
"Ok Terimakasih untuk banyak cinta juga rindu kalian semuanya, once again I say I love you all mmmuach ππππ"
Semua tepuk tangan riuh memenuhi suasana kafe yang terasa tidak biasa karena kehadiran sang Idola yang tak terduga sebelumnya.
Tapi beda dengan sang Oma yang ternyata kepalanya sudah nyaman diatas meja terlelap entah mimpi apa, tetapi sama sekali tidak terganggu oleh riuhnya tepuk tangan juga sorak sorai para pegunjung kafe yang rata rata fans-nya Arya.
Arya yang tak menyadari keadaan sang Oma yang sudah tertidur, atau Arya yang melupakan keberadaan Oma karena memang dia lupa.
Setelah selesai menyanyikan lagu terakhirnya, Arya menemui teman temannya, mereka saling berpelukan melepas rindu bahkan tak dapat disembunyikan beberapa dari mereka saling menitikkan air mata.
Bagaimanapun selama ini mereka semua mengira Arya telah tiada dan menjadi korban kecelakaan pesawat satu tahun lalu.
"Bagaimana keadaan mu Bee? kenapa kau tidak pernah berusaha menghubungi bahkan sekadar memberi kabar tentang kamu yang selamat dan baik baik saja"
"Maafkan aku teman teman, karena aku harus menyembunyikan diri untuk tidak dikenali oleh keluarga ayah yang notabennya saudara".
"Aneh, jika mereka saudara kenapa lo harus sembunyi dari mereka?"
Tanya Doni yang selama ini menggantikan posisi Arya sebagai vokalis group BoyBand mereka.
"Biasa saat tahta dan harta yang dijadikan tujuan maka saudara bisa menjadi musuhmu yang paling jahat"
gumam Arya perlahan, karena merasa kecewa menjadi bagian dari keluarga ayahnya yang notabene-nya gila harta.
"Bener Bro, harta bisa membuat saudara sendiri menjadi musuh dan gelap mata, hingga tak heran jika karena harta satu keluarga bisa saling bunuh"
Sahut Luke yang juga merupakan personil group BoyBand mereka.
"Oh gimana kabarnya itu....emmm....vokalis cewek yang sempet gabung sebelum gue off"
Tanya Arya pada temen temennya yang mendapat tanggapan cengiran dan dari teman temannya.
"Kenapa pada pasang muka begitu sih??"
"emmm.... itu..... namanya Sheila, sejak lo off dan pamitan, sejak saat itu juga hari terakhir dia gabung ke band kita"
Jawab Doni sambil cengengesan dan saling pukul bahu dengan teman yang lainnya.
__ADS_1
"Oh.... gue kira dia masih gabung disini bareng kalian"
Sahut Arya datar aja yang membuat teman temannya jadi cengo.
"Oh.... hanya oh.... bro?, gak ada kata kata lain lagi nih"
Ledek Doni dan dianggukin temen temen yang lainnya.
"Maksudnya? gue gak paham nih.... asli ada apa sih?"
Tanya Arya bingung dengan ekspresi yang penuh tanda tanya.
"Udahlah gak usah dibahas toh Bee-nya aja lupa siapa nama tuh cewek"
Sahut Lukas yang menyadari kalo Arya gak pernah ada rasa apapun pada Sheila, hanya cinta sepihak itu yang dilihat Lukas.
"Oh iya Bee itu... siapa yang lo bawa?"
Tanya Darel sambil menunjuk kearah Oma yang sedang tertidur.
"Astagfirullah.... gue kelupaan, itu Oma gue ibu kandung ayah Andre"
Teman temannya juga ikutan menghampiri sang Oma.
"Gimana Bee? bangunin aja dulu entar biar gue yang anterin Oma.
Kata Doni yang selalu membawa mobil, berbeda dari personil lainnya yang lebih suka mengendarai motor.
"Ok, thanks ya Don."
"Oma... oma.... bangun Oma, kita pulang yuk"
Arya mengusap usap tangan dan bahu Oma-nya untuk membangunkan sang Oma.
"Emmm.... dimana ini? kok rame banget say"
"kita pulang yuk Oma, maaf ya sudah buat Oma ketiduran di sini"
__ADS_1
Oma yang belum sepenuhnya loading, menoleh kekiri ke kanan memperhatikan keadaan sekitarnya yang terasa asing dan penuh muda mudi.
Setelah beberapa saat dan beberapa kali mengedipkan mata akhirnya Oma baru ingat kalo dirinya ada di kafe untuk kumpul bareng temen-temennya Arya para brondong yang asli cakep semua.
"Oma ketiduran ternyata, jadi gimana udahan ini nongki bareng brondong?"
Perkataan yang lanjut dengan pertanyaan yang mengundang tawa semua teman teman Arya.
"Oma masih ingin disini apa nih?"
Tanya balik Lukas pada Oma sambil tertawa geli.
"Maunya sih sampe pagi ikut ngobrol bareng kalian para brondong, tapi ternyata tubuh tua Oma yang sudah gak bisa diajak kompromi"
Kata Oma sambil tersenyum dan beranjak berdiri.
"Ayolah bocah nakal kita pulang, sudah cukup tebar pesonanya, Oma rasanya ingin segera istirahat"
"He...iya Oma cantikπ€π, ok gays gue balik duluan ya sama sicantik yang atu iniπ€£π€£π€£"
"Apa gak sebaiknya Oma biar gue yang anter pake mobil?"
Tanya Doni sambil tersenyum kepada Oma.
"Oma lebih suka tetap sama sibocah nakal ini aja"
"Kalo gitu lo bawa mobil gue, biar motor lo gue yang bawa"
Kata Doni sambil memberikan kunci mobilnya ke Arya, dan mengambil kunci motor Arya dari tangannya.
"Ok lah kalo gitu, gue balik dulu ya, sampai ketemu besok"
"Ok bro hati hati, jadi besok kita ketemuan di tempat biasanya kah?
"Iya, sekalian bantu bantu bersihin disana"
Jawab Arya sambil melenggang pergi setelah saling berpelukan dan melakukan salam tinju mereka, dan Oma yang selalu menggandengnyaπ€£π€£π€£"
__ADS_1
*Akhirnya hari ini outhor selesai juga update-nya ya gaes, walau hanya bisa up 1 bab dan semoga outhor bisa rutin up setiap harinya. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate ππ*
ππππππππππππππππππππππππππππππππ