
"Sedikit lagi kita sampai di pos 2, jadi kalau wati merasa sudah gak sanggup kita akan stop di pos 2 saja, dan membuat tenda disekitar nya"
"Gimana, wati...dan adek adek yang lain ?"
tanya kakak pemandu kemudian.
Sebelum aku menjawab yang lain sudah kompak menjawabnya.
"Iya kita stop cukup sampai disini"
kata ketiga anggota laki laki, membuat aku, wulan, dan kakak pemandu melihat kearah mereka bertiga.
"Baikla kita lanjut sedikit lagi, karena pos 2 sudah dekat kita tinggal mendaki sedikit lagi"
Kami melanjutkan mendaki sampai di pos 2.
Sesampainya di pos 2 aku langsung duduk meluruskan kaki ku.
Wulan dan hartono mendekatiku dan memberikan botol minum untuk ku.
Aku dan wulan beristirahat, sedangkan ketiga anggota laki laki nya mulai menyiapkan tenda, mereka membuat 2 tenda.
Satu untuk kami yang perempuan dan satu lagi untuk kelompok laki laki.
Dan kakak pemandu tampak menghubungi pemandu dari group yang lain untuk memberikan informasi kalau group kami stop di pos 2.
Saat yang lain sibuk membuat tenda tiba tiba salah seorang yang berpenampilan misterius menggunakan masker dan koplok itu datang menghampiri ku.
"Kenapa ikut hiking gak bilang bilang ?"
tanya nya membuat aku terkejut.
__ADS_1
Aku memperhatikan nya dan refleks tanganku ingin menarik maskernya karena curiga.
tapi belum sempat dia sudah memegang tanganku.
Dan menarik sedikit maskernya memperlihatkan wajahnya sebentar.
Aku terkaget dan mendorongnya,
"Kenapa kamu bisa tahu, kamu selalu menguntitku ya.."
tanya ku kesal.
"Harusnya aku yang marah, kalau ada apa apa sama kamu gimana ?"
katanya agak kasar dengan tatapan yang tajam seolah menghakimi.
"Kamu bukan siapa siapa aku, jadi apa perlunya aku memberitahu semua apa yang aku lakukan"
kataku membela diri dan beranjak ingin pergi,
Dia langsung memelukku erat dan berkata kata di telingaku
"karena aku perduli, aku sayang kamu wati"
katanya ditelingaku dengan hembusan napasnya membuatku merinding.
Aku langsung mendorong nya berusaha bangkit berdiri,
"Menjauhlah dariku jangan mengambil kesempatan"
kataku sambil beranjak pergi meninggalkannya.
__ADS_1
Aku berjalan mendekati wulan yang ikut merapikan tenda.
Selesai dengan kegiatan membuat tenda, kelompok laki laki mulai mengumpulkan ranting untuk kayu bakar bahan untuk membuat api unggun dan memasak.
Karena merasa ingin buang air kecil, aku mengajak wulan mencari aliran sungai,sebelum kami jauh berjalan tiba tiba orang yang bermasker dan berkaca mata datang mendekat dan mengantar kami.
Setelah selesai aku kembali dan giliran wulan yang turun kealiran air untuk buang air kecil juga.
Saat wulan jauh, orang yang bermasker dan berkaca mata itu mendekat dan menarik tangan ku.
"Kamu sekarang tambah nakal ya, berani hiking tanpa bilang bilang"
katanya sambil membuka kaca mata dan maskernya.
"Ya Tuhan ada apa dengan kalian, aku hanya ingin refresing dan melepas jenuh, tapi lihatlah..."
teriak ku frustasi
"Kalian bahkan tidak bisa membuatku hidup tenang, kenapa kalian selalu membayangi ku"
seruku sambil menutup wajahku frustasi.
Dia langsung memeluk ku, dan mencium keningku.
"Maaf..."
bisiknya pelan.
"Menjauhlah dariku, kenapa kamu masih mendekatiku lagi, bukankah kemarin kamu sudah melupakan aku"
"Jadi pergilah jangan kembali menggangguku lagi"
__ADS_1
kataku terisak, entah kenapa air mataku tiba tiba merembes dan rasanya pedih sekali hati ini.
*Ok readers jangan buat author frustasi juga ya, bantu author dengan vote dan like nya👍😘*