PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Back To Work 2"


__ADS_3

Pagi itu Arya mengemudikan LS500 nya dengan semangat menuju kantor, untuk menghilangkan rasa sunyi Arya menyalakan musik terdengar alunan musik dan suara Rizky Fabian *Menua Bersama*


Arya ikut menyenandungkannya, tapi tiba-tiba ada suara seorang gadis yang ikutan menyanyi, tanpa harus menoleh kesamping Arya sudah menebak jikalau yang sedang ikutan bersenandung itu adalah Wangi.


"Kau ini benerannya datang tak diundang tapi pergi harus dipaksa baru mau pergi."


Ucap Arya dengan fokus tetap ke jalan raya.


"Ya kalo datang g diundang dan pulang gak diantar itu namanya jailangkung raden, jadi ingat yang itu bukan Wangi, Wangi tuh yang selalu harum mewangi."


Jawab Wangi yang ternyata lebih pinter menjawabnya.


Selama perjalan ke kantor, entah sudah berapa kali Wangi selalu mengucapkan kata-kata lucu/candaan yang terkadang juga rayuan, bahkan kadang bersikap absurt.


setelah hampir satu jam perjalanan akhirnya sampai juga Arya di kantor tempatnya bekerja untuk saat ini di Group WHA.


Setelah memarkirkan mobilnya di area parkiran khusus pejabat eksekutif perusahaan, Arya lebih dulu merapikan rambutnya dan mengenakan kacamata sebelum melangkahkan kakinya memasuki gedung WHA GROUP.


Wangi yang melihat tingkah Arya malah tersenyum senyum sendiri.


"Kamu selalu ganteng sejak dulu Raden, mau berpenampilan seperti apapun akan selalu sama selalu ganteng hi... hi...hi...."


Bisik Wangi disamping Arya sambil tertawa kecil.


Tapi tidak di jawab Arya karena Arya tau saat ini tidak ada satupun yang melihat gadis cantik yang sedang bergelanjut manja padanya.


Apalagi di sepanjang selasar menuju ruang Presdir itu semua mata memandangnya dan seandainya mereka bisa melihat bagaimana Wangi bergelanjut manja pada Arya, bisa dipastikan semua fansnya di kantor itu patah hati semua.


Di dalam lift, Arya mengingatkan Wangi untuk menjaga sikapnya agar tidak mengganggu konsentrasinya selama Arya bekerja.


"Wangi bisa tidak kamu berhenti bertingkah absurt seperti tadi selama aku bekerja."


"Memangnya ada apa dengan tingkahku? absurt itu apa? aku tidak mengerti Raden."


Jawab Wangi yang bukan jawaban tapi justru pertanyaan dan membuat Arya harus menerangkan lebih jelas kepada Wangi.


"Maksud ku, jangan bersikap manja atau merayu juga yang lainnya yang bisa mengganggu kosentrasiku saat bekerja."


"Baiklah aku tidak akan melakukannya lagi kalo ternyata Raden tidak suka, karena apalah artinya diriku dibandingkan para wanita disana tadi."


Ucap Wangi yang mulai ngambek.


Belum sempat Arya memberi pengertian lebih lanjut, tiba-tiba pintu lift sudah terbuka yang membuat Arya mengurungkan niatnya.

__ADS_1


Dan Wangi yang sedang dalam mode ngambekpun memilih pergi dan menghilang dari pandengan Arya.


Arya yang sadar jika Wangi sedang ngambek pun hanya bisa menarik nafasnya dan menghembuskannya dengan kasar.


Setelahnya Arya segera menuju ruangan Presdir WHA GROUP.


Yang ternyata disana telah menanti Om Marco dan juga Boy.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh"


"Selamat pagi Om, Boy apa kabarnya?"


Salam dan sapaan dari Arya untuk keduanya.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh"


"Pagi juga Arya wellcome back boy, senang bisa melihat kamu sudah kembali dan bergabung lagi disini."


Jawab Om Marco dan Boy bersamaan dengan senyum ramah mereka.


