PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Secercah Harapan"


__ADS_3

Sesampainya di toko herbal bundanya, arya segera menuju keruangan tempat bundanya biasa menerima pasien untuk berobat atau sekedar konsultasi.


"Mbak, bunda sudah sampai belum ?"


tanya arya pada pegawai tokonya


"Sudah dari setengah jam tadi ibu datang"


"Oh ya sudah, oh...iya mbak kalo ada yang nyari, bilang aja aku sedang tidak mau diganggu terserah alasan apa aja ya mbak"


Sebelumnya arya sempat berpesan pada pegawai tokonya agar mengatakan kalau dia sedang tidak ingin diganggu kalau ada yang mencarinya.


Dan dijawab dengan anggukan kepala patuh oleh pegawai tokonya.


Untuk remaja seumuran arya dia memiliki penampilan yang sempurna dengan wajah tampan dan talenta suaranya membuatnya semakin sexy dimata banyak wanita yang melihatnya.


Begitu pula dengan para pegawai tokonya yang selalu berbisik bisik mengagumi nya.


"Arya itu cakep ganteng banget,kalo aku seumuran dengannya sudah aku jadiin pacar wkwkwkk..."


"ha...ha...ha....kamu itu kepedean, belum tentu juga dia mau sama kamu mila"


kata teman lainnya sambil tertawa melonyor kepala temannya yang bernama mila.


Tiba tiba canda tawa para pegawai toko itu terhenti saat seorang pria berdiri di depan toko.

__ADS_1


"Selamat datang di toko herbal Ny.Elly ada yang bisa kami bantu tuan"


kata para pegawai serempak menyambut pelanggan yang datang.


"Maaf saya tidak akan membeli apapun, tujuan saya sebenarnya ingin bertanya tentang pemuda yang barusan ketoko ini"


"Maksud tuan bagaimana ya ?"


tanya seorang pegawai yang menatap pria dihadapannya dengan mimik wajah yang tiba tiba berubah saat menyadari wajah yang persis dengan anak nyonyanya.


"Iya tadi ada seorang pemuda yang bermotor datang ke toko ini, apa mbak bisa beri tahu saya dimana pemuda itu sekarang ?"


"Dia anak nyonya pemilik toko herbal ini dan tadi dia berpesan untuk tidak di ganggu"


jawab pegawai itu menerangkan.


tanya pria itu berpura-pura lupa nama pemuda yang sebenarnya tidak pernah berkenalan dengannya.


"Arya namanya tuan"


jawab si pegawai yang sontak mengagetkan pria itu, tapi segera dia menormalkan ekpresi wajah terkejutnya itu.


"Oh iya arya, sampaikan saja kearya kalo saya sudah menemukan anak saya, dan tolong berikan kartu nama saya ini padanya, ingat berikan kepada arya langsung jangan yang lainnya"


Pria itu tidak ingin rencananya gagal bila memang tebakannya benar, dia tidak ingin wati lebih dulu merusak rencananya sebelum rencananya sendiri berhasil.

__ADS_1


Pria itu meninggalkan toko herbal itu dengan wajah yang cerah, secercah harapan Kembali muncul dalam hidupnya.


Setelah masuk ke dalam mobil hitam mewah nya dia segera menghubungi seseorang lewat HP nya.


"Cepat awasi toko herbal Ny.Elly, ambil fotonya dan juga foto wanita pemilik toko herbal ini, aku mau hasil secepatnya"


Pria itu masih duduk di mobil nya masih setia memandang kearah toko herbal di seberang jalan itu dengan wajah yang kembali bahagia.


Dia kembali mengenang wajah tampan pemuda yang diyakini adalah anaknya, dia kembali tersenyum dan mungkin kalau ada orang lain yang melihat tingkahnya yang tersenyum senyum sendiri akan mengira kalau pria itu sudah gila.


Sementara di toko herbal wati para pegawai yang tadi memperhatikan wajah pria yang begitu mirip dengan arya, tidak tahan untuk bergosip.


"Kalian tadi memperhatikan tidak kalau wajah laki laki tadi begitu mirip dengan wajah arya"


tanya pegawai itu pada temannya yang lain sambil berbisik-bisik.


"Iya benar, aku kira cuma aku aja yang memperhatikan kemiripan wajah orang itu dengan arya"


balas yang lainnya masih sambil berbisik.


"hus....sudah nanti kalau terdengar oleh ibu atau arya bisa bisa kita akan dapat masalah"


kata yang lainnya mengingatkan teman yang lainnya.


*Terima kasih untuk para readers semuanya yang selalu setia membaca ceritaku ini,

__ADS_1


dukung terus author dengan vote dan like 👍😘*


__ADS_2