
Pagi harinya sebelum pergi wati berpesan pada Nilam bahwa dia kemungkinan tidak kembali untuk beberapa hari kedepan karena harus melakukan suatu pekerjaan.
Wati tidak menceritakan kalau kepergiannya sebenarnya hanya kehutan untuk belajar membuat mantra segel pada sang siluman harimau putih.
Wati pergi masuk ke hutan bersamaan saat nilam juga pergi menuju klinik pengobatan milik mereka.
Wati terus berlari masuk ke dalam hutan, tempat dimana dirinya biasa berlatih dan terakhir kemarin dia berlatih dengan ditemani sang Siluman Harimau Putih.
Sesampainya di tempat biasa dia berlatih, wati tak melihat keberadaan sang Siluman Harimau Putih, Wati menggunakan waktu menunggunya dengan mengumpulkan energi alam yang dirasakannya sangat besar ditempat itu.
Setelah setengah hari menunggu, Wati mulai bosan karena sang Siluman Harimau Putih yang ditunggunya yang akan mengajarkannya ilmu cara membuat mantra segel tidak kunjung datang.
"Hah!!...kenapa siluman harimau itu belum datang juga sih?"
gerutunya mulai kesal
"Apa dia lupa dengan janjinya untuk mengajarkan aku cara membuat mantra segel?"
"Sialan harimau itu sudah membuat aku membuang buang waktumu percuma seperti ini"
"Awas saja kalau dia muncul ?"
gerunya tiada henti sambil melempar potongan potongan ranting pohon kesembarang arah untuk melampiaskan kekesalannya.
"Aduh!!..."
Tiba tiba ada suara orang yang berteriak kesakitan karena terkena lemparan ranting yang baru dilemparkan Wati ke arah asal suara mengaduh itu.
__ADS_1
Wati segera berlari kecil untuk menengok siapa orang yang sudah sial menjadi sasaran lemparannya tadi.
"Apa kau baik-baik saja?"
tanya Wati pada seorang pemuda yang cukup tampan menurutnya.
"Apa kau tidak melihat keningku yang benjol ini!!?, masih bertanya lagi"
jawab kesal sang pemuda.
Wati kembali memperhatikan pemuda didepannya itu, wajah yang tampan rambut yang berwarna putih keperakan tapi yang menjadi perhatian Wati bukan penampilan sang pemuda itu, melainkan keberadaan nya yang muncul ditengah hutan ini.
"Heh, apa yang kau lakukan ditengah hutan seperti ini !!?"
tanya Wati dengan galak dan pandangan curiga.
tanya balik sang pemuda pada Wati.
"Karena aku ada perlu disini dan kau tidak perlu tahu, cepat pergi sana, disini tidak aman untuk manusia"
kata Wati berusaha mengusir pemuda itu.
"Apa kau sendiri bukan manusia ?, dan terserah aku, apa hak mu mengusirku dari sini ?"
jawab sang pemuda.
"Kau....,krukkk kruk kriukkkk...."
__ADS_1
Wati tidak jadi melanjutkan kalimatnya karena tiba-tiba terdengar suara jeritan dari perutnya yang sudah sangat lapar.
"Perutmu sudah berteriak minta diisi, ini makanlah dulu"
Pemuda itu memberikan bungkusan yang dibawanya ke pada Wati, kemudian mendudukkan tubuhnya dibawah pohon yang cukup besar disitu.
Wati memperhatikan kalau dia sudah sampai ditempat biasanya dia berlatih, tampaknya dia tidak sadar kalau dari tadi mereka berjalan kearah ini saat berdebat.
Wati juga memperhatikan bungkusan yang diberikan oleh sang pemuda kepadanya, lalu mencium aroma sedap yang keluar dari bungkusan itu.
"Aneh, kau tiba-tiba muncul dan sekarang memberiku makanan ini, seakan kau sudah menyiapkan makanan ini saat akan kemari"
kata Wati sambil memperhatikan wajah sang pemuda yang terlihat malas bersandar di batang pohon itu.
"Sudah makanlah dulu, jangan buang buang waktu, aku tidak memiliki cukup banyak waktu untuk mengajarimu membuat mantra segel"
kata sang pemuda sambil memejamkan matanya.
"Heh, kau bahkan tahu kalau aku disini untuk belajar membuat mantra segel"
"tunggu....tunggu, barusan kau bilang kau yang akan mengajariku membuat mantra segel, jangan bilang kalau kau ini siluman harimau putih itu?"
"Hem, sudah cepatlah habiskan makananmu"
*Sebelumnya author minta maaf pada para readers karena author absen beberapa hari ini gak update, dan author akan berusaha luangkan waktu untuk kembali up tiap hari, tetap semangat jaga kesehatan ya gaes dan ikuti terus ceritaku jangan lupa tinggalkan jejakmu dengan vote dan like 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1