PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Alasan Gadis Bercadar"


__ADS_3

Setelah puas bercerita berdua Mak Yaya, akhirnya Mak Yaya mengajak untuk tidur, keduanya tidur di satu kamar yang sama dan ditempat tidur yang sama karena dirumah itu hanya ada satu kamar tidur dengan satu tempat tidur saja.


Malam harinya saat akan tidur, Gadis kembali teringat kejadian sore tadi. Gadis memperhatikan kedua telapak tangannya mengingat bagaimana tangannya mampu menghancurkan tangan pemuda yang hendak menyentuhnya tadi.


"Ada kekuatan apa sebenarnya pada tanganku ini?, bagaimana aku bisa menghancurkan tangan orang itu hanya dengan menyentuhnya?"


Batin Gadis sambil membolak-balikkan kedua telapak tangannya.


Gadis lalu melihat kesampingnya memastikan jika Mak Yaya sudah tertidur pulas.


"Aku akan coba untuk menghancurkan besi tempat tidur ini bisa gak ya."


Batin Gadis, lalu mulai menggenggam kuat batangan besi tempat tidurnya berharap besi itu akan hancur atau setidaknya akan bengkok.


Tapi setelah berkali-kali mencoba bahkan sampai mengeluarkan semua tenaganya, jangankan hancur bengkok atau penyokpun tidak tampak pada batangan besi tempat tidurnya.


Yang ada telapak tangan gadis yang menjadi kemerahan dan sakit karena menggenggam besi dengan tenaga yang berlebihan.


"Aduh tanganku jadi sakit panas perih begini, tapi ini besi bengkok aja enggak apalagi hancur, hah mungkin kejadian tadi sore itu cuma hayalan karena berjalan sambil melamun"


Batin Gadis bermonog sendiri sambil memperhatikan telapak tangannya yang memerah.


"Nak kamu kenapa belum tidur?, ayo segera tidur, besok kita masih harus bangun pagi untuk belanja keperluan dapur."


Ucap Mak Yaya yang membuka matanya karena merasakan ranjang tempat tidurnya selalu bergoyang akibat ulah Gadis.


"Eh i..iya Mak, ini Gadis tidur kok."


Gadis lalu merebahkan tubuhnya disamping Mak Yaya dan melupakan kelakuan konyolnya yang ingin menghancurkan besi tempat tidurnya tadi.


Menjelang subuh Gadis dan Mak Yaya sudah terbangun dan bersiap siap untuk sholat subuh lalu mereka berdua berangkat ke pasar pagi untuk berbelanja bahan keperluan dapur.


Dalam perjalanan kepasar Mak Yaya dan Ice akan bertemu dengan warga lainnya yang bertujuan sama hendak ke pasar.


"Mak Yaya sudah dengar belum berita si Oman yang ditemukan sudah mati!"


Kata seorang emak memberikan info ter-update pagi ini.

__ADS_1


"Ya mana Mak tahu, ini juga Mak baru kamu yang memberitahu, mati kenapa emangnya si Oman?"


Kata Mak Yaya yang akhirnya bertanya karena mulai tertular virus kepo salah satu virus paling berbahaya jaman now.


Gadis yang tidak mengenal siapa Oman yang sedang dibicarakan oleh para emak emak cuma mendengarkan dan tak terlalu kepo, karena Gadis memang tipe orang yang masa bodoh selama gak nyakitin orang.


"Kata orang sih mati karena diterkam harimau, sebab tubuhnya sobek bekas cakaran harimau."


" Uhuk uhuk uhukkkk..."


Gadis langsung terbatuk batuk saat mendengar cerita tentang orang yang mati karena diterkam harimau, Gadis mendadak teringat pemuda yang di serang harimau putih kemarin sore.


"Nak ini minum dulu, kamu kenapa kok tiba-tiba batuk batuk begini?"


Mak Yaya segera memberikan botol air minum yang dia bawa dari rumah sebelum mereka berangkat tadi.


