PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Tangisan Mahluk Astral Yang Cantik"


__ADS_3

Semua keanehan yang kujalani dalam hidupku tetap berlanjut menjadi misteri seolah semuanya sudah menjadi bagian dalam hidupku.


Dan saat malam aku terlelap dalam tidurku,


mimpi yang sudah lama tidak pernah datang tiba tiba kembali hadir.


Ya mimpi itu seperti *dekavu*ya mimpi yang seakan datang dari serpihan masa lalu itu kembali menteror ku.


Seorang nenek dengan wajah licik dan bengis yang melemparkan seorang bayi kedalam jurang yang gelap tak ada batas dipenuhi ular.


Lagi lagi aku terbangun dengan tubuh basah oleh keringat saat seekor ular raksasa menangkap tubuh bayi mungil itu.


"Di tubuh manapun kau terperangkap kami akan mengenalimu" masih terngiang sepotong kata yang diucapkan oleh ular raksasa itu.


"Apakah maksud dari ucapan ular raksasa itu ada jiwa lain yang terperangkap di tubuh bayi itu" pikiranku berusaha menebak misteri dari mimpiku.


"Tapi siapa sebenarnya bayi itu, dan kenapa aku selalu mimpi yang sama" batinku bergumam penuh tanda tanya.


Malam berikutnya saat aku tidur tiba tiba aku terbangun karena aku mendengar suara tangisan dari luar.

__ADS_1


Akupun bangun dan membuka jendela untuk melihat siapa kiranya yang sedang menangis di tengah malam seperti ini di luar rumah.


Aku terheran karena melihat seorang wanita cantik memakai baju putih dan rambutnya hitam panjang sepinggang bak peri sedang berdiri sambil menangis.


Aku berjalan keluar dan menghampirinya lalu menyapanya


"Kenapa kamu menangis malam malam seperti ini, kamu sudah mengganggu orang yang sedang tidur karena mendengar tangisan mu" tegur ku ke wanita cantik itu.


"Maaf aku tidak bermaksud mengganggu siapapun, aku hanya sedih tidak tahu harus pulang kemana lagi"Jawab wanita cantik itu.


"Memangnya rumah kamu dimana?, apa kamu tersesat" tanya ku lagi padanya.


Aku terpaku bodoh lalu melihat kearah pohon besar yang baru ditebang tadi siang, tapi kemudian aku sadar kalau yang ada dihadapanku adalah perwujudan dari mahluk astral.


"Kamu boleh tinggal dimanapun jadi jangan menangis lagi" kataku pada mahluk astral cantik di depanku.


"Terima kasih putri, tapi apakah boleh" tanyanya ragu ragu pada ku


"Boleh tapi ada batasannya,ingat kita bisa hidup berdampingan tapi tidak boleh saling mengganggu, jangan melewati batasan manusia dan batasan dunia kalian" jawabku mengingatkan.

__ADS_1


"Dan kalian hanya boleh tinggal di luar dimanapun kalian mau tapi jangan masuk kedalam" tegasku pada mahluk cantik ini karena aku sadar dia bicara bukan untuk dirinya sendiri tapi juga kelompoknya.


Akhirnya sudah sepakat dan mahluk cantik itupun membukukkan kepalanya dan mengucapkan terima kasih.


Aku tersenyum dan kembali masuk kedalam,dan saat itu juga mahluk cantik itu sudah hilang seakan tidak pernah ada.


Akhirnya aku bisa tidur dengan tenang tanpa gangguan dari suara tangisan mahluk cantik itu lagi,tapi aku heran karena merasa ada yang memelukku saat kulihat ada adik ku yang tidur disampingku entah sejak kapan dia pindah ketempat tidur ku.


Pagi harinya keluargaku yang terdiri dari ibu, kakak, dan kedua adik ku bercerita kalau semalam mereka semua ketakutan karena ada suara orang menangis.


Kakak laki laki ku juga bercerita kalau semalam ada yang membuka pintu dan keluar saat suara tangisan itu terdengar, tapi tidak tahu siapa yang keluar rumah semalam.


Adik ku yang perempuan bercerita kalau dia sampai pindah tidur ke sampingku karena takut.


Deg..Hatiku berdetak,


"bukankah semalam aku keluar dan berbicara dengan mahluk cantik itu" bisik hatiku.


Bagaimana bisa aku masih tidur dikamar ku padahal aku yang keluar menemui mahluk cantik itu dan adik ku merasa aku masih tidur dikamar saat itu,penuh tanda tanya??

__ADS_1


*yuk bantu author dengan like👍💖*


__ADS_2