PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Arya Yang Terluka"


__ADS_3

Arya dan Boy yang sempat terkejut karena situasi itu, berusaha memberikan perlawanan dan berupaya saling melindungi.


"Boy sebaiknya kamu masuk dulu kedalam biar disini saya yang mengatasi"


teriak Arya disela sela pertarungannya dengan orang orang yang berniat mencelakai Mereka tadi.


Tampak keadaan sangat kacau, warga yang telah terprovokasi itu menjadi sangat anarkis.


Mereka yang masing-masing membawa senjata memukul menghancurkan semua property yang ada di sana.


"Tidak Bee, kita akan menanganinya bersama, sudah lama juga gue tidak olah raga"


sahut Boy yang keras kepala sambil bertarung melawan penyerang yang terdekat dengan nya.


"hya... hiya.... duk... duk.... brak...."


"Awas brooo....!!!, duk.... brak.... krak... aah....!!!"


teriak Arya mengingatkan Boy saat pisau sudah hampir menusuk penggungnya, secepat kilat Arya melompat menerjang orang yang akan menusuk mereka dari belakang tadi.


Arya menendangnya dengan kekuatan penuh tanpa ampun, membuat tangan yang memegang pisau itu langsung patah dan teriakan dari orang itu terdengar menakutkan.


Saat Arya sedang fokus bertarung, tanpa terlihat oleh siapapun Wangi justru bertepuk tangan dan berteriak tiap kali Arya mampu merobohkan lawannya, dan berteriak memberi tahu jika ada musuh yang hendak menyerang dari belakang.


"Iya Raden pukul patahkan tangannya, awas disamping kirimu Raden, jangan lengah awas yang dibelakang mendekat aaaa.... hampir saja, Raden kamu membuatku khawatir."


Teriak Wangi yang sedang menonton pertarungan Arya dengan para perusuh yang menjadi provokator.


"Is... tanganku gatal rasanya ikut memukuli orang orang itu, Raden bunuh saja mereka gunakan senjata mereka untuk membunuh diri mereka sendiri!"


Teriak Wangi yang sudah tidak sabaran menyaksikan para pembuat onar itu mengepung dan mengeroyok Arya.


"Jangan aneh aneh Wangi, ini bukan masa seperti Dunia mu dulu, jadi cukup duduk manis saja disana ok"


Tiba-tiba suara Arya terdengar berkata-kata ditelinga Wangi.

__ADS_1


Arya terpaksa membagi konsentrasinya bertarung dan bertelepati ke Wangi, agar Wangi tidak bertindak gegabah.


Dan sebenarnya fokus yang terbagi justru dapat membahayakan Arya saat sedang bertarung.


"Hais padahal tangan dan kakiku sudah gatal ingin memukuli orang"


Gumam Wangi yang kembali duduk diatas dahan pohon tak jauh dari tempat Arya bertarung dan terpaksa mengurungkan niatnya untuk ikutan bertarung.


"Baiklah aku hanya akan duduk menonton dari sini, awas... Raden dibelakangmu......!!!"


Teriak Wangi mengingatkan tapi terlambat satu tusukan tepat menancap di punggung Arya.


Wangi langsung terbang dan menangkap tubuh Arya yang hampir terjatuh karena limbung setelah mendapatkan tusukan dan tendangan dari belakang oleh salah satu perusuh itu.


Bersamaan dengan itu Wangi menggerakkan tangannya kearah orang itu dan saat itu juga orang yang menusuk Arya langsung melayang terbang dan terbanting menabrak pohon.


Wangi langsung mencabut golok dari punggung Arya dan melakukan beberapa totokan untuk menghentikan pendarahan di punggung Arya, lalu memasukkan satu pil ke dalam mulut Arya.


Semua yang terjadi pada Arya dan yang dilakukan oleh Wangi tidak diketahui oleh yang lain, karena fokus semuanya sedang pada pertarungan mereka masing-masing.


"Kenapa kau ceroboh sekali Raden? bagaimana kalau kau sampai terbunuh?"


Sisi lain dari pribadi Wangi yang belum pernah Arya lihat sejak pertama mereka bertemu.