"Mungkin dia terkejut atau takut mendengar cerita ada orang mati diterkam harimau tadi."


Kata salah satu emak emak dalam rombongan mereka.


Kata emak lainnya yang tampak lebih tua dari yang lain.


"Iya Gadis kamu tidak perlu takut, karena hewan buas juga dapat melihat hati manusia dan tidak akan sembarangan menyerang orang."


Ucap Mak Yaya yang mengira kalo Gadis merasa takut setelah mendengar cerita barusan.


Gadis cuma menjawab semua kata-kata para emak emak itu dengan anggukan kepala dan tersenyum walau tak ada yang dapat melihat senyumnya karena wajahnya yang tertutup cadar.


"Mak Yaya kenapa juga wajah anakmu si Gadis harus ditutupi terus? kita jadi tidak bisa melihat parasnya."


Ucap seorang emak yang membuat para emak yang lainnya jadi ikut kepo dan mengiyakan kata kata emak tadi.


"Betul sekali itu Mak Yaya, apa kau tak khawatir anak gadismu ini akan jadi gadis tua nantinya kalo mukanya selalu saja di sembunyikan begitu."


Ucap emak yang lain lagi.


"Ehemmm... maafkan saya para emak, ini karena wajah saya yang rusak karena pernah terkena penyakit gatal gatal, jadi saya selalu menutupinya."

__ADS_1


Jawab Gadis yang merasa jengah karena semua emak itu membahas wajahnya yang bercadar, Gadis juga tak ingin Mak Yaya merasa tersudutkan dan merasa bersalah karena selalu meminta Gadis menutupi wajahnya.


Walau Gadis tidak tahu apa alasannya Mak Yaya memintanya untuk menutup wajahnya, tapi Gadis yakin Mak Yaya melakukan itu demi kebaikan dirinya.


"Oh benarkah begitu, alangkah malangnya nasibmu nak, semoga akan ada jodoh yang baik untukmu."


Kata seorang emak yang bersimpati setelah mendengar alasan dari Gadis tadi.


"Aamiin Terimakasih Mak do'anya."


Walau menahan rasa ingin tertawa tapi Gadis masih bisa mengaminkan do'a emak tadi.


"Seandainya kalian tahu kalo Gadis ini jelmaan dari bidadari yang teramat cantik, ah.... hanya Tuhan yang tahu bagaimana jalan hidupmu nanti Gadis."


Batin Mak Yaya sambil mengusap lengan Gadis yang menggandengnya.


Tak terasa akhirnya rombongan mereka sampai juga di pasar pagi, mereka mulai berpisah dan berbelanja sesuai kebutuhan masing-masing.


Mak Yaya dan Gadis pun mulai membeli semua kebutuhan dapur mereka untuk persediaan satu minggu kedepan karena pasaran di kampung pesisir ini hanya ada satu minggu sekali dan itupun setiap hari rabu.


Setelah keranjang mereka penuh dengan belanjaan, akhirnya Mak Yaya dan Gadis kembali berjalan pulang. Mak Yaya tidak membolehkan Gadis memikul keranjangnya karena terlalu sayangnya pada Gadis.


Mak Yaya hanya membolehkan Gadis membawa kantung yang tak terlalu berat dan tak banyak isinya, tapi ditengah jalan karena melihat Mak Yaya yang mulai lelah, akhirnya Gadis memaksa mengambil alih membawa keranjang yang dipikul Mak Yaya.


"Mak istirahat dulu ya, biar keranjangnya Gadis yang bawa, Mak tak usah khawatir membawa ini tidak akan membuat Gadis jatuh sakit kok."


Gadis lalu membantu Mak Yaya menurunkan keranjang dari punggungnya agar Mak Yaya bisa istirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan pulang.


Saat itulah Gadis mengambil alih keranjang belanjaan dan memikulnya seperti gaya juminten penjual jamu keliling yang seksi.


*Hai gaes maaf ya karena outhor lama gak update, satu kata selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau hanya 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*,


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍

__ADS_1


__ADS_2