PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Wangi Untuk Arya"


__ADS_3

Mak Yaya yang melihat Gadis tiba-tiba limbung segera menangkap tubuh Gadis saat Gadis mulai tidak sadarkan diri. Namun karena tubuhnya yang tua tak dapat menahan berat tubuh Gadis, akhirnya Mak Yaya pun ikut terjatuh terduduk dengan tetap merangkul tubuh Gadis yang sedang pingsan.


"Gadis.... Gadis... kamu kenapa nak?!"


Teriak Mak Yaya yang panik saat terjatuh dengan Gadis yang ada dalam pelukannya.


Beberapa pengunjung yang ada di dekat Mak Yaya segera menolong dan membantu Mak Yaya dengan menggeser tubuh Gadis yang pingsan kesamping agar Mak Yaya bisa bangun dari posisi jatuhnya.


Mak Yaya yang panik tak tahu harus berbuat apa, dirinya hanya bisa menggoyang goyangkan tubuh Gadis berharap Gadis akan segera terbangun.


Arya yang melihat bagaimana gadis bercadar di depan sana terjatuh tanpa sebab itu, refleks langsung meletakkan gitarnya sembarang tempat dan berlari mendekat ke arah Gadis yang pingsan.


"Permisi permisi biarkan saya membantunya."


Kata Arya saat berusaha mendekat kearah gadis diantara kerumunan pengunjung yang teralihkan perhatiannya ke pada Gadis yang pingsan.


Semakin dirinya dekat dengan Gadis semakin jelas aroma harum wangi bunga dari tubuh Gadis, aroma harum yang sangat dia kenali milik Wangi yang sangat dirindukannya akhir akhir ini karena tak pernah hadir setelah dirinya mendapatkan cincin bermata mustika ungu yang sudah tersemat di jari tengahnya.


Arya yang mendapatkan sedikit keyakinan jika gadis bercadar ini kemungkinan adalah Wangi, dirinya segera menghampiri Gadis dan segera menggendongnya membawa ke arah mobilnya.


"Biarkan saya membantu membawanya ke Rumah Sakit."


Kata Arya sebelum mengangkat tubuh Gadis yang dijawab anggukkan kepala oleh Mak Yaya.


Mak Yaya mengikuti mengekor dengan berlarian di belakang Arya yang membawa Gadis kearah mobilnya yang terparkir cukup jauh dari lokasi mereka sebelumnya.


Boy yang melihat apa yang dilakukan Arya tadi dengan sigap ternyata sudah lebih dulu berada di dekat mobil dan membukakan pintu mobil untuk mereka.


Arya memilih duduk di bangku penumpang di belakang bangku pengemudi dengan Gadis yang masih tidak sadarkan diri dalam pelukannya.


Mak Yaya dipersilahkan Boy untuk ikut dan duduk di bangku depan disamping dirinya.

__ADS_1


"Maaf Ibu apa boleh saya membuka cadar penutup wajah anak Ibu ini, agar dirinya dapat bernafas lebih lega?"


Tanya Arya yang sangat ingin melihat wajah Gadis untuk memastikan apakah gadis yang ditolongnya ini benar Wangi atau bukan.


"Bagaimana ini, apakah tidak apa apa jika mereka melihat wajah Gadis, aku khawatir mereka akan memiliki niat tidak baik pada Gadis setelah melihat kecantikannya, tapi apa yang dikatakan pemuda ini benar, Gadis akan lebih lega bernafas jika penutup wajah di buka dan semoga mereka tidak memiliki niat buruk setelah ini."


Batin Mak Yaya menimang nimang apakah dia harus membolehkan pemuda yang menolong mereka membuka penutup wajah Gadis.


Mak Yaya yang awalnya ragu akhirnya membolehkan Arya untuk membuka cadar penutup wajah Gadis setelah mempertimbangkan banyak hal.


"Baiklah Nak kamu boleh membukanya tapi Mak harap jangan ada niatan jahat dihati kalian setelah melihat wajahnya."


