
Tak butuh waktu lama untuk Papi-nya Boy sampai di Rumah Sakit tempat Arya sedang diobati.
Boy yang gelisah menjadi sedikit tenang saat Papi-nya sudah tiba.
"Bagaimana keadaannya Arya Boy?"
Tanya Papi-nya Boy.
"Entahlah Pap, dari tadi belum ada kabar sejak Arya dibawa masuk keruang operasi itu."
Jawab Boy yang sudah tampak kacau dengan rambut yang sudah sangat berantakan karena berulangkali dia ngacak rambutnya.
"Ok tunggulah disini, biar Papi menemui Dakter yang bertanggung jawab disini."
Papi-nya Boy segera menuju bagian pendaftaran dan meminta dipertemukan dengan Dokter kepala ataupun Direk dari Rumah Sakit ini.
"Saya ingin anda menghubungi Dokter kepala ataupun Direktur Rumah Sakit ini, bilang saya Marco Presdir dari WHA Group ingin bertemu."
Ucap Marco Papi-nya Boy kepada bagian administrasi, karena tak tahu harus kemana untuk bertemu dengan orang nomor satu di Rumah Sakit ini.
Pihak Administrasi yang mendengar Marco memperkenalkan dirinya sebagai Presdir WHA Group segera menelphone Manager-nya.
"Maaf Tuan saya sudah memberitahukan Manager tentang Tuan yang ingin bertemu Direktur dan Dokter kepala"
Ucap petugas administrasi itu seramah mungkin.
"Saya tidak bisa menunggu lama, keponakan saya sedang bertaruh nyawa dan kalian hanya sibuk menghitung uang, jika terjadi hal buruk dengan keponakan saya, saya pastikan Rumah Sakit ini tidak akan pernah beroperasi lagi."
"Maaf Tuan tunggulah sebentar lagi, Manager akan segera datang."
Ucap petugas administrasi itu mulai panik.
Taklama tampaklah seorang dengan setelan jas datang menghampiri dan segera di antar oleh petugas administrasi tadi kepada Marco Papi-nya Boy.
__ADS_1
Diruang operasi
Didalam ruang Operasi Para tenaga medis lebih dulu memeriksa seberapa parah luka Arya, tampak ada beberapa rusuk sebelumnya patah karena benda tajam tapi telah menyatu kembali, walau meninggalkan banyak tanda tanya di kepala para Dokter itu, tapi tak ada satupun yang mengeluarkan pertanyaan, mereka menyimpannya sendiri untuk diri mereka masing-masing.
Tak banyak tindakan medis yang dilakukan para Dokter mereka hanya melakukan jahitan luar untuk menutup luka yang terbuka, karena sebenarnya semua tindakan medis itu sudah tidak diperlukan karena Wangi telah lebih dulu mengobati Arya sejak pertama terluka dan selama perjalanan ke Rumah Sakit sebelumnya.
setelah melakukan jahitan luar pada luka Arya, tiba tiba para petugas medis itu merasakan kantuk yang teramat sangat yang membuat mereka semua tertidur.
Wangi yang melihat beberapa orang berpakaian putih dan biru sedang menjahit luka Arya mendadak menjadi emosi, dia tidak tahu apa saja yang telah terlewatkan saat dirinya meninggalkan Arya tadi.
"Apa yang kalian lakukan pada Raden?"
Wangi lalu merapalkan sesuatu dan meniupkannya kepada para petugas medis itu yang membuat mereka mulai tertidur satu persatu.
Setelahnya Wangi memeriksa keadaan Arya dan dilihatnya luka Arya yang telah selesai dijahit baru dia mengerti jika orang orang berseragam tadi sedang menjahit lukanya dan tidak berniat jahat.
Kembali ke Marco Papi-nya Boy
Manager Rumah Sakit akhirnya datang dan diantarkan oleh petugas administrasi Rumah Sakit itu menghampiri Marco.
Sapa sang Manager dengan dibuat seramah mungkin sambil mengulurkan tangannya yang disambut baik oleh Marco.
