
Selama beberapa hari terakhir Arya menghambiskannya waktunya untuk berlatih bersama Ki Ireng dan Ashlan.
Akhirnya tiba saatnya Arya dan Oma-nya harus kembali ke Pontianak.
Andre dan Wati, beserta teman-teman Arya ikut mengantarkannya ke terminal pemberangkatan di bandara.
Mereka semua mengantar sampai yakin pesawat yang Arya dan Oma tumpangi lepas landas dan mengudara, barulah mereka semua pulang dan pergi ke tujuan masing-masing.
Setelah melakukan perjalanan selama tiga jam di udara, akhirnya pukul tujuh malam waktu setempat Oma dan Arya sampai di bandara udara Supadio.
Beberapa orang berpakaian hitam yang merupakan tim keamanan dari Oma-nya sudah menunggu di stasiun penjemputan.
Tapi untuk tetap menyembunyikan keberadaannya, Arya tetap mengendarai mobilnya sendiri yang sudah dibawakan oleh salah satu anggota keamanan Oma-nya, dan tidak bergabung dengan sang Oma.
Arya membuat jarak yang cukup jauh dari kendaraan yang menjemput Oma-nya untuk berjaga-jaga.
Saat fokusnya Arya pada jalan raya dan pada mobil yang terdapat Oma di dalamnya, tiba tiba terdengar suara seorang gadis sedang bersenandung kecil yang membuat fokus berkendaraannya terpecahkan.
Refleks Arya menoleh ke samping kirinya, dan tampaklah seorang gadis cantik sedang tersenyum manis masih terus bersenandung.
"Ratu... bagaimana bisa ada disini, dan sejak kapan?"
Tanya Arya yang sempat dibuat kaget oleh kehadiran sosok gadis gaib disebelahnya.
"Sejak terakhir bertemu denganmu Raden, aku selalu mengikutimu aku tidak mau kamu menghilang seperti waktu itu lagi."
"Tapi kenapa harus mengikutiku dan selalu ingin bersamaku?"
Tanya Arya pada sosok gadis di sebelahnya.
"Karena kita ditakdirkan untuk bersama Raden."
Jawab si gadis yang tiba-tiba sudah memeluk Arya yang sedang mengemudikan mobilnya dan otomatis membuat Arya kaget.
"Huwaa.... hentikan Ratu jangan begini, atau kamu ingin aku mati ya "
Pekik Arya yang kaget karena tiba-tiba si gadis memeluknya.
"Kenapa begitu bagaimana bisa cuma karena memelukmu bisa membunuhmu Raden? hi... hi... hi..."
Kata si gadis sambil tertawa geli menertawakan kata kata Arya.
"Ratu... lihatlah saat ini aku sedang mengemudikan kendaraan ini, jika kamu bertingkah seperti tadi dan mengejutkanku bisa jadi aku celaka menabrak sesuatu dan mungkin bisa membuatku mati kehilangan nyawa."
__ADS_1
Jawab Arya berusaha memberikan pengertian kepada sosok gadis di sampingnya.
"Tidak.... tidak.... jangan bicara begitu lagi, jangan bicarakan kematian, aku tidak mau jika harus kembali menanti kelahiran yang berikutnya."
Sahut si gadis yang mendadak histeris begitu mendengar tentang kematian.
"Berjanjilah jangan pernah meninggalkan aku sendiri lagi, jangan sampai mati lagi."
Kata si gadis dengan tangannya yang memegang lengan Arya kuat-kuat yang membuat Arya bingung karena tidak mengerti arah pembicaraan si gadis.
"Ada apa denganmu? tenanglah Ratu kalo ingin aku baik-baik saja jangan seperti ini, dan kenapa dengan kematian? bukankah setiap mahluk selalu mengalami kelahiran dan kematian?"
"Tapi aku tidak mau kamu tinggalkan sendiri lagi Raden, andai aku bercerita juga belum tentu kamu paham dan percaya dengan yang aku katakan jadi cukup kamu tau aku ada untukmu Raden, itu saja."
Kata si gadis yang bingung bagaimana mengatakan sesuatu yang tak banyak orang mengerti.
