
"Sayangnya dikehidupan yang lalu kamu mudah tergoda dan aku terpaksa berbagi cintamu dengan yang lain, tapi kali ini aku tak ingin lagi berbagi, kamu hanya milikku."
Batin si gadis sambil tersenyum memperhatikan Arya.
Tak terasa akhirnya Arya sampai juga di rumah besar milik Oma-nya itu.
Dia lalu masuk ke dalam rumah setelah memarkirkan mobilnya di garasi.
Dan gadis yang sedari di perjalanan menemaninya tadi entah kemana sudah menghilang.
Di dalam tampak sang Oma sudah menunggunya dengan beristirahat di kursi malasnya.
"Oma... kenapa tidak langsung istirahat saja di kamar."
Kata Arya sambil menggoyang pelan lengan Oma-nya.
"Sengaja sayang, Oma nunggu kamu sampe rumah dulu, ya udah yuk bantuin Oma bangun mau pindah ke kamar."
Jawab Oma-nya yang langsung membuka matanya saat di bangunkan oleh Arya.
Setelah menbantu Oma-nya ke kamar, Arya masuk ke kamarnya dan langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah terasa lengket setelah penerbangan dari Jakarta sampai ke Pontianak.
Arya yang selesai mandi keluar hanya dengan mengenakan boxer itu membuat seseorang yang sedang rebahan di atas tempat tidurnya itu menjerit histeris.
"Aaa... Raden kenapa kamu gak pake baju, sana kenakan dulu bajumu Raden."
Teriak si gadis sambil menutup matanya dengan kedua telapak tangannya.
"Ehhh... itu... aduh kenapa juga kamu ada di kamarku? bikin kaget aja kerjaannya."
Arya juga tiba-tiba kaget begitu keluar kamar mandi ada suara gadis menjerit histeris di kamarnya, dan tambah kaget begitu tahu gadis itu adalah Wangi yang sedang rebahan di atas tempat tidurnya sambil menutupi matanya dengan kedua telapak tangannya.
"Kamu juga kenapa tiba-tiba sudah ada di tempat tidurku? pamali gadis masuk di kamar laki-laki yang bukan muhrimnya."
Teriak Arya dari dalam kamar gantinya sambil mengenakan piyama tidurnya.
"Sudah buka mata kamu, aku sudah berpakaian rapet ini, hais... padahal aku lebih suka tidur cuma pake boxer doang, kalo beginikan aku jadi gak punya privasi karena kamu selalu muncul tiba-tiba."
Kata Arya memberi perintah si gadis untuk membuka matanya, dan dilanjut dengan omelan.
"He... maaf Raden, itu karena aku selalu ingin bersamamu dekat dengan kamu."
Jawab si gadis yang sudah membuka matanya dan tertawa kecil mendengar omelan Arya.
"Kalo terlalu sering bersama nantinya kamu akan bosan dan gak baik gadis masuk ke kamar laki-laki yang bukan muhrimnya dan tidak memiliki hubungan apapun."
Kata Arya memberi pengertian kepada sosok gadis gaib itu.
"Mana mungkin aku merasa bosan, kamu adalah takdirku selamanya akan begitu, dan dari kehidupan yang lalu kita terikat satu hubungan Raden."
Gumam si gadis lirih sambil merubah posisinya dari berbaring diatas tempat tidur menjadi duduk.
"Aku lelah sekali ingin istirahat, bisakah kamu jangan menggangguku dulu dan biarkan aku istirahat sendiri."
Pinta Arya yang sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur tak jauh dari sosok gaib si gadis.
"Baiklah tidurlah Raden, aku gak akan mengganggumu mmmuach...."
Si gadis masih sempat mencium pipi Arya sebelum dia pergi menghilang.
Arya yang mendapatkan ciuman tak terduga di pipinya hanya menyentuh pipinya dengan tangannya lalu tersenyum kecil dengan mata yang mulai terpejam.
__ADS_1
Keesokan paginya Arya sudah memulai rutinitasnya bekerja, sebelumnya dia lebih dulu menghubungi Boy temannya yang selalu membantunya sejak awal Arya tiba di Pulau Kalimantan ini dulu.
