Raja Pedang

Raja Pedang
#103. Bantuan dari Sekte Dubilih Enggano


__ADS_3

Sabai dan Lenggo berjabatan tangan dengan erat.


"Putri Harimau yang cantik, kau panggil aku Sabai. Sabai itulah namaku." ucap Sabai mengenalkan dirinya kepada Lenggo.


"Aku Rao Mudo, nona Sabai. Aku Abang satu-satunya dari Lenggo" Rao Mudo ikut mengenalkan dirinya kepada Sabai.


Malam itu diputuskan dibuat team advance mengirim sepuluh pendekar muda dibawah pimpinan Lindu, Raja Pedang. Mereka terdiri dari Raja Pedang, Bidadari Suvarnabhumi, Sabai, pendekar Kerambit Maut, Lenggo, Rao Mudo, Malin, Nuri, Binu dan sikuda hitam dari sekte Secabik Kafan, Marda. Sikuda hitam Marda sekarang berada ditingkat bumi awal. Meski begitu tidak ada satupun pendekar tingkat bumi menengah yang bisa mengimbanginya. Bahkan mereka yang ditingkat bumi tinggi hanya mampu bertarung imbang dengan Marda. Satu hal yang spesial, Marda sangat bersemangat jika bertemu lawan ditingkat bumi menengah sampai puncak. Pemuda unik ini paling senang jika nyawanya menjadi taruhan dalam satu pertarungan. Mungkin juga karena itu Marda dengan cepat naik ketingkat yang lebih tinggi dengan fondasi yang kuat.


Paginya sehari sebelum team advance berangkat menuju Tano Niha. Dihalaman belakang tempat tinggal sekte Alang Barat di posko Laskar Gabungan.


"Sabai. Ayo serang Uda dengan jurus-jurus dari ilmu Pedang Awan Bararak." Lindu berkata kepada Sabai. Gadis remaja yang cantik itu tersenyum senang.


"Baik Uda Lindu" jawab Sabai dan melesat ketengah halaman depan Pedang Bintang digenggaman tangan kanannya.


"Yayaang, aku pinjam pedang mu sebentar boleh ?" Lindu meminjam Pedang Mustika Embun kepada Mayang. Gadis secantik bidadari itu tersenyum lembut dan menyerahkan Pedang Mustika Embun kepada Lindu.


"Jangan terlalu keras kepada Sabai yaa." Lindu tersenyum menatap Bidadari Merah penuh kasih. Lalu dia melesat berdiri didepan Sabai.


"Siap-siap Uda..." Sabai mulai membuka langkah awal ilmu pedang Awan Bararak.


Pedang Bintang berputar dengan cepat. Gaung pedang berdengung menderu. Langit yang terang tiba-tiba tertutup awan. Dari balik awan muncul kilauan Pedang Bintang menusuk tajam dan mencacah kearah Raja Pedang. Inilah jurus tertama dari ilmu Pedang Awan Bararak.


Serangan pedang didalam awan.


Jurus ini selain menggunakan energi mendalam tingkat tinggi, juga dilandasi dengan energi batin atau zhenqi yang kuat.


Blaaarr...!! Dhuuuaaaarrr...!


Traaanggg...!! Triiiingg...!!


Ledakan energi terdengar berdentum dentum. Menggelegar menggetarkan wilayah posko Laskar Gabungan. Para pemimpin Laskar Gabungan beserta Patriak dan Tetua sekte dan klan bermunculan. Mereka kaget ketika mendengar dentuman dan getaran energi yang kuat mengguncang kawasan posko Laskar Gabungan.


Sabai terdorong mundur tiga tombak. Gadis remaja itu menatap tajam kearah Lindu.

__ADS_1


"Jurus ke dua Uda,..."


Topan dan badai dibalik awan


Sabai melenting sangat tinggi. Pedang Bintang berputar seperti kintiran angin. Awan kelabu menutupi langit. Seribu bayangan pedang meluncur sangat cepat bagaikan topan dan badai.


Zhiiiiingg...!! Zhuiiiiingg...!!


Seribuan bayangan pedang meluncur dengan kecepatan sangat tinggi ketika Sabai mengayun pedangnya kearah Lindu.


Para penonton merinding ngilu melihat serangan yang dilakukan Sabai. Raja Pedang tersenyum senang...


"Bagus...!!" Dia tersenyum lalu mengayunkan Pedang Mustika Embun. Benteng kabut tebal terbentuk serperti tameng yang melindungi Raja Pedang.


Tameng kabut menerima semua bayangan pedang, lalu meledak sangat kuat.


Baaamm...!!


Gelombang resonansi energi menyebar ke segala arah. Pandeka Sati Batuah Patriak sekte Marunggai Ameh dan Tetua Merapih Angin membuat formasi dinding pelindung agar para penonton dan lingkungan tidak terimbas ataupun jadi porak poranda.


