
Pagi ini adalah hari pertama wati mulai bekarja di kantor yang direkomendasikan oleh andre.
Pagi sekali andre sudah datang menjemputnya, seolah dia yang merasa sangat senang karena wati mau bekerja dikantor yang ditunjuknya.
"Assalammu'alaikum"
serunya sambil mengetuk pintu.
"Wa'alaikum salam, mari masuk den"
ternyata bik yati yang membukakan pintu.
"Wati mana bik ?"
tanyanya kepada bik yati
"Neng wati sedang mandi, aden yang kepagian dateng nya"
sahut bik yati sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Em...kalo eyak bik ?"
Tanya nya lagi.
"Eyang mah masih dikamar den, sudah bibik tinggal dulu mau nyiapin sarapan ya den"
kata bik yati sambil menggelengkan kepalanya berlalu kearah dapur.
Tak lama kemudian bik yati datang lagi dengan membawakan segelas teh manis hangat untuk andre.
"Monggo den ini teh hangatnya diminum, aden mau sarapannya bibik bawa kesini atau gimana?"
tanya nya pada andre menawarkan sarapan.
"Nanti saja bik tunggu wati"
jawabnya sambil menyeruput teh hangatnya.
__ADS_1
"Oh..ya sudah, bibik tinggal lagi dulu ya den"
pamit bik yati kembali kedapur.
"Pagi sekali kamu ndre, sudah sampe sini"
sapa wati yang sudah tampil rapi dan manis.
"Sengaja mau numpang sarapan disini"
jawab nya sambil nyengir.
"Yuk kita sarapan sekarang saja, bik yati tadi sudah masak nasi goreng special katanya"
ajak wati sambil berjalan ke ruang makan diikuti oleh andre.
Tampak nasi goreng yang masih hangat dan mengeluarkan aroma sedap yang menggugah selera.
Wati dan andre pun mulai menyantap sarapannya sambil berbincang ringan masalah pekerjaan yang akan ditekuni wati nanti.
Setelah acara sarapan selesai, wati pamit kepada eyang, dan juga bik yati.
Tapi wati akan terkejut karena semua tidak seperti yang dipikirkannya.
Setelah cukup lama perjalanan dengan mobil, akhirnya mereka sampai di bangunan perkantoran yang tidak terlalu besar.
"Selamat pagi pak"
sapa setiap karyawan yang mereka jumpai.
Sesampainya di dalam sebuah ruangan wati dipersilahkannya duduk disebuah kursi belakang meja yang tak jauh dari tempat kursi andre duduk.
Ya, ternyata ini kantor andre tempat dia mengawasi para pekerja lapangan.
Tapi anehnya di meja atau dipintu ruangan nya tidak tertulis inisial jabatan apapun, karena andre tidak mau wati tahu posisinya sebenarnya, yang sebenarnya posisinya di kantor pusat adalah salah satu CEO.
"Mulai sekarang kamu akan bekerja sebagai sekretaris dan nanti akan ada yang bantu kamu mempelajari semua tentang pekerjaan kamu disini"
__ADS_1
katanya menerangkan, kemudian dia menelpon seseorang untuk datang.
"Selamat pagi Pak, ada tugas apa Pak?"
tanya karyawan perempuan itu pada andre, yang membuat wati agak curiga.
"Perkenalkan ini sekretaris saya namanya wati, tolong dibantu"
katanya pada perempuan itu.
"Wati saya akan pergi dulu, kamu silahkan bertanya pada Berta, dia yang akan membantu kamu"
katanya menjelaskan, kemudian berjalan keluar ruangan.
Berta gadis yang ramah dan usianya tidak jauh beda dengan wati, dia menjelaskan keseluruhan poin poin yang menjadi pekerjaan wati nantinya.
Akhirnya karena tidak tahan dengan kecurigaannya, watipun bertanya pada berta.
"Berta kalau aku boleh tahu apa jabatan andre disini ?"
tanyaku penasaran.
"Jadi kamu belum tahu"
tanya nya balik sambil tersenyum, yang kubalas dengan gelengan kepala.
"Dia itu Bos kita disini, posisi dia dikantor pusat tepat nya perusahan XX adalah CEO 2, yaitu wakil Presdir"
katanya menjelaskan
"Itu artinya aku masih bekerja diperusahaan yang sama, hanya atap yang berbeda"
batinku sambil berusaha mencerna semuanya.
"Pantas saja dia bisa tiba tiba menemukanku saat aku kembali ke kota ini"
gumamku sambil menopang dagu memikirkan semua kejadian awal pertemuannya kembali dengan andre.
__ADS_1
*Dukung author dengan vote vote vote like nya ya gaes๐๐*