre sambil tersenyum lebar, dia merasa hatinya berbunga bunga sangat bahagia.
*Nah apa mungkin ya wati mulai jatuh hati pada andre?..
ikuti terus kisahnya dan dukung author dengan vote dan like ya gaes๐๐*
__ADS_1