Karena selama ini yang selalu Arya lihat hanya sosok Wangi yang centil dan penggoda.


Setelah Arya terluka akhirnya Wangi ikut campur tangan menghajar semua perusuh dan provokator itu, hanya dengan nggetakkan tangannya maka orang yang di tujunya langsung terbang dan terbanting keras.


Akhirnya setelah melakukan pertarungan cukup melelahkan dengan orang orang yang diduga sebagai otak yang memprovokasi warga itu pun akhirnya selesai juga.


Akhirnya semua orang orang itu berhasil dilumpuhkan oleh Arya dan Boy serta beberapa orang anggota tim keamanan perusahaan dan tentunya dengan bantuan Wangi tanpa sepengetahuan mereka.


Taklama kemudian barulah orang-orang kepolisian datang membereskan sisa sisa kekacauan yang baru saja terjadi.


Orang orang yang terduga sebagai otak dari kekacauan yang barusaja terjadi pun langsung digelandang ke kantor polisi setelah sebelumnya lebih dulu di interogasi oleh Arya dan Boy.

__ADS_1


Dari kejadian yang baru terjadi, Arya bisa melihat kerasnya persaingan di dunia bisnis, dan betapa berbahayanya jika tanpa dukungan dari orang yang kuat baik secara finansial ataupun kekuasaan.


Siapa yang kuat dia yang akan menjadi raja di dunia bisnis.


Kuat dalam artian kuat segalanya baik uang, otak, dan mental.


Dimana uang bisa mengontrol segalanya bila diiringi dengan otak maka kekuasaan dan kekuatan bisa didapatkan dan sistem monarki itu sebetulnya aja dalam dunia bisnis walau tidak tertulis.


"Bee Terimakasih banyak bro, tanpa dirimu apalah jadinya kita semua tadi saat harus menghadapi begitu banyak penyerangan"


Ucap Boy setelah semua mulai terkendali.


"Sama sama bro lo tuh sahabat bahkan sudah jadi saudara gue, apalagi memang sudah tugas gue, kan saat ini posisi gue itu pegawai Papi-nya lo."


"Tetap aja thanks ya Bee, Bee lo terluka? baju lo merah semua punggung lo sobek dan penuh darah Bee, ayo buruan kita harus ke Rumah Sakit sekarang."


Boy begitu terkejut saat dilihatnya punggung Bee yang berdarah dan sobek.


Boy segera memapah Arya menuju mobilnya, sempat Arya menolak untuk dipapah karena merasa malu dan merasa dia baik baik saja setelah Wangi memberikan pertolongan pertama padanya tadi.


Tapi tiba-tiba Arya merasa limbung dan kesadarannya sedikit demi sedikit mulai menghilang.


Boy segera membawa Arya kemobilnya dan setelah meletakkan Arya di bangku penumpang, Boy mulai mengemudikan LS500 milik Arya dengan kecepatan tinggi.


Boy takut Arya kehabisan darah, karena saat ini dia sudah tak sadarkan diri.


Dan tanpa diketahui oleh Boy jika Wangi saat ini sedang memangku kepala Arya yang sedang tertidur tak sadarkan diri efek dari pil yang diberikan oleh Wangi tadi.


LS500 melaju dengan kencang menuju Rumah Sakit yang sangat disayangkan jarak yang harus mereka tempuh cukup jauh.


Saat ini mereka ada di dusun yang tak ada fasilitas Rumah Sakitnya dan mereka harus segera kembali ke kota untuk segera mengantarkan Arya ke Rumah Sakit.


Setelah satu jam lebih perjalanan, akhirnya mereka mulain memasuki perkotaan dan masih harus lanjut menuju Rumah Sakit.


Dan yang menjadi kendala bagi Boy dia tak bisa melajukan kendaraan dengan kecepatan tinggi bila di jalan kota.

__ADS_1


*Akhirnya hari ini outhor selesai juga update-nya ya gaes, walau hanya bisa up 1 bab setelah ngetik seharian hari ini, do'a kan semoga outhor tetap sehat dan bisa rutin up setiap harinya ya gaes. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2