"Sebelumnya saya minta maaf bla... bla... bla...."
Intinya Marco mengeluarkan semua uneg-uneg dan keluhannya sesuai yang diceritakan Boy sejak awal Boy membawa Arya ke Rumah Sakit ini dan diabaikan sebelum menyelesaikan administrasinya.
"Saya akan menuntut Rumah Sakit ini jika terjadi hal yang buruk pada keponakan saya karena telah kalian telantarkan dan terlambat mendapatkan pertolongan disini hanya karena kalian lebih mengutamakan uang dibandingkan keselamatan pasien."
"Maaf Tuan, saya berjanji akan meminta pihak Rumah Sakit merubah ke bijakannya dan lebih dulu mengutamakan nyawa pasien, tapi saya mohon Tuan jangan membawa kasus ini ke jalur hukum."
"Kita lihat saja nanti, sekarang saya mau memastikan keadaan keponakan saya."
"Baiklah mari Tuan, saya akan melihat apa yang terjadi di ruang operasi."
__ADS_1
Ucap sang Manager sambil melangkah menuju ruang operasi.
Sementara di ruang operasi,
Wangi bingung apa yang harus dilakukannya setelah membuat semua tenaga medis itu tertidur.
"Aduh bagaimana ini? apa aku harus membangunkan mereka lagi? kalo mereka melakukan sesuatu yang membahayakan Raden gimana? ah biarkan sajalah, hitung hitung membantu mereka istirahat he... he... pasti mereka sangat lelahkan."
Dasar Wangi tidak bertanggung jawab, setelah membuat semua yang diruang operasi itu tertidur, dia justru kembali pergi menghilang setelah yakin jika Arya baik baik saja.
Manager membuka pintu ruang operasi dan betapa terkejutnya saat dilihatnya tiga Dokter dan dua asistennya sedang tertidur.
Ada yang tertidur di bed pasien, ada yang tertidur sambil duduk didekat bed operasi tempat Arya masih tak sadarkan diri, ada yang tidur duduk didepan wastafel tempat biasa mereka mencuci tangan setelah melakukan operasi, dan yang dua lagi tidur sambil duduk bersandar di lantai.
Sudah pasti ini semua Wangi yang melakukannya, memindahkan mereka semua sebelum dia pergi meninggalkan mereka semuanya.
Manager buru buru menutup pintu ruang operasi dan membangunkan mereka satu persatu, setelah mereka semua terbangun, semuanya juga bingung tak tahu apa yang terjadi.
Yang mereka ingat hanya ingatan setelah selesai menjahit luka Arya tiap tiap mereka merasa sangat mengantuk setelahnya mereka tak ingat apapun lagi.
"Baiklah, saya tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya tapi cepat pindahkan pasien ke ruang rawat yang terbaik, atau kita semua akan jadi pengangguran."
Ucap sang manager lalu pergi meninggalkan semua dan kembali menemui Marco Papi-nya Boy.
"Maaf Tuan harus menunggu lama, sebenarnya luka pasien sudah selesai di jahit dan pasien juga baik baik saja hanya saat ini masih belum sadar, sebentar lagi akan dipindahkan ke ruang rawat."
Ucap sang Manager penuh hati hati.
"Baguslah kalo begitu, tapi ancaman saya tidak main-main, dan sekretaris saya akan segera mengatur temu muka dengan Direk dan para pemegang saham dari Rumah Sakit ini."
"Baiklah Tuan saya akan sampaikan pada atasan saya, maaf atas ketidak nyamanan atas pelayanan Rumah Sakit ini sebelumnya."
Lalu tampakkah brankar dengan Arya tertidur diatasnya sedang didorong menuju ruang rawatnya.
__ADS_1
*Maaf ya para Readers, lama Outhor absen gak update dan Alhamdulillah akhirnya hari ini outhor bisa juga update ya gaes, walau hanya bisa up 1 bab setelah ngetik beberapa hari ini merangkai cerita. Do'a kan semoga outhor tetap sehat dan bisa rutin up setiap harinya ya gaes. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