
"Tapi sebelumnya kita akan mampir ke satu tempat lebih dulu"
sambungnya lagi sambil berteriak.
Setelah itu motor yang melaju mulai mengurangi kecepatannya saat masuk kearea perbelanjaan dan stop di depan sebuah butik.
"Kenapa kita harus mampir ke butik ini"
tanyaku penuh heran.
"Sudah ikut saja"
katanya sambil menarik tanganku masuk kedalam butik
Seorang pelayan butik segera datang menghampiri dengan ramah.
"Selamat datang di butik ****** nona dan tuan"
"bisa saya bantu pakaian seperti apa yang nona dan tuan inginkan"
kata pelayan itu ramah.
"Tolong carikan untuk pacarku ini sebuah gaun yang sederhana tapi terkesan elegan"
katanya sambil melirik kearah wati.
"Baik mari nona ikut saya"
ajak pelayan itu untuk menunjukkan beberapa coleksi terbaru dari butik ini.
Setelah memilih beberapa gaun akhirnya wati keluar dengan beberapa gaun pilihannya untuk meminta pendapat andre.
"Aku tidak tahu mana yang cocok,lebih baik kau bantu aku memilihnya"
kata wati sambil menunjukkan beberapa gaun yang dibawakan pelayan butik tadi.
"Baikla dicoba dulu satu satu biar aku lihat mana yang cocok untuk mu"
__ADS_1
katanya antusias ingin melihat saat wati memakai gaunnya.
"Silahkan nona dicoba dikamar ini dan biar saya bantu"
kata pelayan itu sambil memandu wati ke kamar untuk mencoba gaunnya.
Tak lama itu wati keluar mulai menunjuk kan setiap gaun yang dipakainya bak seorang model ke hadapan andre, tapi expresi andre hanya geleng geleng seakan tidak puas.
Sampai gaun terakhir juga andre tetap tidak menganggukkan kepalanya dan membuat wati kesal.
"Jadi yang mana ?, aku sudah capek dari tadi tidak ada yang kau anggap cocok untuk ku"
katanya kesal mulai merajuk.
"Ha...ha...aku cuma bercanda sayang, itu semua cocok saat kau memakainya kau semakin cantik, sehingga aku merasa tidak ingin kau dilirik pria lain saat memakainya nanti"
katanya sambil menangkupkan tangannya dipipi wati karena gemas dengan expresi wati yang cemberut.
"Ya udah mbak tolong bungkuskan yang ini, ini dan yang ini ya mbak"
Setelah selesai melakukan pembayaran di kasir dan menerima kemasan paperbag yang berisi gaun tadi, andre menggandeng wati keluar dari butik dan sedikit berjalan ke arah sebuah kedai.
"Sudah siang kita makan dulu ya say, aku sudah laper banget"
katanya sok manja sambil menarik wati menuju meja yang paling pojok.
Mereka lalu duduk dan mulai melihat buku menu,ternyata kedai ini menyajikan menu bakso dan soto.
"Aku pesen bakso aja"
kata wati kemudian.
Andre langsung memanggil pelayan dan memesan 2 mangkok bakso dan 2 gelas es jeruk peras.
Sambil menunggu pesanannya wati mulai bertanya pada andre.
"Ndre...untuk apa kamu membelikan aku gaun, dan Kamu bilang akan mengajak ku menemui seseorang itu siapa ?"
__ADS_1
tanya nya penasaran.
"Udah sekarang kita makan dulu"
katanya sambil menunjuk pelayan yang membawa pesanan mereka datang dan mulai menyajikannya diatas meja.
"Terima kasih"
kataku pada pelayan itu.
"Hem...aromanya sedap banget, sudah lama aku nggak makan bakso"
kataku sambil meracik menambahkan saus kecap dan cabe kedalam mangkok bakso dan tak lupa memberikan sepotong kecil perasan jeruk.
"Em...bakso ini benar benar sedap"
kataku sambil mengunyah bakso yang kusuap kedalam mulutku
"Ha..ha...pelan pelan nanti tersedak, aku akan mengajakmu makan bakso lagi kalo kamu suka"
katanya sambil tersenyum memperhatikan wati.
"Iya janji ya.."
kataku dengan mulut penuh.
Setelah suapan terakhir aku yang hendak mengambil tisu untuk membersih bibir karena sisa sisa kuah bakso batal karena...
"Makan bakso sampe belepotan semua kuahnya, seperti anak kecil"
katanya tersenyum sambil membersihkan mulut dan bibirku pake tissu.
"Aku bisa membersihkan sendiri"
kataku sambil malu yang pasti mukaku sangat merah saat ini.
*Dukung terus author dengan vote dan like ya gaes๐๐*
__ADS_1