Sabai kembali terdorong mundur, kali ini sampai lima tombak. Dia tersenyum kagum menatap Raja Pedang. Gadis itu tau, Lindu hanya menggunakan sekitar 40% sampai 50% kekuatannya.


"Uda benar-benar hebat. Apakah latihan ini kita lanjutkan ? Ada tujuh tingkatan jurus dari Ilmu Pedang Awan Bararak ini Uda."


"Rasanya cukup Sabai, sudah pada ngumpul semua orang kesini. Ilmu Pedang Awan Bararak memang luar biasa.


Uda merasa lebih tenang sekarang." ungkap Lindu sambil tersenyum. Dia mengembalikan Pedang Mustika Embun kepada Dhamma Mayang.


"Terimakasih pedangnya Yayaang."


Sabai berlari mendekat kepada Lindu dan Mayang. Dia tersenyum ceria lalu berkata kepada Mayang.


"Kak tangah... apakah penampilan ku cukup baik ?

__ADS_1


"Wahh waahh waaaahh... siapakah Nona muda yang hebat ini ?" Pandeka Sati Batuah yang baru sampai datang mendekati Lindu.


"Waaahhh... Patriak kapan datang ?" Lindu menyapa Pandeka Sati Batuah dengan ramah. Sabai menatap penuh selidik kearah Pandeka Sati Batuah. Dhamma Mayang segera menjura kepada Patriak sekte Marunggai Ameh.


"Apa kabar Patriak ?"


"Sangat baik tuan putri, senang bisa bertemu dengan anda dan Raja Pedang disini." Pandeka Sati Batuah menjura dalam kepada Dhamma Mayang. Ketika Bidadari Suvarnabhumi mau mengenalkan Sabai kepada Pandeka Sati Batuah. Terdengar suara yang penuh semangat.


"Guru...!! Sungguh menyenangkan bisa bertemu dengan guru disini." Raja Alkhemi berdiri membungkuk didepan Raja Pedang. Banyak orang yang melihat tidak percaya.


Raja Alkhemi adalah peracik pil obat terbaik di benua Emas. Bagaimana seorang Grand Master memanggil guru kepada Raja Pedang.


"Guru... Aku murid yang tidak tau diri. Mohon maaf baru bisa menyampaikan rasa duka mendalam untuk Nyonya ke dua. Raja Alkhemi jatuh berlutut dihadapan Raja Pedang.


"Bangunlah Raja Alkhemi, semua sudah diputuskan oleh langit." Semua orang masih berbisik bisik membicarakan perihal Raja Alkhemi yang memanggil guru kepada Raja Pedang. Padahal yang diomongin sudah pergi meninggalkan tempat itu sejak tadi.


Sebuah kapal besar perlahan bersandar di pelabuhan Moawo di Tano Niha. Diujung tiang utama berkibar panji-panji sekte Dubilih Enggano. Kapal itu membawa lima ratus orang anggota sekte Dubilih Enggano. Mereka terdiri dari dua ratus lima puluh anggota tingkat perak, dua ratus anggota tingkat emas. Ada delapan puluh anggota tingkat raja dan sisanya ditingkat bumi awal sampai puncak dan dua orang panatua ditingkat suci.


Tenaga bantuan dari sekte Dubilih Enggano turun dengan sedikit arogan dan pongah. Mereka kemudian menaiki belasan kereta yang masing masing kereta ditarik dua ekor kuda. Belasan kereta itu meluncur menuju markas sekte Tengkorak Merah di Lembah Tengkorak dekat Hilifalawo.


"Patriak, bantuan kekuatan dari sekte Dubilih Enggano sudah naik kedarat. Mereka sekarang menuju Lembah Tengkorak dengan lima belas kereta kuda." Tetua Galok Silap melaporkan berita yang dibawa anak buahnya.


"Bagaimana dengan sekte Iblis Hitam ?"


"Menurut pemantauan kami, paling lambat mereka akan naik kedarat dalam dua hari mendatang. Adapun bantuan dari Tengkorak Merah Semenanjung Malayana, Siam dan Tionggoan mulai datang esok hari." Galok Silap menjelaskan estimasi kedatangan bantuan.


"Apakah sekarang kau sudah merasa cukup tenang ?"


"Siap Patriak...!!" Galok Silap menjawab dengan lantang. Galok Silap menjura dan menghilang dari hadapan Setan Merah, Patriak sektu Tengkorak Merah unit benua Emas.


Diberanda tempat tinggal Alang Bangkeh diarea posko Laskar Gabungan.


"Besok pagi-pagi sekali kita naik kapal menuju Tano Niha. Kita akan membagi diri dalam dua kelompok." Lalu Raja Pedang memecah team advance dalam dua kelompok yang terdiri dari kelompok empat dan kelompok enam. Jumlah masing-masing kelompok sama dengan nama kelompok nya.

__ADS_1


\=\=\=\=\=***


__ADS_2