
Sementara diperkemahan, setelah lama wati keluar dan dilihat wati tak kembali masuk ketenda akhirnya wulan pun keluar.
Ketika dilihatnya diluar wati juga tidak ada dan kelompok laki laki masih asik bermain catur, wulan dengan khawatir bertanya pada mereka.
"Hartono kak herdi ada yang lihat wati gak ?"
tanya nya khawatir membuat mereka semua saling pandang lalu seakan sudah mendapat perintah mereka langsung berdiri dan semua mulai mencari.
Semua tampak tegang dan khawatir terutama ketiga orang yang punya perasaan pada wati yaitu hartono, herdi, dan andre.
Kami sengaja tetap bersama saat mencari karena takut kalau berpencar justru akan ada lagi yang hilang dan tersesat.
Mulai dari aliran sungai sampai sekelilingnya, lanjut ke tempat yang berlawanan arah tapi masih sekitar perkemahan, kami mencari tapi tetap wati tidak ditemukan.
Sampai akhirnya kami sepakat untuk balik lagi ke perkemahan dulu berharap wati sudah kembali ke tenda.
Tapi saat kami kembali, wati masih belum kembali.
Pada akhirnya herdi dan andre menyalahkan hartono karena telah mengajak wati ke sini.
Akhirnya karena khawatir dan tidak ingin terjadi keributan, maka kami kembali mencari wati.
Berkali kali kami berteriak memanggil namanya.
Setelah lama berkeliling mencari karena gelap semakin membuat kami sulit menemukan wati, saat kami putus asa...
__ADS_1
Tiba tiba saat sampai dialiran air tadi, samar samar kami melihat ada orang yang duduk diatas batu seolah sedang melamun.
Sambil berlari semua memanggil namanya, tapi dia hanya diam saja.
Herdi yang lebih dulu sampai langsung memeluk erat wati, membuat yang lain cemburu marah tapi juga lega.
"Akhirnya ketemu, kamu dari mana ?, kau membuat ku takut, jangan pernah pergi sendirian lagi, jangan meninggalkan ku lagi"
katanya bertubi tubi sambil menangkupkan tangannya dipipi wati.
Wati yang mendapat pertanyaan dan perlakuan herdi seperti itu jadi bingung sebelum sempat sadar atas apa yang dialaminya.
Wulan segera mendekat dan merangkulku dan membawaku kembali ke tenda.
Aku berjalan mengikutinya masih dalam keadaan terdiam.
Andre kemudian masuk dan memakaikan jaketnya padaku.
"Jangan pernah keluar sendirian lagi kalau sedang berkemah seperti ini ok!"
katanya sambil menggenggam dan menggosok tanganku dengan tangannya.
Herdi yang melihatnya pun marah dan menarik tangan ku,
"Jauhkan tangan mu itu, jangan ambil kesempatan"
__ADS_1
katanya penuh emosi
"Apa bedanya dengan mu, bukan kah kemarin kamu sudah meninggalkan nya tak memperdulikannya lagi"
balas herdi dengan kata kata yang lebih tajam.
"Sudah kalian pergilah keluar aku ingin istirahat"
kataku sambil merebahkan badanku sambil merapatkan sleeping bag yang dipinjamkan oleh hartono.
Tanpa harus aku mengulangi kata kataku,mereka berdua keluar sambil tetap saling memberi tatapan mematikan.
Berbeda dengan hartono, karena merasa bersalah sudah mengajak wati, dan semua tidak sesuai dengan rencana yang sudah direncanakannya dari awal, jadi dia hanya diam tidak ingin ikut dalam perang dingin herdi dan andre.
Keesokan paginya, semua sudah bersiap siap untuk kembali turun kebawah.
Setelah sampai dibawah dan saat akan pulang, kembali terjadi perselisihan antara mereka bertiga yang akan mengantarku pulang.
Karena sudah tidak tahan dengan tingkah mereka aku diam diam memilih menumpang pada teman yang lain, dan turun di jalan yang dilewati bus.
Akhirnya aku pulang naik bus.
Dan mereka bertiga juga wulan akhirnya bingung karena kehilangan aku lagi.
* vote vote vote
__ADS_1
like like like👍😘*