PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Sang Nyonya"


__ADS_3

Wati selalu membatasi aktivitas arya diluar hanya sampai jam 5 sore dikarenakan mereka harus kembali ke pemukiman mereka di lereng gunung.


Wati dan arya selalu pergi pagi untuk beraktivitas dan pulang sore menggunakan ilmu melintasi ruang waktu yang diajarkan oleh ki ireng.


Sehingga kemanapun wati dan arya beraktivitas mereka akan tetap kembali pada sore harinya berkumpul dengan ki ireng di pemukiman mereka di lereng gunung.


Dalam perjalanan akan pulang, di depan kafe tanpa sengaja arya menabrak seorang ibu ibu paruh baya umurnya sekitaran lima puluh tahunan.


"Maaf nyonya saya tidak sengaja karena sedang terburu-buru, apakah anda terluka"


arya segera membantu si nyonya dan memapahnya ke bangku terdekat.


Tapi si nyonya seakan syok sehingga tidak bisa berkata apa-apa sambil matanya terus menatap arya penuh rasa tidak percaya.


"Nyonya apa anda baik baik saja ?, nyonya...nyonya..."


Berulang kali arya memanggil dan menggoyang tubuh nyonya itu agar tersadar.


"Eh..ah...i..iya, saya tidak apa-apa"


jawab sang nyonya sambil tergagap.


"Baikla kalau begitu saya permisi dulu nyonya"


arya berniat langsung pulang begitu tahu nyonya yang ditabraknya baik baik saja.

__ADS_1


Tapi tiba tiba tangannya langsung dipegang oleh si nyonya.


"Tu...tunggu, siapa namamu nak ?, kamu sangat mirip dengan seseorang"


"Oh iya maaf, nama saya arya"


jawab arya salah tingkah sambil memegang punggung lehernya.


"Baikla arya kalo boleh tahu siapa orang tua mu ?"


kembali si nyonya bertanya berharap bisa menggali informasi yang mungkin sesuai dengan tebakannya.


"Maaf nyonya, saya harus segera pergi, tapi kalau nyonya ingin bertemu dengan saya lagi dalam satu minggu ini setiap siang ada di kafe ini"


tanpa banyak bicara lagi arya langsung pergi meninggalkan si nyonya yang masih penuh tanda tanya di kepalanya.


Sementara orang disebrang yang menerima telpon dari sang nyonya langsung terseyum penuh arti.


Sesampainya arya di toko herbal milik bundanya, dia langsung bercerita kepada bundanya tentang peristiwa di kafe tadi, arya juga cerita kalo si nyonya juga bertanya namanya dan juga nama orang tuanya.


Wati mendengarkannya dan menyuruh arya cukup menyebutkan nama bundanya sebagaimana pasiennya mengenal bundanya.


Ya wati memiliki nama lain sesuai profesi nya sebagai tabib di kota besar ini, untuk melindungi identitasnya dan juga keamanannya bersama arya.


"Dan bunda minta tolong agar arya tidak perlu ke kafe itu lagi"

__ADS_1


"Tapi bunda bagaimana dengan teman teman arya, kami masih ada kontrak manggung satu minggu lagi di kafe*** itu"


"Kamu bisa tukar jadwal show ke jam malam"


"Ok lah kalo begitu, nanti arya hubungi teman teman untuk membicarakannya"


"Tapi ini sudah sore arya, kita seharusnya sudah pulang, pasti kakek khawatir karena kita belum pulang"


"Ya bunda bisa pulang lebih dulu, nanti arya menyusul kalo urusan arya sudah selesai"


"Baiklah bunda pulang duluan, tapi ingat jangat melakukan yang aneh aneh, kalau sudah jangan lupa kunci pintu dan cepat pulang kalo sudah selesai"


"Iya...bundaku sayang...arya langsung pulang kalo sudah selesai"


Setelah selesai berpesan pada arya akhirnya wati pulang dan dalam satu kedipan mata sudah menghilang dari pandangan arya.


Sama seperti wati, arya juga sudah mewarisi semua ilmu yang diajarkan oleh ki ireng.


Saat menunggu teman temannya tiba tiba arya mendengar ada suara gemerincing kereta kuda, dan belum habis keheranannya tiba tiba muncul sesosok wanita yang sangat cantik dan memeluk arya.


"Jangan takut arya cah bagus, kamu adalah cucu keturunan ku"


Arya terbangun saat bel pintu tokonya berbunyi.


*vote vote vote

__ADS_1


Like like like 👍😘*


__ADS_2