PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Yang Aku Perdulikan Cuma Kamu"


__ADS_3

Dalam perjalanan pulang dari kantor, andre sengaja tidak langsung mengantar wati pulang kerumahnya.


Andre mengajak wati muter muter mengelilingi kota dengan motornya.


"Aku ingin selamanya seperti ini, selalu berdua denganmu"


kata andre yang tidak terdengan jelas oleh wati karena suaranya terbawa angin dan kalah oleh suara motornya.


"Ha..apa kamu bilang apa barusan, aku tidak jelas!?"


tanya wati dengan setengah berteriak tapi tidak mendapat jawaban dari andre, hanya mendapat tepukan di punggung tangannya yg memeluk pinggang andre.


Wati semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang andre.


"Entah kenapa tapi aku merasa sangat nyaman saat memelukmu seperti ini"


batin wati, sambil menyenderkan kepalanya ke punggung andre.


Berbeda dengan andre yang justru gelisah karena harus meredam semua gejolak ditubuhnya.


"Ah...jantungku ini seperti ingin meledak, getaran getaran ini oh...shit.."


gumamnya gelisah saat bagian bawah tubuhnya mulai menegang.


"Wat...kita cari makan dulu ya, itu ada bakmie jawa kelihatannya rame yang makan disitu, pasti enak"


untungnya andre melihat warung mie jawa dan berusaha mengalihkan kegelisahannya dengan mengajak wati makan.


"Ayolah aku juga sudah lama gak makan mie jawa"


Andre segera menepi dan memarkirkan motornya dekat warung.


"Hem...dari aromanya saja sudah harum pasti sedap"


kata wati sambil melangkah masuk kedalam warung.


"kamu mau yang goreng apa kuah ndre"

__ADS_1


"Aku yang goreng saja yang special"


Wati menghampiri sipenjual mie dan memesan menu pilihannya.


"Mang, pesen yang special ya, satu goreng dan satu kuah, sama es jeruk perasnya dua"


"iya, monggo di tunggu ya mbak"


jawab si bapak penjual yang sedang sibuk memasak mie jawa pesanan para pelanggannya yang sedang mengantri.


Sambil menunggu pesanannya, wati bercakap cakap dengan andre.


"Ndre...aku dengar gosip dikantor tadi, katanya selama aku sakit kemarin, sisil dapat musibah ya?"


"Hem"


jawab andre sambil memainkan ponselnya


"Apa benar sisil jadi korban pelecehan ndre?"


"Aku tidak tahu"


"Apa kamu terlibat dengan kejadian yang menimpa sisil?"


tanya wati sambil menyelidik ekspresi wajah andre.


Tapi andre tidak memberi ekspresi apapun hanya menggelengkan kepalanya dan masih asik dengan ponselnya.


"Ndre..!"


"Bisa gak kamu nyimak dulu apa yang aku bicarakan"


dengan emosi wati bicara agak keras dan merebut ponsel andre.


Andre hanya menarik nafas dan memandang wati tajam seolah menembus mata hitam wati.


"Apapun yang terjadi pada sisil aku tidak peduli, jadi jangan membicarakannya lagi"

__ADS_1


"Yang aku perdulikan cuma kamu, itu sudah cukup, ok!"


katanya penuh penekanan.


Untung saja pesanan mie jawa mereka datang, sehingga menghapus ketegangan barusan diantara mereka seolah tidak terjadi apa apa.


"Mie nya sudah datang ayo kita makan dulu, nanti keburu dingin"


kata andre sambil menepuk punggung tangan wati.


"Gimana enak nggak mie jawa kuah nya?, kalo punyaku cukup enak"


celoteh andre berusaha memecah kebisuan mereka.


"Lumayan, kamu mau?"


tanya wati yang dijawab anggukan oleh andre.


"Tapi harus kamu yang nyuapi"


katanya manja


"Ya ini, aaak"


wati menyuapkan ke mulut andre seperti ibu yang menyuapi anaknya.


"Nah sekarang kamu coba yang mie jawa gorengnya"


"Gantian aku yang nyuapi kamu, aaak..."


Akhirnya aksi suap menyuap pun terjadi dan tanpa mereka sadari kalo mereka berdua menjadi tontonan,membuat yang melihat tersenyum dan cemburu karena keromantisan mereka.


"Wah serasi banget ya mas dan mbak nya ini, bikin yang liat pada iri"


kata si bapak penjual mie, sambil tersenyum membuat wati malu.


"Mang pesen yang goreng nya satu lagi, dibungkus ya mang"

__ADS_1


kata wati untuk menutupi malunya, juga kebetulan ter-ingat pada eyang putrinya sehingga memesan satu bungkus lagi.


*tolong bantu vote dan like nya ya👍😘*


__ADS_2