PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Anak Kurang Ajar Kuwalat Dunia Akhirat"


__ADS_3

Tak terasa kami sudah sampai di komplek perumahan condong catur, dan lagi lagi aku minta diturunkan di depan jln.cempaka karena aku tidak mau muncul gosip miring tentang kami berdua, dan herdi mulai bisa memahami maksud ku sehingga dia hanya mengangguk dan kembali melaju dengan sepeda motornya setelah menurunkan aku.


Setelah menelusuri beberapa lorong kecil ahirnya aku sampai di rumah.


"Assalammu'alaikum.."


seru ku mengucapkan salam sambil masuk ke rumah.


"Eyang...wati pulang"


seru ku lagi, tapi tidak ada jawaban apapun.


Saat masuk kedalam ku lihat tidak ada siapapun di dalam rumah,


"mungkin eyang putri sedang kewarung"


pikir ku, sambil berlalu berjalan ke arah kamar mandi.


Setelah semua aktivitas rutin ku sepulang dari sekolah, akhirnya eyang putri pulang bersama dengan eyang kakung.


"Syukurla eyang sudah pulang, wati khawatir karena waktu pulang di rumah kosong gak ada orang" kata ku nyerocos penuh khawatir.


"Eyang putri sama eyang kakung tadi pergi kemana ?..kok pergi tapi rumah tidak di kunci"


tanya ku lagi pada eyang.

__ADS_1


"Eyang putri lan eyang kakung mau betandang nang umah eyang sis"


(eyang putri dan eyang kakung tadi pergi berkunjung kerumah eyang sis),


eyang putri menjelaskan


*eyang sis itu saudara sepupu eyang kakung*


"Ada hal apa toh yang kok tumben sampe sudah mahgrib masih belum pulang tadi"


tanya ke lagi pada eyang.


"Itu putra putrane eyang sis mau dho tekan sowan nang umahhe eyang sis"


(itu anak anak eyang sis tadi pada datang tilik ke rumah eyang sis),


(kasihan eyang sis itu, sudah tua tidak ada yang mau mengurus hidup nya),


keluh eyang sambil menari napas


"tau tau putra putra-ne dho teko gor mbahas warisan"( tiba tiba anak anaknya pada datang hanya untuk membahas warisan), eyang lanjut bercerita,


"Rumah eyang sis wes di dol ra setau eyang sis, anak teko gor arep bebagi duet-te"


(rumah eyang sis sudah di jual tanpa sepengetahuan eyang sis, anak nya datang cuma untuk berbagi uang).kata eyang dengan sedih.

__ADS_1


"Jadi eyang sis akan ikut siapa yang,kalo rumah nya sudah di jual"


tanya ku pada eyang.


"Yo kuwi seng beken melas nelongso ngerasak-ake, mikirke urip-pe eyang sis"


(ya itu yang bikin sedih ngerasakan nya, mamikirkan hidup nya eyang sis)


eyang tampak sedih dan kembali melanjutkan ceritanya.


"Putra putra ne kuwi anak kurang ajar kabeh,kuwalat dunia akhirat,wes diasuh digedeke kanti dadi uong neng balesane kurang ajar, boro boro eling nawari ngopeni uong tuo malah arep buang uong tua-ne"


(anak anak nya itu anak kurang ajar semua, kuwalat dunia akhirat, sudah didik dibesarkan sampai jadi orang sukses tapi balasan nya kurang ajar, alih alih inget menawarkan untuk mengurus orang tua tapi malah mau buang orang tua nya"


kata eyang putri penuh amarah yang berapi api.


"Tenang eyang yang sabar, maksud eyang mau buang orang tua nya itu bagaimana itu eyang" tanya ku bingung tidak mengerti.


"putra putra-ne seng kurang ajar kuwi arep ngeterke eyang sis nang panti jompo"


(anak anak nya yang kurang ajar itu ingin membawa eyang sis ke panti jompo)


kata eyang putri lagi dengan amarah dan sedih yang bercampur.


Eyang kakung hanya bisa menarik napas dan menghembuskan nya lagi dengan berat dan ekpresi yang tak kalah sedih nya.

__ADS_1


*Hallo readers baca terus karya ku ya, dan jangan lupa untuk vote like nya👍😘*


__ADS_2