PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Gadis"


__ADS_3

Disaat Gadis dalam keadaan linglung karena akibat dari perbuatannya yang mampu menghancurkan tangan pemuda kurang ajar itu hanya dengan menyentuhnya saat menangkap tangan pemuda itu, tiba tiba seekor harimau putih berukuran besar berlari kearahnya


Harimau putih itu segera mengejar si pemuda yang mulai merasa pusing karena kehabisan darah, Harimau lalu menerkam dan mencabik-cabik tubuh pemuda itu hingga pemuda itu tewas dengan keadaan penuh luka sobek.


Gadis yang menyaksikan bagaimana harimau putih itu membunuh si pemuda yang sudah berniat jahat kepadanya tadi kembali merasakan panik dan takut.


Gadis khawatir jika harimau putih itu juga akan merobek robek tubuhnya, saat Gadis mulai berniat berlari untuk menyelamatkan diri, tiba-tiba harimau itu bersuara dan menyapanya.


"Ratu Kencana Wangi itu adalah dirimu, tak perlu takut padaku karena aku akan mengawasimu selama kamu belum mengenali dirimu, sekarang pulanglah ke rumah Mak Yaya dia sudah sangat khawatir padamu, dan ingat jangan ceritakan semua yang terjadi tadi kepada siapapun."


Ucap sang harimau putih yang tak lain adalah Ashlan.


Gadis yang mendengar dan melihat sendiri bagaimana seekor harimau putih bisa berbicara bahkan telah menolongnya, membuat Gadis terheran heran antara percaya dan tidak percaya.


Gadis mencoba menepuk-nepuk pipinya juga mencubitnya untuk memastikan jika yang barusan dia lihat dan dia dengar itu hanya hayalannya dan tidak nyata.


"pok ! pok ! pok ! aduh ! sakit ! bearti aku tidak sedang berhayal dan harimau putih itu juga masih ada dia nyata."


Ucap Gadis yang membuat Ashlan jengah dan merutuki kebodohan sang Ratu yang sedang kehilangan jati dirinya itu.


"Aku heran tidak sang Ratu tidak juga si Raden, kalian benar-benar bodoh benar-benar pasangan yang cocok, sudah pulanglah."


Ucap Ashlan sebelum berjalan pergi dengan membawa aura sang Raja hutan meninggalkan Gadis yang masih merasa syok dengan apa yang baru saja dialaminya.


Gadis kembali melihat ke arah tubuh pemuda yang tewas dengan keadaan sobek penuh cabikan, lalu mengalihkan kembali pandangannya kearah Ashlan pergi tapi Gadis kembali linglung karena harimau putih itu sudah tak ada lagi disana.


Sejenak Gadis mengembalikan kesadarannya dan mulai berpikir dengan cepat,


"Aku harus segera pulang dan meninggalkan tempat ini sebelum ada orang lain yang melihat mayat orang itu dan berpikiran yang tidak-tidak pada diriku."


Gadis segera berlari dengan sekencang kencangnya meninggalkan jalan setapak dalam hutan bakau itu menuju rumah Mak Yaya.


Sesampainya di rumah Mak Yaya, Gadis langsung menuju bilik mandi di belakang rumah Mak Yaya untuk mencuci tangannya yang masih penuh darah dari tangan pemuda yang tewas tadi.

__ADS_1


Beruntung keadaan mulai gelap, sehingga tidak ada yang melihat kepulangan Gadis yang telapak tangannya berlumuran darah yang mulai mengering.


Setelah yakin tangannya bersih dari noda darah dan tidak meninggalkan aroma anyir darah, Gadis mulai masuk ke rumah melalui pintu depan lagi.


Sebelum masuk ke dalam rumah,Gadis lebih dulu memperhatikan pakaiannya khawatir seandainya ada noda darah yang menempel di pakainya yang terlewat dari matanya.


