
Wati yang pulangnya diantar andre dengan keadaan satu kaki dililit kassa putih pada pergelangan kakinya dan juga beberapa plester menempel di kaki yang satunya, membuat bik yati dan eyang putri khawatir.
"Wah iki ngopo toh nduk?, kok sekelmu dadi koyo keneki?" (wah ini kenapa toh nak?, kok kakimu bisa jadi seperti ini?)
kata eyang penuh khawatir sambil mengusap pundak wati lembut.
"Tidak apa apa eyang, tadi wati cuma jatuh, jadi kaki wati terkilir"
kataku meyakinkan tak ingin eyang khawatir.
"Ya sudah, nak andre tolong dibantu, langsung bawa masuk wati ke kamarnya saja, biar wati bisa langsung istirahat"
kata eyang memberi perintah ke andre.
"Iya eyang"
sahutnya sambil memapah wati masuk kekamarnya.
"Besok kamu tidak usah kerja dulu, Kaki mu harus di istirahatkan jangan banyak gerak dulu, biar cepat sembuh"
katanya mengingatkan aku sambil membantuku mendudukan aku ditempat tidur.
"Ingat jangan banyak gerak, atau kakimu itu akan tambah parah dan bengkak nantinya"
katanya cerewet, kembali mengingatkan ku, sebelum dia keluar kamar.
Setelah beberapa hari libur karena insiden kemarin, akhirnya wati yang merasa kakinya sudah baikan dan tidak merasakan sakit lagi. Pagi itu wati berangkat ke kantor tanpa sepengetahuan andre.
__ADS_1
Karena wati dalam keadaan sakit, andre pun hanya menghandel pekerjaan yang ada dikantor pusat dan enggan ke lapangan, sehingga andre tidak tahu kalau hari ini wati kembali bekerja dikantor kecilnya itu.
"Pagi wati, bagaimana kaki mu apa sudah baikan?"
tanya berta pada wati ketika memasuki ruangan nya.
"Iya Alhamdulillah udah baikan, oh iya bagaimana pekerjaan ku selama aku tidak datang bekerja beberapa hari ini?"
"Tenang semuanya ok"
jawab berta sambil mengedipkan mata.
"Dan hati hati dengan sisil, dia pasti akan balas dendam karena semua pekerjaan dilimpahkan ke dia semua selama kamu tidak kerja kemarin"
katanya sambil berbisik yang kubalas dengan senyum tipis.
Ternyata benar baru saja namanya disebut, orang nya sudah muncul.
katanya sambil meletakkan bertumpuk tumpuk invoice pembelian dan dakumen.
"Dasar nenek sihir"
umpat breta setelah sisil pergi.
"A ha..ha...ha...."
aku dan breta tertawa entah karena apa seakan kami merasakan sesuatu yang lucu.
__ADS_1
"Ya sudah aku harus menyelesaikan ini semua, kamu balik keruanganmu sendiri sana"
kataku seakan mengusirnya.
"Serius kamu nyelesaiin semuanya sendiri?"
kata berta mengolok olok ku sambil tersenyum.
'Ah sudah sana pergi, kalau mau bantu tolong buatkan aku teh hangat saja"
kataku sambil mendorongnya keluar.
Disaat aku sibuk dengan pekerjaanku, maka dikantor pusat andre sedang sibuk dengan remond membahas masalah penggelapan dana di departemen keuangan.
"Aku rasa semua sudah cukup untuk membuktikan semuanya, dan sudah saatnya kita menjebloskannya ke penjara ndre"
Kata remond yang sudah lelah bersandiwara untuk mendapatkan banyak bukti penggelapan keuangan yang dilakukan oleh om mereka.
"Baiklah aku juga sudah jenuh dengan drama ini, siapkan semuanya dan segera hubungi pengacara perusahaan, kita akan selesaikan secepatnya"
kata andre memberikan keputusan akhirnya untuk menindak om nya secara hukum.
Ternyata selama penyelidikan remond dan andre bekerja sama, remond sengaja menempatkan dirinya seolah dialah yang menjadi target penyelidikan dan juga terduga pelaku penggelapan untuk bisa mendapatkan bukti bukti kerakusan om mereka.
Sedangkan andre berakting seolah dia termakan oleh permainan om nya dan seolah olah percaya kalau remond adalah pelakunya.
Sampai akhirnya semua bukti sudah terkumpul dan mereka sepakat untuk menindak om nya dijalur hukum.
__ADS_1
Tapi mereka tidak pernah menyangka apa yang akan dilakukan oleh om nya.
*Maaf untuk para readers karena author gak bisa up banyak, tolong tetap dukung author dengan vote dan like nya ya gaes๐๐*