Ucap Mak Yaya dengan menarik napas beratnya.


Sementara itu Boy hanya menyimak percakapan antara sahabatnya Arya dengan wanita tua disampingnya, tapi pandangannya tetap fokus ke depan ke jalan yang mereka lalui.


Dengan jantung berdegub penuh rasa harap dan penasaran akhirnya jari jari tangan Arya mulai membuka cadar penutup wajah Gadis.


Airmata langsung mengalir begitu saja saat dia melihat wajah gadis yang sangat dia kenali dan rindukan, Arya semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Gadis yang telah dikenalinya sebagai Wangi.


"Nak kamu jangan berbuat kutang ajar, kenapa kamu mencium anakku seperti itu?"


Tegur Mak Yaya dengan nada terdengar ada amarah didalamnya karena tak suka dengan sikap Arya.


"Mak tolong bicara yang jujur, apa benar ini anak Mak? karena dia ini adalah gadis yang saya cari cari beberapa bulan ini."


Arya justru memberikan pertanyaan kepada Mak Yaya, yang membuat Mak Yaya bimbang tak tahu bagaimana harus menjawabnya.


Di depan, dari kaca spion Boy yang melihat bagaimana perubahan sikap Arya dan bagaimana sahabatnya itu menciumi gadis yang ditolongnya dengan meneteskan air mata membuat Boy ikutan menjadi bingung seperti apa yang terjadi pada Mak Yaya.


"Apa.... apa.... maksud pertanyaan kamu Nak, tentu saja dia.... emmm.... Gadis ini anak Emak, dia hanya kehilangan ingatannya setelah sempat terseret ombak beberapa bulan lalu."

__ADS_1


Ucap Mak Yaya menjawab pertanyaan Arya dengan mengatakan kejujur di satu bagian dan menyembunyikan sebagian lainnya lagi.


"Mak tolong jujur, Gadis ini bernama Wangi, dia seseorang yang sangat bearti bagi saya Mak.'


Ucap Arya meminta Mak Yaya untuk berkata lebih jujur.


"Hahhh.... baiklah baiklah... Gadis ini sebelumnya Emak temukan dalam keadaan tak sadar sepertinya dia korban yang terseret ombak, setelah sehat dia tak mengingat apapun dan Emak yang tak punya anak akhirnya mengambil Gadis sebagai anak Emak."


Dengan putus asa dan berat hati akhirnya Mak Yaya menceritakan siapa Gadis sebenarnya.


"Terimakasih banyak Mak, karena telah merawat Wangi selama beberapa bulan ini, setelah ini Wangi akan ikut saya dan Emak juga boleh ikut, karena mungkin yang ada dalam kenangan Wangi adalah ingatan barunya sebagai anak Emak."


Ucap Arya tulus kepada Mak Yaya.


Arya sadar dalam ingatan Wangi saat ini mungkin cuma ada Mak Yaya karena hilangnya semua ingatan Wangi, pastinya gadis cantik yang biasa berbuat absurd jika sedang didekatnya dulu sudah tak lagi mengingatnya.


'Tapiii.... bagaimana ya? Emak bingung, bagi Emak ini Gadis adalah anak Emak tapi berat bagi Emak untuk meninggalkan rumah Emak di pesisir ini."


Ucap Mak Yaya yang menjadi dilema karena satu sisi tak ingin berpisah dari Gadis, dan sisi lain dia mencintai tempat tinggalnya.


"Bro ini kita mau ke Rumah Sakit di kota sekalian balik, atau kita ke klinik terdekat aja?"


Tanya Boy tiba-tiba yang memutus percakapan Mak Yaya dan Arya.


"Kita langsung pulang ke kota bro, Wangi butuh perawatan yang lebih intensif agar ingatannya kembali pulih."


Ucap Arya seolah memberikan perintah kepada sopirnya.


*Hai gaes maaf ya karena outhor lama gak update, satu kata selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau hanya 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*,


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2