Ketiganya lalu saling memeluk dan menepuk bahu masing-masing sebagai salam rindu mereka.


"Ok, apa sudah siap bekerja lagi?"


Tanya Om Marco selaku Presdir kepada Arya.


Ucap Boy menjawab pertanyaan Papi-nya yang benernya di tujukan ke Arya.


"Bagaimana Arya, apa kamu siap untuk bekerja dan menemani Boy hari in?"


Tanya Om Marco untuk kedua kalinya.


"Siappp Boss... always ready"


Jawab Arya sambil membuat gerakan tangan seolah menghormat.


Arya bersama Boy segera pergi menuju tempat pembebasan lahan baru yang bakal dijadikan perkebunan tebu itu.


"Kita harus bersiap dengan segala kemungkinan yang buruk dan cara mengantisipasi nya bila menghadapi keadaan yang sebentar lagi akan kita saksikan dan ini akan menjadi pengalaman kedua kamu Bee, setelah sebelumnya kamu pernah mendapat pengalaman pertama bersama papi saat pembebasan lahan yang bakal jadi kebun kopi"


kata Boy sambil menepuk bahu Arya.


"Apakah akan selalu seburuk itu Boy tiap kali pembebasan lahan baru?"

__ADS_1


Tanya Arya sambil menghitung bahaya yang ada tiap kali pembebasan lahan.


"Kamu bisa lihat sendiri nanti, setiap kali pembebasan lahan akan selalu ada drama seperti ini, musuh akan menempatkan penyusup untuk memprovokasi warga"


"Baiklah bro, Gue mulai paham apa yang harus kita lakukan"


Arya segera menghubungi orang yang mengetuai tim keamanan dilahan itu, dan memerintahkan penyisiran untuk menemukan orang yang terduga telah memprovokasi warga.


"Good job Bro, kita memang dituntut cepat tanggap dengan perkembangan situasi di lapangan dan apa yang harus kita kerjakan"


Setelah lebih dari satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di area pembebasan lahan yang masih dalam sengketa itu.


Setelah lebih dari satu jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di area pembebasan lahan yang masih dalam sengketa itu.


Tampak keadaan sangat kacau, warga yang telah terprovokasi itu menjadi sangat anarkis.


Mereka yang masing-masing membawa senjata memukul menghancurkan semua property yang ada di sana.


Terlihat tim keamanan perusahaan juga kewalahan menangani warga yang anarkis.


Arya dan Boy segera berjalan kearah pegawai yang bertanggung jawab atas proses pembebasan lahan tersebut.


Tapi tanpa disadari beberapa orang berlari kearah Mereka dengan membawa senjata tajam.


Arya dan Boy yang sempat terkejut karena situasi itu, berusaha memberikan perlawanan dan berupaya saling melindungi.


"Boy sebaiknya kamu masuk dulu kedalam biar disini saya yang mengatasi"


teriak Arya disela sela pertarungannya dengan orang orang yang berniat mencelakai Mereka tadi.


"Tidak Bee, kita akan menanganinya bersama, sudah lama juga gue tidak olah raga"


sahut Boy yang keras kepala sambil bertarung melawan penyerang yang terdekat dengan nya.


"hya... hiya.... duk... duk.... brak...."


"Awas brooo....!!!, duk.... brak.... krak... aah....!!!"


teriak Arya mengingatkan Boy saat pisau sudah hampir menusuk penggungnya, secepat kilat Arya melompat menerjang orang yang akan menusuk mereka dari belakang tadi.


Tampak keadaan sangat kacau, warga yang telah terprovokasi itu menjadi sangat anarkis.


Mereka yang masing-masing membawa senjata memukul menghancurkan semua property yang ada di sana.

__ADS_1


*Akhirnya hari ini outhor selesai juga update-nya ya gaes, walau hanya bisa up 1 bab setelah ngetik selama beberapa hari ini, do'a kan semoga outhor tetap sehat dan bisa rutin up setiap harinya ya gaes. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2