
Kita kembali ke Wati dan Andre
"Sayang cepatlah kita harus fitting gaun pengantin untuk pernikahan siang ini"
"Iya Ndre, sabar....ini juga hampir selesai"
jawab Wati yang sedang menuliskan daftar pekerjaan apa saja yang harus dilakukan pegawainya saat dia harus sibuk mempersiapkan pernikahannya nantinya.
Satu minggu lagi rencana pernikahan Wati dan Andre akan dilaksanakan.
Setelah melewati banyak halangan dan dua kehidupan akhirnya Wati memutuskan untuk menerima Andre.
Siang itu Wati dan Andre sudah berada di salah satu boutique terkenal di ibukota.
Wati dibantu langsung oleh sang desainer mencoba gaun pengantin seperangkat kebaya putih dengan batik sebagai bawahannya, menampakkan kecantikan wanita dewasa dari dirinya dan aura seorang putri memancar kuat menampakkan identitas nya yang tak biasa.
Saat itu sepenggal kisah dari kehidupan masa lalunya kembali muncul di ingatan Andre.
"Putri Kemuning..."
gumamnya saat berdiri disamping Wati sambil memandang pantulan mereka di cermin.
Wati yang masih dapat mendengar gumaman dari Andre sontak memutar tubuhnya dan memandang penuh haru pada laki laki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya.
"Ya... Raden Permadi, kau...kau juga mengingat semua nya?"
tanya Wati dengan memandang wajah Andre dengan penuh cinta.
Andre menjawab nya dengan anggukan kepala dan menarik pinggang ramping Wati untuk memeluknya.
"Aku mengingat semuanya sayang, setelah melewati beberapa kehidupan akhirnya kita bisa bersatu"
bisiknya lembut disamping telinga Wati, nafas hangatnya terasa di lehernya membuat bulunya meremang.
Wati segera mendorong dada Andre, berniat menjauh tapi Andre tidak mau melepaskan pelukannya.
__ADS_1
"Ndre....malu....dilihat orang"
bisik Wati pelan sambil matanya melirik ke arah sang desainer yang tadi membantunya.
"Udah gak papa nyonya, saya sudah kebal lihat pasangan calon pengantin mesraan gitu kalo lagi disini"
jawab sang desainer sambil terkikik geli.
Wati buru buru berseru minta tolong dibukakan gaun pengantin yang sudah dicoba nya.
"Mbak tolong bantuin, saya sudah gerah"
katanya beralasan.
Andre hanya tertawa kecil dan kembali ke bangkunya membiarkan sang desainer membantu Wati membuka gaun pengantin nya di kamar ganti.
Selesai dari fitting gaun pengantin, hari sudah mulai gelap dan Andre membawa Wati untuk makan malam.
Mereka memilih lestoran seafood karena Andre penggemar seafood dan Wati hapal akan itu.
tanya Wati disela sela makan malam mereka.
"Sejak pertama mengenalmu, potongan potongan kisah itu sudah muncul dalam tidurku, tapi aku belum bisa memahaminya"
kata Andre memulai ceritanya.
"Lalu..."
"Itu sebabnya aku selalu mengejarmu, awalnya aku anggap itu hanya sebuah obsesi tapi bersamaan berjalannya waktu, aku menyadari kau ada hubungannya dengan semua mimpiku"
"Lanjutkan Andre"
"Dan saat kau koma, aku terkadang merasa berada di dua dunia yang berbeda dan aku hampir menganggap diriku gila"
"Jadi bagaimana menurut mu sekarang"
__ADS_1
"Aku tidak menyangka bisa menjalani banyak kehidupan untuk bisa bersama orang yang aku cintai"
"Apakah menurutmu kita hanya melewati dua kehidupan saja atau beberapa kehidupan sebelumnya dan kehidupan yang akan datang?"
"Aku tidak tahu, tapi satu hal yang aku yakini cinta akan menemukan jalannya, dan kita sudah membuktikannya sayang"
"Yah kau benar, cinta akan menemukan jalannya dan semuanya tentu karena kehendak Tuhan"
"Aku mencintaimu putri Kemuning, Wati atau siapapun dirimu sayang"
"Aku juga mencitaimu Raden Permadi, Andre atau siapapun dirimu di kehidupan yang lalu kini juga yang akan datang"
Balas Wati mengungkapkan semua rasa cintanya.
Di Kalimantan
Arya dan Omanya bersiap siap untuk keberangkatan mereka ke Jakarta, setelah mendapat kabar kalo Andre dan Wati akhirnya memutuskan untuk menikah dan mengarungi kehidupan bersama setelah melewati banyak kali kehidupan.
Arya terpaksa harus menunda rencana besarnya, dan terpaksa semua rencana juga harus berubah, karena semua keluarga besar Oma dan Andre Ayahnya pasti akan mengenalinya mulai sekarang.
Apalagi dengan wajahnya yang sama persis dengan Andre seperti cloningan satu cetakan , yang hanya dibedakan oleh usia.
"Oma apa harus Arya ikut hadir? apa gak akan membahayakan rencana kita nantinya?"
Tanya Arya pada Oma-nya yang sudah bersiap untuk berangkat.
"Tenang saja sayang, kita tidak akan langsung muncul didepan semuanya, kita akan menemui ayah dan bundamu lebih dulu, kita akan tanya bagaimana baiknya"
Oma-nya dengan tenang menjelaskan semuanya.
Satu minggu kemudian pernikahan mereka sukses dilangsungkan, seluruh keluarga besar Andre dan Wati hadir begitu pula Ki Ireng dan Arya yang merasa sangat bahagia karena pada akhirnya kedua orang tuanya dapat bersatu dalam tali pernikahan.
*Hari ini author sempetin update ya gaes, dan kalo sempet nanti outhor lanjut lagi. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
__ADS_1