PUTRI DARI DUNIA LAIN

PUTRI DARI DUNIA LAIN
*"Takdir Wangi"


__ADS_3

Di tengah hutan yang gelap seekor harimau putih yang sedang bermalas-malasan sambil menyisir bulu bulu putihnya dengan lidahnya yang terjulur tiba-tiba melompat kaget dengan auman nya.


"Aaauuummmm...... geeerrrrrrr....., siapa yang berani melempariku dengan biji getah !!!"


Suara Auman dan teriakan marahnya menggema dalam hutan menakuti para hewan lainnya.


"Aku yang melakukannya dasar kucing malas, kau hanya tahu cara bermalas malasan dan tak memperdulikan asuhanmu yang terluka dan hampir mati seandainya aku sedang tidak disana."


Ucap Wangi yang tak kalah garang dan nyaring menjawab kata kata si singa putih yang taklain adalah Ashlan.


"Karena aku tau kau selalu bersamanya, jadi aku merasa tak perlu repot-repot untuk jadi obat nyamuk diantara kalian berdua."


Jawab Ashlan yang kembali merebahkan tubuh singanya dan mengibaskan ekornya.


"Dasar kucing malas, kau ini pintar sekali beralasan, untuk beberapa waktu aku mungkin tidak bisa menemaninya, jadi kuminta dampingi dia jangan sampai dia terluka lagi."


"Memangnya kamu mau kemana Ratu? kenapa seolah kamu akan pergi jauh?"


"Entahlah Putih, aku kadang merasa ada kekuatan yang menarikku kesatu tempat, aku juga tidak mengerti."


"Hemmm kurasa kau sudah mendapatkan wadaq untuk jiwamu ini, sebaiknya kamu ikutin saja kekutan yang memanggilmu itu, serahkan penjagaan si Raden padaku."


"Aku juga merasa seperti itu, tapi aku takut saat jiwaku menyatu dengan wadaq baruku, semua ingatanku akan dirinya menghilang putih."


"Apapun yang terjadi ikutin takdirmu Ratu, tentang apakah kamu akan melupakan semua kenangan tentang Raden, kamu hanya perlu yakin jika di beberapa kehidupan kalian selalu dipertemukan makan di kehidupan kali ini pun kalian akan kembali bertemu."


"Aku tahu itu putih, tapi aku tetap merasa takut."


"Yakinlah seandainya kamu lupa, maka biarlah Raden yang berusaha mencarimu, mungkin sudah waktunya dia yang harus mengejarmu."


"Baiklah, tapi aku minta kau untuk selalu mendampinginya dan ingatkan dia tentang aku."


"Aku tentu akan selalu mendampinginya dan aku berjanji untuk mengingatnya akan dirimu, sekarang pergilah penuhi takdirmu."


"Emmm... aku pergi sekarang, sampai jumpa lagi putih sampaikan salamku untuk Raden."


Setelah mengucapkan kata terakhirnya, wujud Wangi perlahan memudar seperti kabut meninggalkan si putih yang tak lama kemudian juga menghilang.


Wangi masih sempat kembali menengok Arya dan menyematkan sebuah cincin bermata mustika ungu di jari tengah Arya, lalu mengecup kening Arya dengan airmata yang tak terasa menetes jatuh membasahi pipi Arya.


Arya yang merasakan ada tetesan air membasahi pipinya sedikit memaksakan matanya untuk terbuka, samar samar dilihatnya wajah Wangi tapi sekejap kemudian memudar.

__ADS_1


Arya yang sempat melihat Wangi membuka matanya perlahan dan menghapus air mata Wangi yang membasahi pipinya.


"Ada apa dengannya,kenapa dia menangis lalu pergi."


gumam Arya lirih dan tanpa sadar matanya melihat jari tengahnya yang terpasang cincin pemberian Wangi.


"Cincin dengan batu mustika berwarna ungu, Ratu kencana Wungu, Wangi... ada apa denganmu."


Ucap Arya menyebut nama sang Ratu sambil memperhatikan cincin yang melingkar di jari tengahnya.


"Raden jangan khawatir, dia sedang memenuhi takdirnya, dia sudah mendapatkan wadaqnya."


Ucap Ashlan dengan wujud kucing putih kecil bermata perak.


