
Pagi ini wati yang berperan sebagai putri kemuning dalam kehidupannya kali ini tiba tiba berpenampilan sangat cantik.
Dia akan memulai balas dendamnya dengan cara memikat sang Adipati agar tergila gila dengannya sehingga sang Adipati akan masuk perangkapnya pada akhirnya.
Wati berniat kembali ke kota dengan alasan membeli beberapa bahan untuk meracik obat.
Wati berpesan agar nilam yang menjaga klinik pengobatannya, karena wati tidak ingin geraknya tidak leluasa karena otomatis perhatiannya harus terbagi bila nilam ikut.
"Ndoro...apakah ndoro putri akan pergi ?, kok tidak biasanya ndoro tampil secantik ini ?"
tanya nilam yang keheranan.
"Iya nilam, aku akan ke kota sebentar untuk membeli beberapa bahan yang tidak kita miliki"
"Tapi...apa ndoro putri yakin akan pergi dengan penampilan seperti ini ?"
"Maksudmu bagaimana nilam ?, apakah penampilanku ada yang aneh atau tidak cantik ?"
"Bu..bukuan begitu ndoro, ndoro putri bahkan cantk sekali, hanya..."
"Hanya apa nilam ?"
tanya wati dengan ekpresi bingung
"eh..hanya...saja apa tidak terlalu menarik perhatian ?, saya takut akan ada orang yang berniat tidak baik pafa ndoro putri nantinya ndoro"
__ADS_1
"Kau tidak usah khawatir, aku bisa menjaga diriku sendiri, lagi pula ada si suro dan damar di kota, jadi kau tidak perlu khawatir"
Suro dan damar adalah mantan perampok yang sudah ditaklukkan oleh wati dan sekarang menjadi anak buahnya.
Suro dan damar bekerja menjadi pengawal bayaran dibawah naungan wati, yang kebetulan sedang bertugas menjaga keamanan dikediaman seorang saudagar kaya di kota.
"Baiklah nilam, aku pergi dulu dan kau baik baiklah di klinik"
pesan wati kepada nilam sebelum pergi.
Nilam memandang punggung ndoro putrinya yang berjalan semakin menjauh dengan perasaan was-was.
"Entah kenapa perasaanku tidak tenang melihat kepergian ndoro putri dengan penampilan seperti itu"
nilam kemudian juga pergi tapi dengan tujuan ke klinik pengobatan mereka.
Wati yang sudah berjalan cukup jauh dan dirasa tidak ada lagi yang memperhatikannya,
terlihat wati menoleh ke kanan dan ke kiri lalu bersiul, tak lama kemudian seekor kuda hitam yang besar datang menghampirinya.
"Oke jack apa kabarmu, apa kau sudah siap beraksi, show me now"
kata wati menyapa kuda hitamnya yang bernama blck jack dengan mengusap lembut leher kuda hitamnya sebelum melompat naik ke punggung kudanya.
Wati menarik tali kekang kudanya bersamaan dengan kakinya dikepakkan di kanan kiri badan kudanya dengan salah satu tangan menepuk bagian belakang kudanya.
__ADS_1
"Hya...hya...."
wati memacu kudanya mulai berlari kencang menuju kota.
Setelah cukup jauh berkuda, akhirnya wati sampai di kota.
Penampilan seorang gadis cantik dengan rambut yang diikat agak ditekuk, dengan pakaian setelah celana panjang dan pakaian atas seperti kebaya tapi menyerupai pakaian pendekar pada umumnya, langsung menjadi perhatian semua orang yang melihatnya.
Saat sedang memacu pelan kudanya, mata wati melihat buruannya ada tak jauh darinya.
Ya saat itu sang Adipati sedang berjalan dengan dikawal oleh beberapa pengawalnya.
Wati yang melihat buruannya ada di depannya segera memulai aksinya, dia dengan sengaja memacu pelan kudanya mendekati sang Adipati.
"Hai nona !!!, cepat turun dari kudamu, tidak sopan, apa kau tidak tahu siapa yang ada dihadapanmu saat ini ?!!!"
teriak seorang pengawal yang berjalan tepat di belakang sang Adipati.
"Maafkan saya tuan, saya masih baru disini, jadi nona ini tidak pengenal tuan tuan ini"
kata wati yang langsung turun dari kudanya setelah ditegur dengan kasar oleh pengawal sang Adipati.
*Untuk para readers terimakasih untuk semua dukunganmu, dan tetap ikuti terus ceritaku dan jangan lupa tinggalkan jejakmu dengan vote like koment dan rate 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1