Raja Pedang

Raja Pedang
#62. Ang Coa Mosin


__ADS_3

"Jika kami menjadi penguasa di masing-masing kekaisaran, lalu apa untungnya bagi kalian Tengkorak Merah ?" Para Patriak dan Tetua dari sekte besar golongan hitam setuju dengan pandangan Pandeta Iblis Haloan.


Semua yang hadir menatap kearah Setan Merah menunggu jawaban dari Patriak Tengkorak Merah itu. Setan Merah diam sesaat, dia mengedarkan pandangannya kepada para Patriak sekte besar golongan hitam. Ketiga Patriak itu juga menatap serius kepada Setan Merah.


"Jika apa yang kita inginkan tercapai, kami dari Tengkorak Merah akan menjadi Kaisar Benua. Kalian bertiga menjadi afiliasi terkuat kami." Setan Merah menjelaskan konsep kerja secara jelas. Meskipun tidak terlalu menyetujui, mereka akhirnya bisa sepakat untuk melaksanakan rencana besar itu. Dalam kepala setiap Patriak sekte besar. Sudah ada rencana tersendiri. Tidak ada diantara mereka yang tidak tertarik untuk menjadi kaisar.


Hasil pertemuan itu sudah jelas. Dalam rentang dua tahun kedepan mereka akan menggulingkan kekaisaran Suvarnabhumi. Selanjutnya dalam satu tahun berikutnya mereka akan menggulingkan kekaisaran tengah dan Utara.


Rentang waktu dua tahun, mereka akan berupaya membangun kekuatan besar golongan hitam bersatu. Mereka juga akan memaksa sekte sekte kecil menengah dari golongan putih dan netral untuk tunduk kepada mereka.


Ang Mo Ong sebagai Grand Master Pangcu dari Tengkorak Merah sedunia sangat mendukung rencana besar itu. Lelaki berambut merah itu meninggalkan salah seorang kepercayaannya ikut membantu agar rencana itu bisa terlaksana.


Ang Coa Mosin alias Iblis Sakti Ular Merah ditugaskan oleh Ang Mo Ong untuk membantu Setan Merah. Ang Coa Mosin di daratan benua Tionggoan terkenal sebagai seorang pendekar ahli racun dan hoatsut atau ahli sihir. Seorang pendekar tingkat tinggi dengan kemampuan tingkat agung menengah. Setan Merah dan semua sekte besar golongan merasa sangat senang. Mendapatkan kekuatan tambahan yang luar biasa.


Sehari setelah semua sekte yang ikut pertemuan di markas Tengkorak Merah. Dua anggota rendah gerombolan Tengkorak Merah datang. Mereka melaporkan bahwa markas cabang dari gerombolan Tengkorak Merah di hutan Rimbo Tebo, Tarusan, Sijunjung dan dua lainnya telah musnah. Mereka datang untuk melaporkan semua itu. Mereka mengatakan semua itu perbuatan Raja Pedang dan Sepasang Bidadari. Meski Lindu, Nirmala dan Bidadari Suvarnabhumi hanya menyerang tiga cabang saja yang seiring dengan arah perjalanan menuju sekte Tapak Dewa.


Setan Merah sangat marah mendengar laporan itu. Meja batu hitam didepannya hancur berantakan. Anggota gerombolan Tengkorak Merah yang datang untuk melapor menggigil menahan rasa takut yang amat sangat. Beruntunglah karena hari itu Setan Merah lagi tidak berniat untuk membunuh anggota sendiri.


Ang Coa Mosin bertanya pada Setan Merah siapa itu Raja Pedang.

__ADS_1


"Setan Merah, bisa coba jelaskan siapa itu Raja Pedang." Setan Merah tidak bisa menjawab. Patriak Tengkorak Merah hanya baru mendengar nama dan juga mendengar dari Badak Mantagi tentang Raja Pedang. Bahwa Raja Pedang telah membunuh beberapa petinggi sekte Iblis Tambun Tulang. Dari Iblis Cantik Tambun Tulang dia mengetahui ciri-ciri Raja Pedang.


"Kalau begitu, pilih seorang tetua Tengkorak Merah untuk menjadi penunjuk dan teman perjalanan ku. Aku akan mengunjungi setiap markas cabang Tengkorak Merah sekalian mencari tau Raja Pedang. Jika sempat bertemu akan ku bereskan pemuda itu." ucap Ang Coa Mosin. Setan Merah senang mendengar usul Ang Coa Mosin. Patriak gerombolan Tengkorak Merah itu segera memberi perintah kepada anak buahnya.


"Panggil Tetua Marito si Iblis Binal Lembah Tengkorak, sekarang" anggota Tengkorak Merah yang diperintah segera keluar mencari Tetua Iblis Binal Lembah Tengkorak.


Iblis Binal Lembah Tengkorak adalah perempuan ayu yang bersikap lemah lembut. Perempuan yang sudah berumur delapan puluh tahun itu sangat awet muda dan terawat dengan baik. Marito tampak seperti perempuan berumur hampir tiga puluh tahun saja. Tubuhnya sintal dan padat.


