PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Kantung Harimau"


__ADS_3

Ashlan meminta Arya untuk mendekat dan saat Ashlan memakaikan sebuah kalung terbuat dari serat tumbuhan dengan kantung kulit harimau berwarna putih sebagai bandulnya, saat itu Arya dapat merasakan ada energi yang sangat besar memasuki tubuhnya, tiba-tiba tubuhnya terasa panas dan ada semacam ledakan energi di dada juga perutnya.


"Ambil posisi dan konsentrasilah untuk menguasai energi yang ingin menyatu dengan tubuhmu."


Perintah Ashlan setelah memakaikan kalung kantung harimaunya.


Arya langsung mengambil posisi bersila dan memusatkan semua energi panas yang dirasakannya pada satu titik di pusarnya.


Setelah itu dapat dirasakannya beberapa Meridiannya terbuka dan energi panas berubah menjadi hangat dan menyebar keseluruh tubuhnya.


Setelah dirasa mulai nyaman baru Arya membuka matanya.


"Kantung itu bisa kau pakai untuk menyimpan apapun baik benda hidup atau benda mati, juga bisa membawamu ketempat yang kau inginkan dalam sekejap, selain itu juga menambah wibawa bagi yang memakainya dan membuat tubuh kebal dari senjata tajam"


Ashlan menjelaskan semua kelebihan dan kegunaan dari benda yang diberikannya kepada Arya seperti saat dulu dia memberikannya ke pada Wati.


"Sebenarnya benda seperti ini hanyalah semacam pusaka bertuah, tapi banyak orang salah menilainya dan menganggapnya jimat dimasa sekarang, membuat orang berbuat syirik dan berlebihan terhadap barang semacam ini, jadi gunakan dengan bijak jangan untuk pamer atau hal tidak baik lainnya"


Pesan Wati kepada Arya putranya.


"Mulai saat ini Arya akan dalam pengawasanku, aku sendiri yang akan mendapinginya"


Kata Ashlan yang langsung menghapus rasa khawatir Wati terhadap Arya putranya.


"Goaarrrrrrr........ sudah lama sekali sejak terakhir aku meninggalkan merapi, Ki Ireng apa kau tak ingin mengajakku berkeliling?"


"Hais..... lain kali wae, aku sedang tidak semangat berkeliling, kau bisa berkeliling sendiri putih."


"Wati apa kau tak rindu padaku?, kenapa saat kau menjadi kemuning sangat berbeda dengan dirimu saat menjadi Wati seperti saat ini?"

__ADS_1


"Iya bedalah, sebagai kemuning aku gadis muda yang energik, nah sebagai Wati aku adalah wanita dewasa dan seorang Ibu juga seorang istri, sudah jelas berbeda kucing tua sok imut."


"Hais jangan panggil aku kucing, aku ini harimau putih"


Jawab Ashlan sang harimau putih sambil terduduk malas menutupi mukanya dengan tangan atau kaki depannya outhor bingung kalo yang di depan itu tangan apa kaki berhubung dia siluman yang bisa berubah wujud menjadi manusia.


"Kakek, Bunda, eee... harimau putih, aku pamit pulang ke klinik lebih dulu, karena ada janji dengan teman-teman"


Tiba-tiba Arya yang selama ini hanya diam akhirnya bersuara.


"Panggil aku seperti nama yang Bunda-mu berikan padaku"


Kata Ashlan menimpali kata kata Arya yang memanggilnya harimau putih.


"Emmm... siapppp...."


Jawab Arya dengan sikap siaga 86.


"Siapppp.... kek"


"Ya sudah sana, jangan lupa bawa herbal yang sudah Bunda kemas tadi"


Seru Wati sambil menunjukkan jarinya kearah tumpukkan kotang yang berisi herbal yang sudah dikeringkan.


"Gunakan kantung harimau-mu itu, jangan cuma dijadikan bandul kalung, kalo bisa dimanfaatkan kenapa gak di manfaatkan."


Gumam Ashlan sang harimau.


Sesuai yang diperintahkan Ashlan, Arya memasukkan semua kotak Kotak berisi herbal itu kedalam kantung harimau.

__ADS_1


Dia memusatkan pikirannya kearah kotak kotak itu dan saat itu juga semua kontak kotak berisi herbal itu berpindah tempat ke dalam kantung harimau yang dipakai Arya di lehernya.


"Anak pintar, tanpa arahan lebih lanjut dia sudah bisa melakukannya."


Gumam Ashlan merasa senang dengan kepintaran Arya.


"Tentu saja dia cucu-ku"


"Tentu saja dia putra-ku"


Terdengar suara Ki Ireng dan Wati bersamaan menjawab gumaman sang harimau putih.


"Yang jelas dia itu junjungan juga muridku sejak dia mendapatkan energi kehidupan milikku."


"Maksudmu tadi kau telah berbagi energi kehidupanmu dengan cucuku?!"


Tanya Ki Ireng sambil berseru kaget tak menyangka harimau putih yang keras kepala dan sombong ini begitu saja berbagi energi kehidupannya pada Arya.


"Hmmm......"


Yang cuma di jawab deheman oleh si harimau putih.


"Aduh ini Arya mau pamit langsung ke klinik lah, Arya gak ngerti pembahasan kalian, Assalamu'alaikum"


Pamit Arya lalu mengambil posisi bersila dan saat itu juga sudah berpindah tempat berada di kamarnya di klinik.


Dilihatnya jam sudah menunjukkan hampir jam lima sore, Arya langsung mandi dan wudhu lalu sholat ashar dulu, baru setelahnya berangkat dengan melajukan motornya menuju tempat yang sudah di share location oleh temennya ke Arya.


Dengan lincahnya Arya membelah jalan raya dengan sihitam dalam mode The Doctor tak ada yang namanya dilema jalan macet.

__ADS_1


*Akhirnya hari ini outhor selesai juga update-nya ya gaes, walau hanya bisa up 1 bab hari ini, do'a kan semoga outhor bisa rutin up setiap harinya ya gaes. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2