
Di Kalimantan
Arya dan Omanya bersiap siap untuk keberangkatan mereka ke Jakarta, setelah mendapat kabar kalo Andre dan Wati akhirnya memutuskan untuk menikah dan mengarungi kehidupan bersama setelah melewati banyak kali kehidupan.
Arya terpaksa harus menunda rencana besarnya, dan terpaksa semua rencana juga harus berubah, karena semua keluarga besar Oma dan Andre Ayahnya pasti akan mengenalinya mulai sekarang.
Apalagi dengan wajahnya yang sama persis dengan Andre seperti cloningan satu cetakan , yang hanya dibedakan oleh usia.
"Oma apa harus Arya ikut hadir? apa gak akan membahayakan rencana kita nantinya?"
Tanya Arya pada Oma-nya yang sudah bersiap untuk berangkat.
"Tenang saja sayang, kita tidak akan langsung muncul didepan semuanya, kita akan menemui ayah dan bundamu lebih dulu, kita akan tanya bagaimana baiknya"
Oma-nya dengan tenang menjelaskan semuanya.
Satu minggu kemudian pernikahan mereka sukses dilangsungkan, seluruh keluarga besar Andre dan Wati hadir begitu pula Ki Ireng dan Arya yang merasa sangat bahagia karena pada akhirnya kedua orang tuanya dapat bersatu dalam tali pernikahan.
Tapi karena tak ingin rencana yang sudah tersusun rapi untuk mengambil alih perusahaan milik Oma-nya rusak, akhirnya Arya harus me make over wajahnya agar tak dikenali.
Semua dilakukan sesuai kesepakatan dengan Andre ayahnya dan juga bundanya.
Setelah acara sakral Ijab Kabul selesai dilaksanakan, semua keluarga juga tamu undangan tak henti hentinya mengucapkan kata selamat juga do'a untuk pasangan pengantin yang tak lagi muda itu.
"Aku ingin sekali memeluk ayah juga bunda, tapi apa boleh buat aku harus menahannya dulu demi semuanya"
Batin Arya yang hanya bisa memandang kedua orangtuanya dari jauh.
"Sabarlah cah bagus, selepas ini toh kamu masih punya banyak waktu dan kesempatan untuk memeluk ayah bundamu"
Tiba-tiba Ki Ireng muncul di sebelah Arya dan menepuk bahunya untuk menenangkan hati dan pikiran Arya yang merasa sedih karena tak dapat berdiri ditengah-tengah ayah bundanya yang sedang merayakan hari pernikahan mereka.
"iya eyang bener, masih ada banyak waktu dan kesempatan"
__ADS_1
Kata Arya mengulang kalimat yang diucapkan oleh Ki Ireng.
Setelah hampir 1 hari penuh, akhirnya pesta pernikahan Andre dan Wati usai sudah.
Andre membawa Wati kekamar suite recident
yang sudah dihias menjadi kamar pengantin mereka.
"Sayang apa kamu lelah?? bersihkan dirimu lalu istirahatlah"
"Apa kau yakin menyuruhku untuk istirahat??"
Tanya Wati menggoda laki laki yang kini sudah resmi menjadi suaminya.
"Aku bukan laki laki yang mementingkan nafsunya tanpa memperdulikan keadaan pasangannya sayang, jadi beristirahatlah nanti aku juga akan istirahat"
Kata Andre menerangkan maksudnya.
"Terimakasih Ndre untuk semua kesetiaanmu menantiku selama ini"
"Kalau jodoh, walaupun kau pergi dan menghilang pasti kita akan tetap bersama suatu saat nanti, ingatlah cinta akan menemukan jalannya"
"Kau benar Ndre, terbukti pada cerita cinta kita"
Kata Wati mengenang semua suka duka cintanya bersama Andre yang sejauh apapun dia pergi terbukti nyata masih dipertemukan kembali.
"Ya udah sana buruan mandi, gantian aku juga sudah gerah dari tadi"
Kata Andre mengingatkan Wati untuk segera mandi.
"Oh iya he ....tolong bantu bukain ini ritsleting nya yg dibelakang ini susah banget nyangkut Ndre"
"Mana sini aku bantu,emmm....yank"
__ADS_1
"Apa?? sudah belum?? emmm apa itu maksudnya???"
"Ada yg bangun yank...ituππ"
"Itu apa?? cepet bantuin ini aku mau mandi"
"Anuku bangun yank, dia gak sejalan dengan kata-kata ku tadi"
Kata Andre pelan takut hasratnya ditolak.
"Aku gak paham Ndre anu apa yang bangun"
Kata Wati yang bertingkah seolah olah tidak mengerti dengan maunya Andre.
"Ya ampun yank masa hak paham yang ku maksud anu ku itu ini ...."
Kata Andre lagi sambil tangannya menuntun tangan wanita menyentuh benda keramatnya yang sudah berdiri bak tiang bendera.
"Astaghfirullah.... Ndre"
Wati kaget bukan kepalang saat tangannya dituntun oleh tangan Andre untuk menyentuh anunyaπππ€£π€£π€£
"Aku mau itu yank"
Kata Andre yang minta anuπππ€£π€£π€£
"Aku capek Ndre, ya udah kamu mandi duluan aja biar anu km tidur"
Kata Wati menawarkan pada Andre agar mandi lebih dulu.
Tapi tak tahu apa yang merasuki Andre, dia langsung mengendong Wati ala bridal style dan membawanya ke kamar mandi dan bisa ditebak terjadilah drama kamar mandiπ€£π€£π€£.
*Akhirnya hari ini selesai update 3 bab ya gaes, dan kalo sempet nanti outhor lanjut lagi. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate ππ*
__ADS_1
ππππππππππππππππππππππππππππππππ