
Pagi harinya
Arya yang sudah tampil rapi menunggu jemputan Rudi supir perusahaan.
Sampe hari mulai terang dilihatnya jam sudah menunjukkan pukul delapan lebih tapi si supir perusahaan itu belum juga muncul.
"Hallo, pagi om...e...kok bang Rudi belum jemput kesini ya om"
"Pagi Arya, maaf yang jemput kamu bukan Rudi tapi Boy, mungkin bentar lagi Boy sanpe"
"Ok om, siap"
Ditunggunya sepuluh menit berlalu, lima belas menit belum muncul, dua puluh menit lanjut tiga puluh menit masih gak nongol, akhirnya di telponnya sobat tengilnya satu itu.
"Bro lo niat jemput gue apa lagi ngapain"
"Sorry bro, gue khilaf gara gara LS500 mantap banget bro"
"Hais....buruan, awas aja kalo lecet lo harus ganti baru dua yang kayak gitu"
"Iya...iya...sabar ini juga udah menuju kesitu, pelit amat sih lo"
"Lo gak salah ngatain?, la bokap lo CEO Group WHA tajir melintir kan tinggal minta doang, udah buruan mari lo"
Taklama kemudian terdengar suara klakson mobil, tampak Boy melambaikan tangannya,
Arya akhirnya hanya bisa membiarkan sobat nya itu mengendarai mobilnya.
Dalam perjalanan menuju kantor Group WHA, tepat di persimpangan arah yang diambil bukan menuju kantor.
"Boy...lo gak salah arah ni, kok kita ke arah sini sih?"
"Bos minta gue bawa lu suatu tempat yang bakalan nambah ilmu pengetahuan lo"
"Maksudnya gimana?, apa gue disuruh sekolah lagi?, kuliah atau kursus gitu?"
tanya Arya bingung dan tak paham maksud dari kata kata sohibnya itu.
"Udah sekarang lo duduk anteng aja nanti juga lo bakal ngerti kalo udah liat sendiri"
"Ok lah, tapi napa lo mesti pake mobil gue?,bukannya lo bisa jemput langsung pake motor lo?"
"Kenapa sih lo bawel, gue cuma pingin nyoba gimana rasanya duduk dibelakang kemudi LS500 lo ini, itu aja"
__ADS_1
"Terus....."
"He....he....mantap bro, libur kita out pake LS500 lo ini ya, uh...pasti cewek pada lari mari...mari....sayang datang ke abang ha...ha....."
kumat sudah otak somplak si Boy gak jauh jauh dari yang mesum mesum.
"Hu.....otak lo itu ya..., waktu hamil ngidam apa sih nyokap lo?, kok kelakuan lo tengil banget kayak gini"
gerutu Arya sambil menonyor kepala sohibnya yang somplak itu.
"Ha...ha...., kita udah sampe bro, yo..yo...sekarang waktunya untuk belajar, lo pasti amazing banget, kita masuk sekarang come in bro"
ajak Boy sambil keluar dari LS500 Arya.
Sebuah gedung tampak seperti ruko kosong yang tak terpakai, Arya hanya mengikuti Boy berjalan masuk dan sampai di sebuah tangga yang turun kebawah masih mengikuti Boy ikut turun kebawah.
Sebuah ruangan dan ada tiga orang terikat di bangku dalam keadaan babak belur, mereka menatap Boy dan Arya tengan tatapan penuh dendam.
Selain mereka ada juga beberapa pria yang dilihat dari tampilan seperti para bodyguard dan mungkin mereka inilah yang sudah membuat tiga orang yang terikat itu babak belur.
Para bodyguard ini segera menunduk memberi hormat saat Boy dan Arya datang.
"Bos Kecil"
Mendengar bagaimana para bodyguard itu memanggil Boy dengan *Bos keci* membuat Arya harus menahan ketawanya.
"Apa sudah ada hasil?"
tanya Boy pada para bodyguard nya.
"Maaf belum bos"
jawab salah seorang dari mereka tidak berani mengangkat kepalanya.
"Lepaskan ikatan mereka semua, biar aku dan Arya yang melakukannya"
perintahnya sambil membuka kemejanya.
"Bro waktunya untuk belajar"
katanya sambil tersenyum menepuk bahu Arya.
Arya yang langsung mengerti maksud kata belajar saat melihat situasinya hanya bisa mengangguk.
__ADS_1
"Mulai lah dulu, aku ingin lihat kemampuanmu"
kata Arya sambil mengambil posisi untuk duduk dibangku bekas tempat salah satu orang yang diikat tadi.
Dilihatnya Boy seperti orang yang kesetanan menghajar ketiga orang itu tanpa ampun.
Arya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat sisi lain dari sohibnya itu bila sedang fight.
"Sudah cukup bro"
kata Arya sambil menepuk bahu sohibnya menyadarkan Boy saat dilihatnya ketiga orang musuhnya itu sudah benar benar sekarat.
Boy langsung pergi membasuh muka nya dan menenangkan kembali dirinya.
"Sekarang katakan semuanya"
kata Arya dingin sambil berjongkok didekat salah seorang dari mereka lalu berdiri pergi dari sana.
"Lakukan sekarang"
perintahnya pada para bodyguard itu sebelum pergi ke luar.
"Aku khawatir kamu kehilangan kewarasanmu tadi"
kata Arya tegas saat Boy datang mendekatinya.
"Sorry bro, aku terbawa nafsu tadi ketika ingat mereka hampir menghilangkan nyawa papi"
jawabnya tak acuh
"Lain kali kendalikan dirimu, bagaimanapun itu nyawa manusia bro"
"Ok aku akan ingat itu"
katanya sambil melemparkan kunci mobil Arya ke pemiliknya.
"Gue liat tadi beladiri lo lumayan, gimana kalo weekend kita latih tanding kita sparing?"
"Ok, boleh juga tuh"
"Bos kecil....pruft....ha...ha...ha..."
*Nambah up satu bab lagi gaes, semoga suka dan tetap semangat ikuti terus ceritaku dan jangan lupa tinggalkan jejakmu vote like koment dan rate 😘👍*
__ADS_1
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