"Ashlan.... apa artinya dia akan terlahir kembali? atau bagaimana?"


"Entahlah, apakah dia akan terlahir sebagai bayi, atau sebagai gadis dengan identitas tubuh barunya."


"Apakah itu artinya dia akan kehilangan semua ingatannya tentang kita, tentang aku?"


"Entahlah Raden, seandainya dia kehilangan ingatannya dan melupakan dirimu, maka menjadi tugas bagimu untuk mencari dan mengejarnya."


"Hah... kenapa aku harus melakukannya?"


Ashlan mulai menekuk tubuh kecil kucing putihnya dan memejamkan matanya tidur di samping Arya.


Arya lalu bangun dari tempat tidurnya dan mencari Boy yang seingat dirinya tadi tertidur disampingnya tapi kemana dia kini.


Setelah matanya mencari, akhirnya pandangannya tertuju ke kasur lantai depan televisi disana dilihatnya Boy sedang tertidur dengan nyenyaknya.


Arya yang merasakan lapar, berjalan keluar kamar menuju dapur untuk melihat ada makanan apa yang bisa dimakannya.


Di bukanya tudung saji dilihatnya masih ada ikan haruan bakar lengkap dengan lalapannya, juga ada kentang buncis wortel diatas hotplate yang masih hangat dan ada bistik lidah sapi di atas hotplate yang lainnya, ada juga irisan lemon lime.


Arya mulai duduk dan saat akan mengambil nasi, Oma datang dengan semangkuk sup jagung.


"Kesayangannya Oma sudah bangun ternyata, sini Oma ambilkan nasinya, lauknya ambil sendiri tapi sebaiknya Arya makan ikan haruannya itu bagus untuk menyembuhkan luka."


"Iya Oma Terimakasih, Oma yang masak semua ini atau ka Esia kok komplit banget."


"Ya pasti Esia lah.., Oma sudah tua mana bisa masak sebanyak ini, Oma cuma nemenin Esia masak, gimana enak gak?"

__ADS_1


Setelah berdo'a, Arya mulai menyuapkan makanan ke mulut-nya.


"Oma juga makan dong, masak Arya makan sendirian."


"Oma sudah kenyang makan sup jagung tadi di dapur sama Esia, iya itu kenapa si Boy gak kamu ajak turun makan sekalian."


"Dia masih tidur Oma, udah gakpapa paling nanti kalo bangun juga makan."


Panjang umur, Boy yang sedang disebut namanya tiba tiba muncul.


"Panjang umur, Boy sini sayang makan dulu bareng Arya."


Panggil Oma saat dilihatnya si Boy berjalan ke arah mereka.


"Iya Oma makasih, kebetulan Boy juga sudah lapar."


Ucap Boy tanpa malu dan mulai duduk disamping Arya.


Oma memberikan piring dengan sendok dan garpu pada Boy.


"Makasih Oma biar Boy ambil sendiri, wah menunya komplit banget, sudah lama Boy gak makan masakan rumah kayak begini."


Ucap si Boy mulai menyendok beberapa lauk memindahkannya ke dalam piringnya.


"Makan yang banyak kalo gitu, jangan malu malu anggap rumah sendiri."


"Iya Oma, kalo begitu Boy akan sering kemari untuk ikut makan disini Oma."


Ucap Boy yang mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.


"Boy lo mau nginep apa pulang?"


Tanya Arya yang sudah mengahabiskan isi piringnya dan sedang menikmati semangkuk sup jagung nya.


"Gue pulang aja Bee, ada janji sama Lea jemput dia pulang kampus."


"Hemmm... ingat batasan bro, jangan mengambil yang belum waktunya."


*Hai gaes maaf ya karena outhor lama gak update, satu kata selamat membaca para readers setia-ku. Alhamdulillah akhirnya hari ini othor bisa up walau hanya 1 bab ya gaes dan jangan bosan bosan untuk memberikan dukungan terbaik dari kalian tentunya gaes.


Dan semoga outhor bisa up 1ribu kata setiap harinya karena outhor juga harus up novel yang lainnya ya readers.

__ADS_1


Jangan lupa tetap tinggalkan jejakmu dukung author dengan vote like rate dan coment 😘👍*


😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘😘👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍


__ADS_2