
"Ya sudah, ayo sekarang kita pulang, ini sudah sangat malam, maaf jadi membuatmu kerja keras di hari pertama mu bekerja"
kata Marco sambil menepuk bahu Arya.
"Santai saja bos, asal kompensasinya tidak mengecewakan"
kata Arya yang sontak membuat Marco terkekeh.
"Ha...ha..... ternyata kau ini tak jauh berbeda dengan Boy"
Marco semakin terbahak tawanya mengigat watak Arya yang tak jauh beda dengan anaknya si Boy yang tak pernah mau rugi.
"Rud kita langsung ke jl.xx antar Arya pulang, dan kamu Arya biar besok pagi Rudi yang jemput kamu"
kata Marco memberi perintah kepada Rudi.
"Baiklah bos, maaf ya bang Rudi jadi ngerepoti"
balas Arya merasa tak enak pada Rudi sopir perusahaan.
Akhirnya mereka sampai di pemukiman perumahan milik Oma-nya Arya.
"Terimakasih banyak om, bang Rudi, selamat malam"
kata Arya setelah turun dari mobil Marco.
Setelah mobil itu kembali melaju meninggalkan halaman rumah, barulah Arya berjalan masuk kedalam rumah.
"Ah....benar benar hari yang melelahkan"
Arya langsung menghempaskan tubuhnya ke atas sofa.
"Oh...honey, sayangnya Oma sepertinya sangat lelah, bagaimana hari pertama kerja mu sayang?"
tanya wanita tua berwajah bule yang tetap cantik dan menawan itu.
"Oma....capek....."
sahutnya manja sambil memindahkan kepalanya kepangkuan sang Oma.
__ADS_1
"us...us...baru satu hari sudah mengeluh capek, gak patut....gak patut....ha...ha....ha...."
"Apaan sih Oma ni, ini beneran capek Oma...., tadi ada insiden di lahan yang masih sengketa, beberapa orang terduga memprovokasi warga sehingga situasi benar benar kacau tidak kondusif"
"Lalu...."
tanya Oma sambil mengusap lembut puncak kepala cucunya itu.
"Om Marco hampir menjadi korban penusukan, beruntung dapat dihindari"
"Seperti itulah dunia bisnis, nyawa kita menjadi target musuh kapanpun dan dimanapun, kamu masih harus banyak belajar pada Marco dan harus lebih berhati hati"
"Arya kira seorang pengusaha itu cukup duduk manis dibelakang meja, semua pekerjaan tahunya beres, tapi ternyata sangat berat ya Oma"
"Hem....itu baru sedikit yang kamu lihat, masih banyak lagi yang belum kau ketahui sayang"
"Ya sudah sekarang kamu mandi dulu sana, masam uh...."
Oma segera menepuk pundaknya dan mengibaskan tangannya di depan hidung dengan mimik muka seolah kebauan.
Arya langsung berdiri dan hidungnya mengendus ketiaknya kanan kiri
"Hem, masih wangi Oma..."
Setelah selesai dengan aktivitas mandi dan makan malamnya yang sudah sangat kemalaman itu, Arya segera merebahkan dirinya di atas kasur empuk nya.
Tapi acara rebahannya terpaksa terganggu oleh suara ponselnya berdering berulang.
Setelah dilihat nama Boy muncul dilayar ponselnya, mau tak mau Arya menerima panggilan nya.
"Hem...."
kata nya sebagai salam pembuka dengan mata tertutup.
"Lemes amat sih,"
sahut suara disebrang
"Ngantuk, capek, kalo gak penting gua tutup nih"
__ADS_1
"Owww.... sorry udah ganggu, apa separah itu dilapangan tadi bro?, sampe lo K.O gini"
"Hem...tanya sendiri ama bokap lo"
"Papi tadi udah cerita, thanks banget ya bro, lo udah nyelametin nyawa bokap gue tepat waktu"
"Udah kewajiban gue sebagai asisten om Marco, kalo itu terjadi pada orang lain juga pasti gue juga akan lakuin hal yang sama, jadi nyantai aja bro"
"Thanks ya bro, gue gak akan lupain pertolongan lo ini, mulai sekarang kita bukan hanya sahabatan tapi sodaraan brother"
"Ok brother, apa sekarang gue udah boleh tidur?"
"Ha..ha...ha.... ok ok, gue gak ganggu lagi, lo udah boleh tidur sekarang, nice sleep"
sambungan di matikan dari sebrang.
Pagi harinya
Arya yang sudah tampil rapi menunggu jemputan Rudi supir perusahaan.
Sampe hari mulai terang dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul delapan lebih tapi si supir perusahaan itu belum juga muncul.
"Hallo, pagi om...e...kok bang Rudi belum jemput kesini ya om"
"Pagi Arya, maaf yang jemput kamu bukan Rudi tapi Boy, mungkin bentar lagi Boy sanpe"
"Ok om, siap"
Ditunggunya sepuluh menit berlalu, lima belas menit belum muncul, dua puluh menit lanjut tiga puluh menit masih gak nongol, akhirnya di telponnya sobat tengilnya satu itu.
"Bro lo niat jemput gue apa lagi ngapain"
"Sorry bro, gue khilaf gara gara LS500 mantap banget bro"
"Hais....buruan, awas aja kalo lecet lo harus ganti baru dua yang kayak gitu"
"Iya...iya...sabar ini juga udah menuju kesitu, pelit amat sih lo"
"Lo gak salah ngatain?, la bokap lo CEO Group WHA tajir melintir kan tinggal minta doang, udah buruan mari lo"
__ADS_1
*Alhamdulillah akhirnya hari ini author bisa update walau mungkin hanya satu bab, terima kasih banyak untuk para readers yang selalu setia menanti author untuk up, jangan lupa tinggalkan jejakmu vote like koment dan rateππ*
ππππππππππππππππππππππππππππππππ