
Arya dan andre berlari menghampiri tubuh wati yang berlumur darah.
"Tidak...bunda...bunda....jangan tinggalkan arya bunda...bunda....!!!!"
arya berteriak histeris mendapati keadaan wati yang sudah tak sadar penuh darah.
"Wati...wati...bertahanlah kau harus kuat demi arya anak kita, aku tahu kau wanita yang kuat"
andre segera mengangkat wati dan membawanya ke dalam mobilnya, dia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit, dia tetap berusaha mengendalikan kepanikannya.
"Bunda...bangunlah bunda....arya mohon"
arya yang memangku kepala wati yang terus mengeluarkan darah di jok belakang, terus menerus memanggil wati dengan air mata yang terus berderai membasahi wajahnya.
Setelah berpacu dengan waktu akhirnya mereka sampai di rumah sakit, wati segara dipindahkan ke atas brankar dan segera dibawa ke IGD sesaat sebelum akhirnya dibawa keruang operasi.
Dari keterangan Dokter yang mengatakan adanya pendarahan di kepala karena benturan yang sangat keras saat terlempar setelah tertabrakan dan juga adanya beberapa keretakan tulang di beberapa bagian tubuhnya maka wati harus segera dilakukan tindakan operasi.
Arya yang bajunya penuh dengan darah wati terlihat syok saat mendengar penjelasan Dokter akan keadaan bundanya yang sangat parah, tubuhnya bergucang hebat menahan kesedihannya.
Andre segera memeluk putranya itu untuk menenangkanya.
"Tenangkan dirimu, kita hanya bisa berdoa agar ibumu selamat"
dalam kesedihannya dan ketakutannya andre berusaha untuk menenangkan putranya.
"Ayah...bunda...ayah..."
arya tidak lagi dapat menahan kesedihannya.
__ADS_1
"Kita do'a kan agar bundamu bisa terselamatkan"
andre kembali memenangkan putranya.
"Wati bertahanlah demi arya, kau harus kuat, apakah kau belum puas menghukumku hingga harus menyiksaku seperti ini"
batin andre yang tersiksa karena keadaan wati saat ini.
Tiba tiba arya teringat pada ki ireng.
"Aku harus memberitahu kakek"
batin arya, kemudian mencari alasan untuk menjauh dari andre.
"Ayah, aku pergi ke toilet sebentar"
arya lalu pergi meninggalkan andre, ketika sampai ditempat yang dilihatnya sepi, arya segera bertelepati memanggil ki ireng.
"Kenapa dengan bundamu arya ?, sudahlah kakek akan segera datang"
"Ternyata firasat burukku beberapa hari ini benar-benar terjadi"
gumam ki ireng sambil menggelengkan kepalanya dengan gelisah.
Saat arya kembali kedepan ruang operasi menghampiri andre, tampak arya lebih tenang dari sebelumnya.
Setelah lebih dari lima jam, akhirnya Dokter keluar menyampaikan kalau operasi sudah selesai dan pasien akan langsung dipindahkan ke ruang ICU untuk pemulihan.
Dokter juga berpesan agar pihak keluarga berdoa untuk kesembuhan pasien dan mendapatkan mukjizat karena kemungkinan pasien koma dikarenakan luka yang fatal di bagian kepala.
__ADS_1
Brankar wati segera didorong oleh beberapa perawat dan dipindahkan ke ruang ICU.
Andre dan arya hanya menatap nanar melihat keadaan wati yang menyedihkan.
"Dokter bolehkah kami menemui pasien, kami keluarganya Dok"
"Sebenarnya untuk saat ini pasien belum boleh ditemui, tapi mengingat kondisi pasien saat ini silahkan asal jangan mengganggunya dan hanya diperbolehkan satu orang saja yang menemaninya"
"Terima kasih Dokter"
kata arya yang lebih dulu masuk ke dalam ruang ICU tempat bundanya dirawat.
Andre cukup sadar diri dan membiarkan arya lebih dulu menemui wati.
Didalam ruang ICU tempat wati dirawat, begitu arya masuk kedalam saat itu juga ki ireng hadir disamping arya.
"Kakek bagaimana keadaan bunda kek, apa bunda akan segera sembuh ?"
"Hah...secara fisik tubuhnya akan segera sembuh tapi kita hanya bisa berdoa agar bundamu mau kembali, dia akan bangun apabila jiwanya menginginkan kembali kepada kita"
"Apa maksud kakek ?"
tanya arya tidak mengerti.
"Saat ini bundamu sedang menjalani takdirnya yang lain"
jawaban ambigu dari ki ireng semakin membuat arya bingung.
"Intinya kita hanya bisa berdoa dan bersabar"
__ADS_1
*Kisah kita season ini akan segera tamat dan insya'Allah akan lanjut ke season berikutnya ya gaes.
dukung terus author dengan vote dan like 👍😘*