PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Taman Lampion"


__ADS_3

"Melihat sikapmu ini, aku tak yakin tak ada seorang pun gadis yang mengisi hatimu selama ini"


kataku ambigu membuatnya melirikku lalu menepikan mobil.


Dia menatapku tajam dan dalam membuatku salah tingkah.


Tiba tiba dia mendekat dan memegang dagu ku.


"Gadis seorang gadis ?...gadis yang selalu mengisi hati ku dari dulu sampai saat ini cuma kamu tidak akan ada yang lain"


katanya berbisik disamping telingaku membuatku merinding.


Belum sempat aku tersadar tiba tiba..


"cup.."


kecupan kecil di bibirku membuatku mematung seolah mati rasa karena terkejut.


Dia langsung kembali keposisinya dan melajukan mobilnya lagi.


"Ah...kau sudah mencuri ciuman pertamaku....!"


kataku berteriak saat tersadar, sambil terus memukulnya.


"ha...ha...tenanglah itu cuma kecupan kecil, aku juga akan memberikan ciuman yang ke 2, ke 3, dan seterusnya jadi tenanglah"


katanya terus menggoda sambil tertawa.


"Sudah..sudah jangan pukul lagi ok, nanti kita bisa celaka, comedown baby ok"


kata katanya bukan membuatku tenang tapi semakin membuatku kesal.

__ADS_1


Aku hanya membuang pandanganku kesamping untuk mengubur rasa maluku.


Mobil terus melaju kearah taman lampion yang ada disekitar komplek monumen jogya kembali.


Saat sore seperti ini banyak pasangan muda mudi yang bergandengan walau hanya sekedar jalan jalan disepanjang jalan yang dihiasi lampion warna warni.


Taman ini juga sangat nyaman untuk membuang semua rasa lelah dan sakit dihati untuk orang yang sedang putus cinta.


Dia menggandeng tanganku menuju sebuah bangku yang dari ukurannya memang dirancang untuk berdua.


"Disini aku biasa duduk setelah lelah mencarimu"


katanya sambil tetap menggenggam tangan ku, dengan pandangannya menerawang jauh entah kemana.


"Saat aku lelah dan merasa sangat putus asa...aku akan duduk disini, sambil melihat pasangan yang bergandengan tangan tertawa ceria, berharap suatu saat aku akan datang kesini dengan menggandeng tangan mu seperti ini"


semua kata katanya menyiratkan semua kepedihan yang dirasakannya selama 5tahun ini.


"Lihatlah sekarang aku sudah mewujudkan keinginanku, membawamu kesini, bergandengan tangan dengan mu"


Katanya dengan tersenyum, lalu memeluk ku.


Kubiarkan dia memelukku melepaskan semua emosinya, dia memeluk ku dengan erat dan terdengar isakan tangisnya.


Tak kusangka 5 tahun sudah membuatnya menderita,


"Maaf..."


hanya satu kata itu yang bisa keluar dari mulutku.


Dia melepaskan pelukkannya dan berusaha tersenyum sambil mengusap air matanya.

__ADS_1


"Maaf karena membuatmu melihatku seperti ini, tapi jangan ceritakan pada siapapun, itu akan membuatku membenci mu"


katanya tersenyum.


"Ha...ha..ternyata laki laki brengsek seperti mu bisa menangis juga ya"


aku berusaha bercanda untuk menghiburnya.


"Ayolah sekarang aku disini bersama mu, jadi ayo bergembira kita lakukan semua yang kau impikan saat itu disini, ok"


"Ayo kita kesana..kesana...ayo yang disitu tampak lebih bagus"


kami berjalan kesana kemari sambil bergandengan tangan.


Setelah lelah berjalan disepanjang taman lampion, kami pun pulang dan hari sudah mulai malam.


Diperjalan tiba tiba dia menepikan mobilnya dan masuk ke parkiran sebuah resto seafood di daerah jl.Timoho.


"Kita makan dulu, kamu pasti sudah laparkan?"


katanya lalu turun dan berputar membukakan pintu untuk ku.


"Terima kasih, aku tidak menyangka kamu bisa bersikap manis seperti ini"


kataku sambil mengukutinya menuju salah satu meja yang kosong.


Dia menarik bangku dan mempersilahkan aku duduk,


"Aku memang manis nona...,tapi selama ini kamu tidak pernah memberikan ku kesempatan untuk bersikap manis kepadamu, tapi malah menghilang dari ku"


katanya datar seperti keluhan.

__ADS_1


*oh para readers tolonglah untuk lebih manis ke author bagi vote dan like nya ya👍😘*


__ADS_2