"Hmmm... apapun alasannya jangan bertingkah seperti tadi lagi ok, jangan pernah mengagetkanku saat seperti ini."
Kata Arya sambil kembali fokus ke jalan raya dan mengawasi kendaraan yang ditumpangi Oma-nya.
"Oh ya... apa kakek tahu kalo Ratu mengikutiku sampai kesini?"
"Tentu saja dia tahu, tanpa aku memberitahu pun dia pasti tahu, siapa dia yang ingin melarangku? aku lebih berhak atas dirimu."
Jawab si gadis yang mendadak emosi karena selama ini Ki Ireng selalu melarangnya dengan banyak alasan setiap kali ingin mendekati Arya.
Tanya Arya yang semakin bingung dengan semua kata-kata si gadis.
"Tidak perlu membahasnya Raden, ku harap seiring berjalannya waktu kamu akan mengingat dan mengetahui takdirmu dengan sendirinya."
"Dan kamu harus terbiasa dengan kehadiranku di dekatmu Raden."
Kata si gadis dengan tersenyum dan mengedip ngedipkan matanya yang mulai kumat sikap centilnya ke Arya.
"Hei... kondisikan dirimu Ratu, ingat aku sedang mengemudi jadi jangan bertingkah konyol lagi."
Kata Arya mengingatkan si gadis agar tidak bertingkah absurt lagi.
"Is... padahal aku hanya ingin mengekspresikan perasaan ku pada mu Raden hi... hi..."
"Hmmm... walau begitu tetaplah harus melihat kondisi juga suasana Ratu."
Kata Arya kembali mengingatkan.
__ADS_1
"Jangan memanggilku Ratu lagi masa itu sudah berlalu, aku suka dipanggil Niluh."
"Tapi Niluh itu kalau kamu berasal dari Bali jadi tidak cocok untukmu."
"Emmm... begitu ya? baiklah Raden kamu ingin panggil aku apa?"
Tanya si gadis sambil tersenyum manis.
"Wangi aku suka yang itu, karena aroma wangi kamu aku suka."
Kata Arya karena memang aroma si gadis yang harum wangi saat ada di dekatnya.
"Raden... kamu bahkan tanpa sadar tetap menyukai panggilan itu, sama seperti dulu."
Kata si gadis sambil mengenang masa-masa di kehidupan lalunya bersama seseorang yang selalu dicintainya.
"Sayangnya dikehidupan yang lalu kamu mudah tergoda dan aku terpaksa berbagi cintamu dengan yang lain, tapi kali ini aku tak ingin lagi berbagi, kamu hanya milikku."
Batin si gadis sambil tersenyum memperhatikan Arya.
Tak terasa akhirnya Arya sampai juga di rumah besar milik Oma-nya itu.
Dia lalu masuk ke dalam rumah setelah memarkirkan mobilnya di garasi.
Dan gadis yang sedari di perjalanan menemaninya tadi entah kemana sudah menghilang.
Di dalam tampak sang Oma sudah menunggunya dengan beristirahat di kursi malasnya.
"Oma... kenapa tidak langsung istirahat saja di kamar."
Kata Arya sambil menggoyang pelan lengan Oma-nya.
"Sengaja sayang, Oma nunggu kamu sampe rumah dulu, ya udah yuk bantuin Oma bangun mau pindah ke kamar."
Jawab Oma-nya yang langsung membuka matanya saat di bangunkan oleh Arya.
Setelah menbantu Oma-nya ke kamar, Arya masuk ke kamarnya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket setelah penerbangan dari Jakarta sampai ke Pontianak.
Arya yang selesai mandi keluar hanya dengan mengenakan boxer itu membuat seseorang yang sedang rebahan di atas tempat tidurnya itu menjerit histeris.
*Footer
Putri Dari Dunia Lain berubah protagonis wanitanya dari Wati beralih ke Wangi sesuai alur cerita terbaru ya gaes karena tidak lagi menceritakan kehidupan Wati.
__ADS_1
*Akhirnya hari ini outhor selesai juga update-nya ya gaes,setelah satu minggu absen, walau hanya bisa up 1 bab setelah 2 hari nulis, do'a kan semoga outhor bisa rutin up setiap harinya ya gaes. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