PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Memberikan Keputusan"


__ADS_3

Setelah sampai di rumah dan selesai dengan semua aktivitas rutinnya sepulang sekolah, wati langsung merebahkan badanya diatas kasur.


"Ah rasanya nyaman sekali kalau sudah diatas kasur"


"Tapi apa yang terjadi dengan ku hari ini, kenapa aku merasakan sakit yang sangat menyiksa itu ?dan kenapa juga bersamaan munculnya rasa sakit itu aku juga merasakan seperti ada ular yang cukup banyak merambati dan melilit tubuhku ?"


Berbagai pertanyaan muncul di kepalaku


"Ah sudahlah aku lelah, lebih baik aku tidur sebelum sakit itu kembali menyiksa ku"


batinku, kemudian membaca do'a dan mulai tertidur menjemput mimpi ku.


Didalam mimpi ku, aku kembali melihat sekelompok orang berwajah aneh yang ada dimimpiku yang lalu, ya mereka semuanya mengelilingiku seperti mengepungku tapi aku sudah tidak setakut waktu itu.


Kemudian dari kerumunan mereka muncul pemuda berbaju putih yang biasanya juga muncul menemuiku secara gaib, dia mendekati ku.


"Aku pernah katakan kalau aku akan menemani mu menjalani takdir mu"


katanya sambil tersenyum.


Dan diantara kerumunan kelompok ras siluman ular itu maju seseorang yang aku tahu sebagai pemimpin mereka.


"Hormat hamba tuan putri, hamba hanya mewakili mereka semua"


"Sesungguhnya kami sudah menanti sangat lama sampai putri telah terlahir kembali"


"Dan sekaranglah waktunya bagi putri untuk ikut kami kembali"

__ADS_1


Dia mengatakan semua niatnya untuk meminta ku kembali.


Tapi aku tidak mengerti semua yang dia katakan.


Dan jiwa putri yang mereka maksud adalah jiwa lain dari diriku ini


Aku berharap jiwa putri yang bersemayam di tubuhku ini akan menjawab semua permohonan mereka.


Tapi sayang sang putri tidak mau menampakkan wujudnya pada mereka yang akhirnya aku sendirilah yang memberi keputusan pada mereka.


Sebelum aku memberikan keputusan ku, aku memandang pemuda berbaju putih untuk meminta pendapatnya.


Seakan mengerti maksud ku dia mengangguk dan berkata..


"Katakan semua keputusan mu, apapun itu aku akan mendukung mu"


Aku merasa lega karena mendapat dukungan darinya.


Setelah menarik napas,aku mulai mengatakan keputusan ku...


"Aku tidak tahu sejatinya siapa diriku dahulu, apakah benar aku pemimpin atau ratu dari kelompok kalian ras siluman ular atau bukan"


"Yang aku tahu saat ini aku hanyalah manusia biasa"


"Dan aku seorang muslim, sehingga tidak pantas untuk ku disembah oleh kalian"


"Jadi aku membebaskan kalian untuk memilih jalan hidup kalian masing masing"

__ADS_1


"Jika kalian ingin mengikuti jalan ku maka aku katakan sekali lagi kalau aku seorang muslim"


"Maka aku mau kalian juga menjadi muslim, ber-islam lah"


"Aku tidak memaksa, dan mulai saat ini kalian bisa memilih jalan kalian sendiri"


"Ini lah keputusan ku dan aku tidak bisa ikut dengan kalian dan aku bukan ratu kalian, saat ini aku hanya manusia biasa"


Akhirnya banyak kata sudah kusampaikan sebagai keputusanku.


Pemuda berbaju putih disampingku pun tersenyum sambil memandangku.


Akhirnya yang menjadi perwakilan dari mereka pun berkata sambil berlutut memberi


hormat...


"Baikla karena tuan putri sudah memberi keputusan kamipun hanya bisa patuh mengikuti keputusan tuan putri, dan bila tuan putri butuh bantuan maka kami selalu berada dekat dengan tuan putri siap membantu"


katanya yang kemudian berlutut memberi hormat dan diikuti oleh yang lain, sebelum akhirnya mereka semua menghilang.


Aku merasa lega seakan beban berat yang aku emban telah terlepas dari pundak ku.


Pemuda berbaju putih itupun menggenggam kedua tangan ku,


"Aku lega kamu sudah mengambil keputusan yang bijak dan memilih hidupmu sebagai manusia"


katanya sambil mengecup punggung tangan ku sambil tersenyum.

__ADS_1


*bantu author dong kasih vote di like ya*


__ADS_2