
Setelah hampir satu bulan andre benar benar terpuruk selalu menyiksa dirinya dengan mabuk dan tak habis habisnya menyalahkan dirinya, akhirnya remond berhasil membujuk andre untuk lebih bertanggung jawab dengan memberikan dukungan dan motivasi.
Akhirnya andre kembali bangkit, dia kembali memulai menata kehidupannya.
Setiap hari andre menghabiskan waktunya untuk bekerja bila pagi dan mencari wati setelah pulang kerja.
Andre juga menyebar anak buahnya untuk mencari wati kesetiap kota baik dalam maupun luar pulau.
Begitu pula dengan herdi dan remond, mereka juga melakukan hal yang sama seperti andre, mereka menyebar anak buahnya kesetiap kota bahkan sampai keluar pulau.
Tak terasa hari berganti hari, mingu berganti minggu, bulan berganti bulan bahkan berganti tahun tapi belum ada kabar tentang keberadaan wati.
Sementara disuatu tempat dibelahan lain bumi, di depan sebuah pondok dengan pemandangan yang hijau dan asri dengan udara pegunungan yang sejuk tampak seorang wanita sedang memandang seorang bocah laki laki kecil yang sedang berlatih bela diri dengan seorang laki laki paruh baya.
Wanita itu adalah wati, sudah lima tahun lebih wati tinggal dipondok tempat tinggal ki ireng.
Dan bocah laki laki kecil itu adalah anak hasil hubungan wati dan andre beberapa tahun lalu.
Flashback on
Saat wati menggunakan kekuatannya untuk berpindah tempat pulang kerumahnya, wati lalu membawa eyang putri yang masih tertidur pergi menggunakan kekuatannya itu untuk pergi ke tempat ki ireng, kemudian meminta ki ireng untuk menanamkan ingatan baru ke dalam ingatan eyang putri kalau tempat tinggal ki ireng ini memang tempat tinggal mereka.
__ADS_1
Setelah beberapa bulan akhirnya diketahui kalau wati hamil, karena eyang putri tidak punya ingatan kalau wati pernah menikah membuat eyang putri memendam sedih dalam diam hingga akhirnya eyang putri meninggal dunia.
Saat eyang putri meninggal dunia, wati juga tidak memberikan kabar kepada kedua orangtuanya dan juga pada kedua tantenya karena tidak ingin keberadaannya diketahui orang orang dari masa lalunya.
Flashback off
"Bunda, arya haus...capek bunda"
suara bocah kecil itu membuyarkan lamunan wati.
"Anak bunda hausnya, mmuah...ini susu untuk arya dihabiskan ya sayang, biar arya jadi anak yang sehat kuat dan cerdas"
"Ha...ha...arya memang cucu kakek yang paling hebat, ayo sekarang kita mandi sambil menangkap ikan di kali"
ajak ki ireng lalu menggendong arya pergi ke kali.
Wati tersenyum haru melihat keakraban ki ireng dan anaknya.
"Sebentar lagi umur arya genap lima tahun sudah waktunya dia untuk sekolah, aku akan meminta tolong pada pak dukuh agar menguruskan surat suratnya sehingga arya bisa bersekolah di kampung bawah"
Taklama kemudian wati berjalan menuju kebawah tapi dalam sekejap dia sudah sampi diperkampungan dan langsung menuju kerumah pak dukuh.
__ADS_1
Setelah mengucapkan salam dan dipersilahkan masuk oleh tuan rumah yang tak lain pak dukuh yang memang sudah sangat mengenal wati.
"Ada apa kok tumben neng wati sendiri yang turun kemari"
tanya pak dukuh dengan ramah
"Iya pak, sengaja saya kesini mau minta tolong agar diuruskan surat surat untuk mendaftarkan arya anak saya agar bisa bersekolah di TK terdekat dikampung ini, apa pak dukuh berkenan membantu saya"
"Oh...tentu bisa neng, itumah gampang biar nanti saya yang uruskan, neng nanti tinggal mengantarkan nak arya langsung kesekolah saat pendaftaran siswa baru dibuka,nanti saya akan kabari eneng"
kata pak dukuh ramah.
"Terima kasih banyak ya pak untuk bantuannya, dan ini untuk biaya administrasi mengurus surat suratnya dan pendaftaran sekolahnya"
"Aduh neng ini tidak perlu, seharusnya saya yang berterima kasih pada neng wati dan akinya eneng karena selalu membantu warga yang berobat dengan tulus"
Memang setelah kehadiran wati, ki ireng mulai menampakkan keberadaan dan tempat tinggalnya, dan juga membuka praktek pengobatan untuk warga kampung sekitar kaki gunung.
*Vote vote vote
like like like 👍😘*
__ADS_1