PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Syarat"


__ADS_3

Pagi harinya wati bersiap untuk pergi meninggalkan kediaman sang Adipati.


"Kau sudah akan pergi ?, bukankah semalam kau bilang tidak ingin pergi"


tanya raden permadi saat melihat wati yang bersiap akan pergi.


"Apakah barusan ada yang melarang kepergianku ?"


kata wati menggoda raden permadi sambil menoleh ke kanan dan ke kiri seolah mencari seseorang.


"Kau ini gadis yang aneh"


kataya sambil menyentilkan jarinya ke dahi wati.


"Aw....sakit !...,kenapa kau selalu menyakitiku"


teriak wati sambil menghentak hentakkan kakinya.


Komunikasi antara wati dan raden permadi pun terhenti saat sang Adipati datang menghampiri wati.


"Ah...rupanya nona sudah bangun, baguslah kalau begitu karena aku akan membawamu berkeliling sekitar kediamanku ini"


kata sang Adipati membuat canggung antara wati dan raden permadi.


"Maafkan hamba kanjeng, karena hamba harus segera melanjutkan perjalanan hamba"


kata wati sambil menundukkan kepalanya seolah merasa tak enak hati.


"Ha..ha...apa kau bercanda nona, tak satupun wanita yang sudah masuk ke dalam kediamanku ini bisa pergi begitu saja, apa kau pikir bisa seenaknya keluar masuk disini ?"


katanya sambil tertawa terbahak bahak, dengan arogansinya Adipati angkoro memperlihatkan watak aslinya.


"A...aapa...maksud kanjeng Adipati ?"

__ADS_1


tanya wati tergagap seolah terkejut juga takut.


Raden Permadi hanya diam menyaksikan drama antara sang Adipati dan gadis didepannya saat ini.


"Tentu saja semua wanita yang ada di kediamanku adalah wanitaku, begitu juga dengan dirimu karena sebentar lagi kau akan menjadi istriku ha...ha..ha...."


"Tampaknya dari awal kanjeng Adipati sudah merencanakan untuk menjebak hamba"


kata wati sambil berjalan mendekati sang Adipati.


Dengan berpura pura layaknya seorang jal*** wati menyentuh dada sang Adipati dengan tersenyum menggoda


"Kalau itu sudah menjadi keinginan kanjeng Adipati maka hamba tidak berani menolaknya"


kata wati dengan manja masih dengan memainkan jari jari tangannya sensual menggoda sang Adipati.


"tcek....semua perempuan sama saja menjijikkan"


Wati yang mendengar gumaman raden permadi pun tidak perduli, bagaimanapun apa yang sudah direncanakannya harus segera diselesaikannya dan wati tetap melanjutkan dramanya.


Adipati angkoro yang sudah tidak tahan dengan sikap wati yang menggodanya, langsung menarik pinggang wati dan hendak melahapnya.


Saat bibir menjijikkan sang Adipati sudah hampir menyentuh bibirnya, wati segera menggeser posisi wajahnya dan mendorong dada sang Adipati.


"Belum saatnya kanjeng, ada persyaratannya yang harus kanjeng sanggupi"


Sang Adipati pun langsung melepaskan lingkaran tangannya dari pinggang wati.


"Hem...berani sekali kau mengajukan syarat, apa kau ingin bermain ?"


hardik sang Adipati dengan suara yang berat.


"Bermain ?,tentu hamba tidak berani yang mulia, tapi siapapun yang ingin memiliki hamba maka sudah menjadi wajib untuk melakukan persyaratan dari hamba"

__ADS_1


"Hem....baiklah sekarang katakan apa syaratnya ?"


"Apa kanjeng Adipati yakin akan melakukan syarat dari hamba ini ?"


"Katakanlah"


kata sang Adipati yang sudah tidak bisa menggunakan akal sehatnya karena sudah masuk dalam perangkap wati.


"Kanjeng harus memberikan Selendang Mayang Tujuh Warna sebelum empat purnama sebagai Mahar pernikahan untuk hamba"


"Dan kanjeng tidak boleh menyentuh hamba sebelum syarat terpenuhi"


Wati sengaja memberikan syarat yang tidak mungkin dapat dipenuhi oleh siapapun, karena Selendang Mayang Tujuh Warna adalah pusaka milik Bunda Ratu *****


"Baiklah aku pasti akan mendapatkannya"


kata sang Adipati sambil berlalu pergi meninggalkan wati dengan mengeraskan rahangnya menahan amarahnya.


"prok...prok..prok..."


"Hem...gadis yang cerdas, sangat menarik"


raden Permadi bertepuk tangan dan memuji wati sambil berjalan mendekat.


"Hamba harus cerdas untuk bisa selamat dari cengkraman buaya tua itu"


balas wati sambil berjalan ke arah dapur, karena dari tadi perutnya sudah menjerit minta diisi.


*Sebelumnya author minta maaf untuk para readers yang setia membaca ceritaku ini, karena kesibukan author untuk beberapa hari ini author mungkin hanya bisa up satu bab perhari.


Tetap semangat dan dukung terus ceritaku ini dan jangan lupa tinggalkan jejakmu vote like koment dan rate 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2