
Sesampainya di klinik herbal-nya, Arya langsung mandi membersihkan diri dari berkeringat setelah bertarung melawan kelompok berandalan tadi.
Seperti biasa setelah mandi Arya akan berpindah tempat ke pondok mereka di lereng Merapi.
"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh"
Salam Arya begitu sampai yang dijawab oleh Ki Ireng dan seorang lagi yang tidak dikenal Arya.
"Wa'alaikumsalam Warahmatullahi wabarakaatuh"
"Sudah pulang cah bagus"
Sapa Ki Ireng yang sedang asyik ngobrol dengan orang yang belum dikenal Arya itu.
Seorang pemuda yang tampan dengan rambut panjang berwarna putih keperakan yang memperhatikan Arya tak berkedip sedikitpun.
"Malam Kek, dan siapa yang sedang bersama kakek ini? kenapa aku baru melihatnya."
Sapa Arya sambil menanyakan perihal si pemuda yang sedang duduk dekat Ki Ireng.
"Benarkah kamu belum pernah melihatnya cah bagus?"
Tanya Ki Ireng sambil tersenyum menggoda Arya.
"Emmm.... apa ada yang Arya lupakan ya kek? karna Arya gak ingat sama sekali kalau pernah bertemu sebelumnya."
Jawab Arya sambil mengingat-ingat apakah pernah bertemu dengan pemuda berambut perak ini apa gak juga kapan.
"Sudah gak usah main tebak-tebakkan, Arya kemarilah."
Tiba tiba pemuda itu bersuara yang langsung membuat Arya kaget karena suara pemuda ini mengingatkannya pada sosok sang harimau putih.
"Tunggu.... tunggu..... suaranya seperti suara harimau putih kemarin, apa kamu ?......"
"Ehem..... hem..... iya kemarilah Arya biar kita bisa saling lebih akrab."
Kata pemuda tampan jelmaan sang harimau putih.
__ADS_1
"Jadi Arya harus panggil apa?"
"Bunda kamu yang memberikan nama Ashlan jadi panggil aku Ashlan."
"Ashlan..... he..... Bunda memberi nama tokoh dari sebuah film berjudul Narnia, ternyata Bunda punya sisi unik juga ya he.... he...."
"Ada apa dengan nama Ashlan, kenapa kamu tertawa."
Tanya Ashlan yang khawatir kalo nama pemberian Wati itu mengandung ejekan.
"Itu nama tokoh seekor singa yang sangat hebat dan memiliki kekuatan sihir yang dapat mengalahkan sihir hitam hanya dengan satu aumannya."
Jawab Arya yang menceritakan kisah film Narnia tentang seekor Singa bernama Ashlan.
Ashlan yang mendengar ceritanya langsung merubah ekspresi-nya yang awalnya masam kini berubah menjadi cerah dan ada perasaan bangga mendapatkan nama Ashlan dari Wati.
"Arya apa kamu sudah makan cah bagus?"
Tanya Ki Ireng mengalihkan perhatian Arya dan Ashlan dari cerita Narnia.
"Alhamdulillah sudah tadi kek."
"Apa saja kegiatanmu hari ini cah bagus."
Tanya Ki Ireng yang selalu mengawasi Arya sepanjang hari tanpa diketahui oleh Arya.
"Tadi Arya bertemu sekelompok berandalan yang sedang berbuat tidak senonoh pada dua orang gadis kek."
Cerita Arya mengulang kejadian tadi.
"Lalu apa yang kau lakukan cah bagus?*
Tanya Ki Ireng yang sudah menebak apa yang dilakukan Arya tadi.
"He ... he.... lumayan kek untuk olahraga, sudah lama gak olahraga otot ini."
Jawab Arya cengengesan yang membuat Ashlan teringat sosok Wati saat menjadi kemuning.
__ADS_1
"Kau ini mirip sekali dengan Bunda-mu, dia bahkan lebih nakal dari dirimu ha... ha.... ha....."
Kata Ashlan sambil tertawa mengingat tingkah Wati yang konyol saat menjadi kemuning dulu ketika bertemu dengan-nya.
"Jangan dengarkan kucing ini, sudah malam tidurlah, besok kita latihan bertiga."
Kata Ki Ireng yang membuat Arya mengurungkan niatnya saat ingin bertanya lebih banyak pada Ashlan tentang Bunda-nya saat mengembara di kehidupan masa lalu.
"Benar tidurlah, besok kita berlatih bertiga, aku ingin tahu setangguh apa putra dari seorang Wati."
Ucap Ashlan yang ikut menimpali kata kata Ki Ireng.
"Baiklah kek, Arya tidur dulu."
Arya lalu pamit dan berlalu masuk ke kamarnya.
Sementara di luar Ashlan sedang berdebat dengan Ki Ireng.
"Kenapa kau menyebut-ku kucing dasar cacing Ireng."
Marah Ashlan yang selalu marah kalo ada yang memanggilnya kucing.
"Kenapa kau harus marah, itu panggilan yang imut ha.... ha... ha...."
Tawa Ki Ireng yang geli melihat ekspresi temannya yang selalu marah setiap di panggil kucing.
"Berhenti cacing Ireng jangan membuatku tambah marah, lihatlah kau bahkan mentertawakan aku."
Kata Ashlan yang entah marah atau ngambek.
"Hais.... kau ini cepat sekali emosi, aku yang kau panggil cacing Ireng wae tidak marah."
"Sudah tidur sana, daripada kau terus marah marah kucing imut."
Kata Ki Ireng yang masih terus mengolok-olok Ashlan.
*Akhirnya hari ini outhor selesai juga update-nya ya gaes, walau hanya bisa up 1 bab inipun kemaleman semoga gak terhitung masuk update hari esok, dan do'a kan semoga outhor tetap sehat dan bisa rutin up setiap harinya ya gaes. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