Setelah yakin barulah Gadis mulai mengucapkan salam terlebih dahulu sebelum masuk kerumahnya Mak Yaya yang menjadi tempat tinggalnya saat ini.


"Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh, Gadis pulang Mak."


Gadis masuk kedalam rumah yang langsung di sambut oleh Mak Yaya, akhirnya Mak Yaya merasa lega seolah beban dan ke khawatirannya tadi telah menguap bersamaan pulangnya Gadis.


"Wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh, Alhamdulillah akhirnya kamu sampai juga di rumah Gadis cantik."


Ucap Mak Yaya merasa lega sambil menggandeng tangan Gadis membawanya duduk di lantai yang beralaskan tikar pandan.


"Kenapa tangan kamu dingin sekali nak? apa kamu merasa lelah atau kamu sedang ketakutan? apakah ada yang mengganggumu tadi?"


"Tidak Mak tidak terjadi apapun, tadi Gadis hanya lelah berlari karena takut berjalan ditengah hutan sendirian."


Jawab Gadis dengan menampilkan senyuman palsunya untuk mengusir kekhawatiran Mak Yaya tadi.


"Syukurlah, tadi Mak sangat khawatir, takut terjadi hal buruk pada kamu, Mak takut ada orang yang berbuat jahat pada kamu nak."


Ucap Mak Yaya mengatakan semua kekhawatiran yang dirasakannya tadi saat Gadis belum juga pulang padahal hari mulai gelap.


"Mak, Gadis mau mandi dulu ya, rasanya tubuh Gadis lengket semua Mak setelah berlarian tadi."


Ucap Gadis, lalu berdiri dari duduknya hendak mandi, dan lebih dulu mengambil pakaian ganti di rak dalam kamar tidur.


Mak Yaya menemani Gadis dan menunggu di belakang rumah selama Gadis sedang mandi di bilik mandi sederhana yang dindingnya hanya terbuat dari anyaman bambu.


Itulah yang selama ini dilakukan Mak Yaya bila Gadis sedang mandi, Mak Yaya sangat perhatian dan sangat menjaga Gadis, Mak Yaya takut terjadi hal buruk dikarenakan paras Gadis yang sangat cantik.

__ADS_1


"Sudah Mak ayo kita masuk, harusnya Mak tak perlu berlebihan seperti ini menjaga Gadis."


Ucap Gadis sambil merangkul pundak Mak Yaya mengajak wanita tua itu kembali masuk ke rumah.


"Mak sudah makan belum?, Gadis ini bukan anak kecil yang harus Mak jagain terus, Gadis janji akan baik baik saja Mak."


Ucap Gadis sambil mengambilkan makan untuk Mak Yaya.


"Mak ini cuma punya kamu Gadis, Mak takut kalo kamu di luar sendirian, besok lagi kalo ada acara pesta dipantai seperti tadi Gadis tidak usah ikutan menonton apalagi sampai gelap begini pulangnya."


Ucap Mak Yaya menasehati Gadis.


"Iya Mak Gadis juga kapok, Gadis gak mau pulang sendirian lagi lewat hutan."


Kata Gadis sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


Malam harinya saat akan tidur, Gadis kembali teringat kejadian sore tadi. Gadis memperhatikan kedua telapak tangannya mengingat bagaimana tangannya mampu menghancurkan tangan pemuda yang hendak menyentuhnya tadi.


"Ada kekuatan apa sebenarnya pada tanganku ini?, bagaimana aku bisa menghancurkan tangan orang itu hanya dengan menyentuhnya?"


Batin Gadis sambil membolak-balikkan kedua telapak tangannya.


"Aku akan coba untuk menghancurkan besi tempat tidur ini bisa gak ya."


Batin Gadis, lalu mulai menggenggam kuat batangan besi tempat tidurnya berharap besi itu akan hancur atau setidaknya akan bengkok.


*Hai gaes maaf ya karena outhor lama gak update, satu kata selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau hanya 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*,


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2