
Entah kenapa wati tidak dapat menolak semua cumbuan dari pemuda yang sedang memeluknya itu.
Entah karena dia sedang merindukan andre atau dia memang menganggap Raden Permadi sebagai andre laki laki yang sebenarnya sangat dicintainya.
Raden Permadi yang tahu gadisnya tidak menolaknya pun segera menurunkan wati dan menggendongnya membawanya ke sebuah pondok.
Raden Permadi kembali mencumbui sang putri.
Wati yang sudah terhanyut membalas pelukan sang randen dan menikmati setiap cumbuannya dengan ******* yang selalu sukses lolos dari mulutnya, dia juga membalasa ciuman dan ******* bibir pemuda itu membuat raden permadi semakin tidak dapat mengontrol nafsunya ingin mencumbunya lebih jauh.
Tangannya pun mulai bergerilya menyusup masuk kedalam pakaian sang putri dan mulai membelai kedua bukit kembarnya dan meremasnya wati yang sudah terbuaipun selalu mengeluarkan desahannya.
"Akh....raden..."
"Akh....eemm...akh...."
Raden Permadi yang sudah semakin memuncak nafsunya dan siap menjadikan sang putri miliknya pun terpaksa mengurungkan niatnya dengan derita harus menahan hasratnya yang ingin meledak.
Sesaat saat sang raden sudah pelepaskan semua pakaiannya dan pakaian sang putri, tiba tiba wati tersadar dan dia tidak ingin mengulangi kejadian yang sama dikehidupannya yang lalu saat bersama andre.
"Raden....jangan...belum saatnya, raden harus menikahiku lebih dulu"
kata wati sambil memeluk tubuh raden permadi lalu merapikan pakaiannya kembali.
Raden Permadi pun mengurungkan niatnya, dan membalas pelukan sang putri dengan erat sebelum pergi.
__ADS_1
"Raden maaf... apakah raden marah ?, raden hendak pergi ke mana ?"
tanya wati sambil mengikuti raden permadi
"Aku akan berendam air dingin di sungai itu, untuk menenangkan adik kecilku ini"
katanya sambil tersenyum lalu mencium bibir wati sebelum pergi ke sungai.
"Apa kau ingin ikut mandi bersama ku ?"
tanyanya sambil kembali menggoda wati
Wati yang mendengar godaan dari raden permadi dan mengingat kegiatan panas mereka barusan pun langsung memerah wajahnya karena malu.
"Aku akan kembali lebih dulu ke rumah"
Raden Permadi merasa sangat bahagia karena dapat mengungkapkan perasaannya pada sang putri, dan ditambah dia baru saja mendapatkan vitaminnya.
Raden Permadi merendam tubuhnya dalam dinginnya air sungai sambil mengingat semua kegiatan panasnya berdua sang putri sambil membayangkannya lagi bersamaan dia melakukan pelepasaannya sendiri di sungai itu.
"Akh.........aku tidak tahan harusnya aku bisa melepaskannya bersamanya tadi"
erangnya saat akhirnya dia mendapatkan pelepasannya.
Wati yang sudah sampai di kediaman sang Adipati pun harus melewati drama pertemuan dengan sang Adipati.
__ADS_1
"Nona sekar, tampaknya anda terlalu merasakan bebas dikediaman ku ini bukan ?"
sapa sang Adipati yang tampak kurang suka saat melihat wati baru pulang setelah langit gelap selesai seharian pergi entah kemana tanpa sepengetahuan sang Adipati.
"Maafkan hamba kanjeng, tadi hamba merasa bosan, jadi berjalan jalan ke kota"
jawab wati untuk tetap sopan sambil tersenyum.
"Hem....mulai besok aku akan melakukan perjalanan untuk mendapatkan syarat yang kau minta itu"
kata sang Adipati kemudian pergi meninggalkan wati menuju ke halaman belakang kediaman nya yang merupakan tempat tinggal para selirnya.
"Ah....sial, aku sangat ingin menindihnya dibawahku tapi syarat itu benar benar menjadi penghalangku bodohnya aku karena menyetujuinya"
umpatnya sambil berlalu menuju halaman belakang kediamannya.
Karena tidak dapat melepaskan nafsunya pada wati, maka sang Adipati terpaksa harus kehalaman belakang kediaman tempat para selirnya untuk melampiaskan nafsu birahinya.
Sementara itu Raden Permadi pun sudah kembali dan sedang tersenyum senyum mengenang kegiatan panasnya berdua sang putri.
"Akh.....sial, kenapa jadi tegang lagi sih"
katanya sambil melompat lalu menuju kamar mandi untuk menenangkan adik kecilnya yang terbangun.
*Terima kasih untuk para readers yang selalu setia membaca ceritaku ini dan jangan lupa tinggalkan jejakmu vote like koment dan rateππ*
__ADS_1
ππππππππππππππππππππππππππππππππ