
"Ok lagu ini di request oleh dan untuk seseorang"
Hampa
By Ari Lasso
Kupejamkan mata ini
Mencoba 'tuk melupakan
Segala kenangan indah
Tentang dirimu, tentang mimpiku
Semakin aku mencoba
Bayangmu semakin nyata
Merasuk hingga ke jiwa
Tuhan, tolonglah diriku
Entah di mana dirimu berada
Hampa terasa hidupku tanpa dirimu
Apakah di sana kau rindukan aku?
Seperti diriku yang s'lalu merindukanmu
Selalu merindukanmu
Tak bisa aku ingkari
Engkaulah satu-satunya
Yang bisa membuat jiwaku
Yang pernah mati menjadi berarti
Namun kini kau menghilang
Bagaikan ditelan bumi
Tak pernahkah kau sadari
Arti cintamu untukku?
Entah di mana dirimu berada
Hampa terasa hidupku tanpa dirimu
__ADS_1
Apakah di sana s'lalu rindukan aku?
Seperti diriku yang s'lalu merindukanmu
Selalu merindukanmu
Oh, yeah
Oh-oh, entah di mana dirimu berada
Hampa terasa hidupku tanpa dirimu
Apakah di sana s'lalu rindukan aku?
Seperti diriku yang s'lalu merindukanmu
Selalu merindukanmu
Entah di mana dirimu berada
Hampa terasa hidupku tanpa dirimu
Apakah di sana s'lalu rindukan aku?
Seperti diriku yang s'lalu merindukanmu
Selalu merindukanmu
"Terimakasih love you all"
Arya dan rombongannya pulang menggunakan kendaraan masing-masing dengan tujuan mereka yang pasti berbeda arah.
Tanpa di duga Arya melihat dua orang gadis yang sedang di ganggu oleh sekelompok pemuda berandalan di area taman kota yang agak terpencil dari keramaian.
Saat Arya mendekat dilihatnya salah seorang gadis bahkan sedang menangis karena sempat dilecehkan.
Arya segera menepikan motornya lalu menghampiri sekelompok pemuda berandalan kurang ajar itu.
Tanpa banyak bicara sebuah tendangan langsung menyapa salah seorang berandalan yang baru saja melecehkan gadis yang dilihat Arya menangis ketakutan tadi.
Melihat salah seorang teman mereka jatuh karena tendangan Arya, yang lainnya segera berkerumun mengepung Arya.
Kedua gadis yang menjadi korban buru buru menggunakan kesempatan untuk kabur.
"Siapa lo yang tiba tiba-tiba muncul nyerang anak buah gue"
Tanya salah seorang dari para ba**ng*n itu yang kemungkinan adalah ketua mereka.
"Gak perlu tau siàpa gue, gue paling gak suka liat orang orang kayak lo pada, yang suka melecehkan cewek."
Teriak Arya yang sedang mencoba menahan amarahnya.
__ADS_1
"Sok jagoan lo ya banyak bacot, kuy langsung habisin"
Teriak salah satu dari mereka yang mungkin ketua gank-nya.
"Bak..... buk.... bak.... buk...."
Suara pukulan dan tendangan saling beradu.
perkelahian yang terkesan tak seimbang kalo dilihat sekilas dari segi jumlah, satu lawan lima pun terjadi.
"Aku pikir lumayan latihan gratis, sudah lama tidak olah raga otot ha..ha..."
Batin Arya sambil tersenyum licik.
Sementara dikelompok mereka yang mengeroyok Arya, mereka semakin panas merasa diremehkan oleh seorang pemuda ingusan dan mereka semakin beringas menyerang Arya.
"hop...hia....ha....bruk...crak..aah.."
"Hia....ha....dap...aa.."
"Hiia...bruk...bruk...bruk...crak...crak...crak..aw....aa..."
Arya membuat gerakan berputar dan semua yang mengeroyoknya terkena tendangan berantai di kaki mereka, terdengar suara tulang patah dan teriakan mereka.
Pertarungan semakin tampak sengit,walau Arya dikeroyok oleh mereka tapi yang tampak justru mereka yang keteteran menerima setiap serangan Arya yang semakin ganas.
Setelah lumayan lama bertarung dan tak nampak dari pengeroyoknya untuk menyerah, mungkin karena gengsi jika harus mengaku kalah pada saat kelompok berandalan itu berlima sedangkan Arya hanya seorang diri, membuat mereka malu untuk menyerah dan terus menyerang Arya.
Arya yang mulai geram akhirnya berniat segera mengakhiri pertarungan lima lawan satu itu dengan cepat.
Arya mulai sungguh-sungguh menggunakan keahlian dan kecepatan beladirinya untuk menjatuhkan semua lawan lawannya.
Arya segera menunduk menghindar kesamping berputar menarik dan memutar lengannya ke belakang,
"hup...krak... srek...brug..akh...ah..."
Arya langsung berpindah ke lawan yang lain lagi,
"hya...tap....bruk...akh..."
Arya berkelit kekiri menyelamatkan wajahnya dari tinjuan yang tiba tiba dan langsung memukul rusuk lawan dari samping,
"haih....tap...krak....bruk...akh...."
Akhirnya Arya berhasil menyelesaikan pertarungannya dengan cepat, tentunya dengan pihak lawan yang menderita luka patah, hampir semua dari berandalan itu dan meninggalkan banyak luka memar di tubuh mereka.
Arya mendekat ke arah ketua dari kelompok berandalan itu dan mengultimatum-nya untuk jangan pernah mengganggu wanita lagi.
"Awas aja kalo sampe gue liat lo dan kawanan lo masih berkeliaran dan gangguin cewek, gue gak akan kasih ampun lagi."
Gertak Arta sambil kakinya masih sempat menendang tuh orang.
__ADS_1
*Akhirnya hari ini outhor selesai juga update-nya ya gaes, walau hanya bisa up 1 bab setelah ngetik dua hari ini, do'a kan semoga outhor tetap sehat dan bisa rutin up setiap harinya ya gaes. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