PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Profesi Tabib"


__ADS_3

Setiap harinya wati menghabiskan hari harinya dengan menanam dan merawat kebun berbagai tanaman herbal disela sela waktunya membesarkan dan mendidik arya anaknya.


Bahkan selalu saja ada warga yang datang berobat, tidak hanya warga kampung sekitar tapi juga ada yang dari kota bahkan daerah yang terbilang jauh.


Selama dalam pelariannya bersembunyi dari orang orang yang mengenalnya, wati banyak belajar ilmu dari ki ireng yang salah satunya ilmu pengobatan, sehingga wati sekarang menjadi seorang tabib.


Seperti saat ini wati sedang kedatangan tamu dari jauh untuk berobat, setelah berobat secara medis tidak mendapatkan kesembuhan akhirnya sang pasien mencari alternatif berobat pada ahli pengobatan kampung yang menggunakan herbal dan semacamnya.


"Tolong neng, ayah saya sudah berobat ke banyak dokter dan berulang kali ganti RS tapi tidak ada perkembangan yang menunjukkan kalau ayah saya akan sembuh"


Telah banyak keluh kesah pasien semacam ini yang datang berobat kepada wati, dan setelah dua atau tiga kali datang akhirnya mereka mendapatkan kesembuhan.


Dan rata rata dari pasien yang sembuh setelah berobat pada wati, mereka kembali datang dengan banyak membawa buah tangan untuk ungkapan rasa syukur dan terima kasih pada wati.


Wati juga tidak memasang tarif untuk jasa pengobatannya,wati selalu iklas menerima berapapun atau apapun yang diberikan oleh keluarga pasiennya.


Dengan profesi nya sekarang wati tidak lagi merasa khawatir akan kebutuhan untuk sekedar makan sehari-hari begitu juga untuk keuangannya karena wati juga membuka market online yang menjual berbagai produk herbal alami.


"Bunda tadi arya sama kakek menangkap ikan banyak, nanti arya ingin makan ikan masakannya bunda"


bocah kecil itu selalu saja berceloteh bercerita setiap kegiatan yang dilakukannya bersama sang kakek kepada bundanya.

__ADS_1


Bagi wati arya adalah penyemangatnya satu satu saat ini.


Sebenarnya setelah meninggalnya eyang putri, wati sangat ingin kembali kedunia tempat bunda ****nya berada, tapi mengingat arya maka dia mengurungkan niatnya dan memilih untuk membesarkan arya lebih dulu.


"Ah...iya ikannya besar besar, nanti bunda masakan ikan pepes kesukaan arya"


"Ayo sekarang arya berganti baju dulu, baru nanti ikut kakek lagi"


wati dan ki ireng sangat menyayangi arya tapi mereka tidak pernah memanjakannya, mereka mendidik arya agar menjadi anak yang mandiri dan mengerti tanggung jawab.


"Kakek kita akan kemana setelah ini kek?"


tanya arya penuh antusian.


kata ki ireng menerangkan.


"Baiklah kek, serahkan semuanya pada arya, nanti akan arya pukul kalau ada yang merusak kebun kita kek"


celoteh bocah itu lagi yang sok jago membuat yang mendengarnya tertawa.


"Ha...ha...cucu kakek memang jagoan yang hebat"

__ADS_1


tawa ki ireng pecah menjawab celotehan arya si bocah yang unyuk.


Wati yang sibuk memasak ikan pepes untuk lauk makan mereka pun ikut tersenyum mendengar celotehan anaknya.


Wati merasa hidupnya sekarang lebih tenang dan berwarna tidak seperti hidupnya dulu.


Disini wati bisa menikmati hidupnya apa adanya menjadi dirinya sendiri tanpa tertekan memikirkan keinginan dari orang lain.


"Bunda, arya dan kakek akan pergi dulu, bunda hati hati dirumah, kalo ada orang jahat bunda bisa pukul orang itu pake ini"


celotehnya lagi saat berpamitan sambil memberikan seikat sapu lidi yang biasa dipakai untuk menyapu pelataran.


"Ha...ha...iya iya, sekarang arya boleh ikut kakek dan hati hati ya sayang"


pesan wati kemudian sambil menciun pipi putranya.


"Hati hati ya ki, dan ingat pulang untuk makan siang"


wati mengingatkan ki ireng dan arya sebelum keduanya pergi.


*Vote vote vote

__ADS_1


Like like like 👍😘*


__ADS_2