Marito memiliki kelainan sebagai seorang pencandu melakukan hubungan badan. Dia bisa melakukan dengan lelaki mana saja jika mereka berduaan. Orang yang tidak kenal dengan tetua Marito tidak pernah tau kelakuannya. Marito juga sangat senang menyiksa lawan-lawannya sebelum dia bunuh. Semakin keras jeritan lawannya, Marito akan merasakan rangsangan keinginan purba yang makin menggila. Setelah menyiksa lawan, perempuan itu akan mengakhiri dengan memenuhi keinginan purbanya yang menggila. Mungkin karena itu pula dia mendapat julukan Iblis Binal.


Marito muncul didepan Setan Merah dan Ang Coa Mosin. Perempuan itu melenggang gemulai dengan senyum manis tersungging dibibirnya.


---***


Pertemuan besar sekte golongan putih dibuka oleh Kaisar Dharma Andaleh. Hadir hampir semua tokoh besar dari golongan putih. Alang Bangkeh datang bersama Alang Babega dan Seriti Merah yang sudah menjadi istrinya. Alang Bangkeh, Patriak sekte Alang Barat sudah mengalami banyak peningkatan. Kekuatannya sudah berada ditingkat langit tinggi. Begitu juga dengan Alang Babega, sedangkan Seriti Merah berada ditingkat langit awal.


Patriak dan Tetua sekte lain yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Datuak Batungkek Ameh dari sekte Secabik Kafan dia datang bersama Patriak sekte. Pandeka Sati Batuah, Patriak dari sekte Marunggai Ameh bersama Tetua Raja Alkhemis. Hang Latino dan Hang Telo wakil dari sekte Patuih Tongga semenanjung Malayana. Tentu saja Matriak sekte Angso Duo, Dewi Bulan. Dewi Bulan juga sudah berada ditingkat suci menengah.


Masih ada tokoh besar lain seperti Patriak dan Tetua sekte Tulang Bawang dari lembah Ranau, sekte Buayo Lalok dari Bintuhan, dan sekte Pedang Terbang dari daerah Tapak Tuan.

__ADS_1


Ada Patriak klan Caniago si Pedang Kilat bersama Dewi Kematian dan Binu. Juga Ketua klan Kiemas dan Patriak klan Tamiang dari wilayah paling Utara Kekaisaran Madania.


Pertemuan itu membahas masalah gerombolan Tengkorak Merah dan adanya kemungkinan pertempuran besar. Satu lagi yang diluar agenda awal, tapi kemudian menjadi agenda utama. Itu berdasarkan informasi dari Cik Nawi Pendekar Rencong Emas Patriak klan Tamiang. Soalan yang disampaikan adalah rencana penyerangan dan penaklukan kekaisaran Suvarnabhumi yang akan dilaksanakan dua tahun kedepan.


Semua orang dalam aula pertemuan itu heboh. Kaisar Dharma Andaleh berdiri mengangkat tangannya. Semua yang hadir diam dan memperhatikan sang Kaisar.


"Jika benar mereka berniat menyerang dan berusaha untuk menaklukkan kekaisaran Suvarnabhumi, itu artinya gerombolan Tengkorak Merah berniat menguasai benua Emas. Itu artinya pertempuran besar benar-benar akan terjadi.


Saudaraku semua... perang pasti akan menimbulkan banyak korban dan banyak penderitaan bagi rakyat. Ini bisa kita minimalkan jika dalam dua tahun ini, kita bersama bergerilya membuat serangkaian serangan kepada markas cabang gerombolan Tengkorak Merah dan juga menghancurkan sekte sekte kecil dan menengah golongan hitam."


Kaisar Dharma Andaleh diam untuk menghela nafas dan memperhatikan reaksi semua orang yang hadir. Terlihat sebagian besar setuju dengan apa yang dikatakan Kaisar Dharma Andaleh. Sebagian kecil lainnya tampak keraguan diwajah mereka. Tentu saja sang Kaisar sangat menyadari itu semua.


"Aku sangat yakin, mereka juga akan melakukan hal yang sama. Pasti sama dengan apa yang aku ucapkan sekarang. Aku juga sangat yakin, bahwa Raja Pedang dan Sepasang Bidadari saat ini sudah menjadi target utama mereka. Karena sudah ada tiga markas cabang Tengkorak Merah yang mereka ratakan dengan tanah. Disamping itu juga ada tiga sekte kecil dan satu sekte menengah golongan hitam yang mereka hancurkan." suara penguasa wilayah selatan itu ber orasi dengan tegas dan berapi-api. Perhatian semua yang hadir teralih kepada Lindu yang duduk diapit oleh Nirmala dan Bidadari Suvarnabhumi.


Lindu yang tadinya hanya jadi pendengar bersama Nirmala dan Bidadari Suvarnabhumi, akhirnya berdiri.


"Apa yang dikatakan Kaisar Dharma Andaleh benar. Aku pribadi bersama Nirmala dan Bidadari Suvarnabhumi pasti akan berusaha menghapus sebanyak mungkin markas cabang Tengkorak Merah dan sekte sekte yang telah bergabung dengan Tengkorak Merah." Lindu melirik kepada Bidadari Suvarnabhumi dan Nirmala bergantian. Pada kesempatan ini, aku ingin mengajak semua yang hadir. Ayo kita hancurkan sebanyak mungkin markas cabang gerombolan Tengkorak Merah...!!"


\=\=\=***\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2