PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Ingin Sendiri Untuk Sementara"


__ADS_3

Sambil makan mama nya herdi masih terus menceramahi herdi agar tidak mengulangi perbuatannya yang pulang malam lagi.


*Kita balik lagi ke wati


Tak jauh beda dengan herdi, wati juga masih diceramahi oleh eyang putrinya dan eyang kakung nya yang biasanya jarang komentar pun ikut angkat bicara menasehati wati.


"Wati kowe kui anak perawan kudu pinter ngurus awakmu,ojo asal bergaul lan ojo keluyuran seng ra genah, kudu pinter golek konco ben ora salah arah" (Wati kamu itu anak gadis harus bisa jaga diri, jangan sembarangan bergaul dan jangan keluyuran yang gak bener, harus pinter cari teman agar tidak salah arah)"


Eyang kakung menasihatiku membuat aku tak enak hati, pasalnya selama ini eyang kakung jarang bicara.


Tapi kali ini eyang kakung menasehatiku dengan panjang lebar.


Aku hanya bisa menunduk kan wajah ku, takut eyang kakung marah.


"Yo wes seng penting kudu di titeni, ojo kanti muleh wengi meneh yo ndok, cak gadis ki ra elok muleh wengi, dadi ojo di ulangi meneh yo cah ayu" ( ya sudah yang penting harus di inget, jangan sampai pulang malam lagi ya nak, anak gadis itu tidak baik pulang malem ya nak, jadi jangan diulangi lagi ya anak cantik)


Nasehat eyang putri yang takut dan menghawatirkan aku.


Aku tahu kedua eyangku menasehati ku untuk kebaikan ku karena mereka sayang dan perduli padaku.


"Iya eyang, wati tidak akan mengulanginya lagi" jawabku pelan

__ADS_1


"Ya wes saiki sareo, iki wes ndalu ndang turon dak sesuk kawanan le tangi" (ya sudah sekarang istirahat, ini sudah larut malam cepat tidur agar besok tidak bangun kesiangan)


Aku pun langsung pamit masuk ke kamar ku dan langsung merebahkan tubuhku.


Mungkin karena aktivitas yang padat dan menguras tenaga saat bertarung tadi membuatku langsung terlelap ke alam mimpi ku.


Saat terbangun kulihat jam, ternyata sudah masuk waktu subuh


"Ah...ternyata tidurku semalam nyenyak sekali"


gumamku sambil menggerakkan tubuh memutar pinggang kekiri kekanan merenggangkan otot otot yang kaku.


Setelah selesai dengan aktivitas pagi ku, aku berpamitan pada eyang dan berjalan berangkat ke sekolah.


Saat pamit tadi eyang masih mengingatkan ku untuk jangan pulang malam lagi yang aku jawab dengan anggukan,


"iya eyang"kataku menurut


Saat diperjalanan lagi lagi herdi menghampiriku dengan sepeda motornya.


Aku langsung duduk dibelakang dan kami pun berangkat bareng ke sekolah.

__ADS_1


Selama perjalan kami hanya diam tak ada satu percakapan pun diantara kami seakan sedang perang dingin.


Sebenarnya diantara kami sama sama merasa tidak enak karena teguran dari keluarga kami masing masing yang disebabkan pulang kemalaman kemarin.


Setelah perjalanan yang terasa sangat lambat, akhirnya kami sampai juga disekolah.


Dan setelah memarkirkan motornya, kami pun berjalan menuju ke kelas ku dan seperti biasa


herdi mengantarkan aku lebih dulu baru dia balik ke kelasnya sendiri.


Tak lama setelah duduk dibangku ku dan wulan, akhirnya pelajaran pun dimulai.


Sampai akhirnya bel istirahat berbunyi, tapi kali ini aku tidak menunggu herdi, aku langsung keluar menuju ke perpustakaan.


Aku berjalan masuk ke perpustakaan lalu memilih buku di rak, setelah mendapatkan buku yang kuanggap menarik aku langsung duduk memojok dibangku meja paling ujung tempat biasanya aku membaca.


Aku merasa seakan ingin menghindar dan sembunyi dari herdi untuk sementara waktu.


Mungkin karena kejadian kemarin, aku merasa sedang ingin sendiri.


*Tapi saat ini author ingin semua yang baca serial ini bersama sama untuk vote kasih like ke author ya👍😘*

__ADS_1


__ADS_2