"Hallo... bro apa kabar? pagi ini gue ngantor, lo ngantor gak? ok kalo gitu sampe ketemu di kantor bro bye."
Sapa Arya kepada Boy yang sedang menerima telponnya diseberang sana.
"Hallo.... ya bro Alhamdulillah baik, kalo lo ngantor gue juga bakal ke kantor pas banget ada tugas kelapangan jadi lo mesti ikut sampe ketemu di kantor bye."
Boy menjawab telpon dari Arya dengan semangat karena dengan adanya Arya bearti ada tambahan bantuan saat menangani masalah di lapangan.
"Sayangnya Oma apa sudah akan mulai bekerja lagi?"
Tanya Oma di sela sela aktivitas sarapan pagi mereka.
"Iya Oma sayang, Arya sudah kangen dengan pekerjaan Arya."
Sahut Arya sambil menggigit roti yang sudah diolesi coklat dan susu.
"Selalu berhati-hati lah sayang dimanapun saat kamu bekerja, oh ya bagaimana dengan perkembangan rencana mengakuisisi perusahaan kita?"
"Kemungkinan besar saat kita di Jakarta, Om Marco mungkin sudah mengakuisisi empat puluh persen saham yang menjadi milik keponakan Opa yang gila harta itu Oma."
"Baguslah kalo begitu berarti sekarang seratus persen saham perusahaan sudah kembali menjadi milik kita lagi sayang dan akan segera kita atur agar semua saham diatas namakan ke kamu."
"Sebenarnya Arya tidak ingin menguasai semuanya Oma, Arya hanya tidak ingin apa yang sudah diusahakan oleh Opa dulu hancur sia sia ditangan mereka."
"Iya sayang, Oma mengerti dan memang semuanya adalah milik kamu, kamu yang berhak setelah Ayah kamu menolaknya."
"Ya udah Oma sekarang Arya berangkat kerja dulu mmmuach..."
Arya lebih dulu mencium pipi Oma-nya sebelum berangkat kerja.
Oma-nya merasakan hangat dihatinya, betapa sekarang Oma-nya merasa sangat bersyukur memiliki cucu yang bersikap hangat dan sayang padanya.
"Hingga Tua Bersama"
Inikah kisah cinta
Yang aku sesali
Kini kau tinggalkan diriku
Ku tahu ini semua kesalahanku
Yang selalu membuatmu terluka
Maafkanlah sayangku
Dengarkan janjiku
Selama jantung ini berdetak
Ku akan selalu menjagamu
Hingga akhir waktu
Selama nafas ini berhembus
Tak akan ada cinta yang lain
Hingga Tua Bersama
__ADS_1
O ooo...
Ku mohon kembalilah dalam pelukanku
Lihatlah diriku tanpamu
Maafkanlah sayangku
Dengarkan janjiku
Selama jantung ini berdetak
Ku akan selalu menjagamu
Hingga akhir waktu
Selama nafas ini berhembus
Tak akan ada cinta yang lain
Hingga Tua Bersama
Hati ini Tak Akan Mungkin
Tanpa cintamu yang begitu tulus
mencintaiku
Ou ooo...
Selama jantung ini berdetak
Ku akan selalu menjagamu
Hingga akhir waktu
Selama nafas ini berhembus
Tak akan ada cinta yang lain
Hingga Tua Bersama
Ku akan selalu menjagamu
Hingga akhir waktu
Selama nafas ini berhembus
Tak akan ada cinta yang lain
O ooo...
Tak akan ada cinta yang lain
Hingga Tua Bersama
*Footer
Putri Dari Dunia Lain berubah protagonis wanitanya dari Wati beralih ke Wangi sesuai alur cerita terbaru ya gaes karena tidak lagi menceritakan kehidupan Wati.
Tapi tetap Arya adalah protagonis pria karena ceritanya bercerita tentang kehidupan Arya.
__ADS_1
*Akhirnya hari ini outhor selesai juga update-nya ya gaes, walau hanya bisa up 1 bab setelah ngetik dua hari ini, do'a kan semoga outhor tetap sehat dan bisa rutin up setiap harinya ya gaes. Ikuti terus ceritaku dan jangan lupa untuk tetap dukung author dengan vote like koment dan rate 😘👍*
😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