PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Eyang Menjadi Target Awal Mereka"


__ADS_3

Perjalan pulang kali ini berjalan aman tidak ada gangguan apapu.


Sesampainya dirumah wati langsung menuju kamar eyang putrinya untuk melihat kondisi eyang nya yang sudah semakin berusia lanjut itu.


Setelah memastikan semua keadaan eyang nya baik baik saja, wati pun masuk ke kamarnya untuk membersihkannya diri dan menyelesaikan semua aktifitasnya, sebelum akhirnya berangkat tidur.


"Tok...tok...tok...."


tiba tiba wati dibangunkan oleh suara ketukan pintu berkali kali yang mengganggu tidurnya.


Wati bangkit berjalan membukakan pintu, dan mendapati bik inah pembantu perempuan yang biasa mengerjakan pekerjaan rumahnya.


"Hoam...ada apa bik ?"


tanyaku sambil masih menahan kantuk.


"I..itu..mbak, e...eyang putri demam"


katanya yang sontak membuat ku langsung jalan ke kamar eyang.


Waktu masuk ke kamar eyang aku merasakan ada aura jahat, dan aku bisa merasakan suhu di dalam kamar juga tidak wajar.


Aku langsung mendekat memeriksa keadaan eyang.

__ADS_1


"Eyang apa yang eyang rasakan ?"


tanyaku pada eyang, karena saat aku menyentuh badan eyang sangat dingin, kebalikan dengan orang yang demam walau orangnya merasakan kedinginan tapi biasanya badannya akan panas kalau kita sentuh.


"Dingin...eee...dingin...ee..anyep tenan.."


kata eyang eyang sambil menggigil kedinginan.


Bukan hanya eyang yang merasakan kedinginan, tapi kami semua yang saat ini ada dikamar eyang tiba tiba merasakan diserang hawa dingin yang sangat ekstrim.


"Bik apa bibik juga bisa merasakan kalau kamar ini memang sangat dingin?"


tanya ku pada bik inah untuk memastikan yang aku rasakan.


"Iya mbak, kok dingin sekali ya mbak"


"Coba bibik keluar pastikan di luar kamar ini sama dinginnya seperti ini atau tidak ?"


kataku memerintah bik inah untuk meyakinkan kita kondisi saat ini.


Sambil aku memeluk eyang untuk membuat eyang merasa hangat,


bik inah keruang tengah untuk memastikan, tak lama bik inah datang.

__ADS_1


"mbak tampaknya yang dingin cuma dikamar eyang ini saja, sebab di ruangan lain hawanya normal kok mbak"


kata bik inah memberitahu kalau semua normal selain kamar ini.


"Ya sudah sekarang eyang pindah ke kamar wati dulu yuk, mungkin AC kamar eyang rusak, besok biar dibetulin dulu"


kataku sambil menuntun eyang pindah ke kamar ku.


Setelah memindahkan eyang ke kamarku, aku kembali ke kamar eyang memeriksa AC ternyata normal, aku juga memeriksa sudut sudut kamar ternyata semua bersih tidak ada yang mencurigakan.


Aku berpesan pada bik inah untuk menemani eyang tidur dikamarku, dan berpesan untuk tidak menggangguku di kamar ini.


Merasa ada yang tidak beres aku mengambil posisi duduk dengan bersila dan mulai berkonsentrasi memusatkan pikiran dan energi batin ku untuk melawan mengusir energi jahat yang menyerang kamar ini.


Perlahan lahan energi batinku memenuhi ruang batinku dan menembus keluar memenuhi seluruh kamar, hawa panas mulai mengalir keluar dari tubuhku menekan hawa dingin tadi dan memusnahkanya.


Kamar ini kembali normal, suhu ruangan sudah tidak terasa dingin lagi, aku menyudahi meditasiku dan menormalkan kembali energi batinku.


Aku mempelajari kejadian malam ini tampaknya orang orang tertentu ingin menekan ku dengan menyerang eyang.


Mereka berusaha menekanku agar mundur dengan menjadikan orang terdekatku sebagai target.


"Aku harus lebih hati hati, karena mereka sudah menjadikan eyang target awalnya"

__ADS_1


gumamku sambil memikirkan cara terbaik untuk menyelamatkan eyang dari orang orang yang ingin menyingkirkan aku.


*vote vote vote tolong bantu author di vote like ya gaes*


__ADS_2