Raja Pedang

Raja Pedang
#86. Bertarung dengan Gerombolan Srigala Spirit


__ADS_3

Setelah memasuki kamar mereka, Lindu menatap Nirmala yang terlihat sangat cantik. Nirmala tersenyum manis kepada Lindu dan menghamburkan tubuh indah nya kedalam pelukan Lindu.


"Aku akan melewati malam ini menjadi malam yang paling indah untuk kita." Nirmala berbisik lirih di telinga Lindu. Lindu tersenyum kecil dan lengannya melingkari tubuh indah Nirmala.


Hmm...


Lindu mencium kening Nirmala. Gadis cantik itu memejamkan matanya dan Lindu mengecup lembut kedua mata bintang Nirmala.


Tidak tau siapa yang memulai tau-tau bibir mereka sudah berpagut. Saling ******* dan menghisap dengan kuat. Terdengar rintihan kecil dari Nirmala. Gadis cantik jelita itu membenamkan tubuh indah nya makin dalam kedalam rengkuhan cinta Lindu suaminya.


Malam itu mereka berdua, bergelimang aroma wangi nuansa cinta tanpa batas. Mereka mengarungi lautan cinta tanpa batas sampai tiga kali. Nirmala dan Lindu sangat menikmati setiap momen yang mereka ciptakan berdua. Sampai akhirnya mereka berdua tertidur lelap berdua.


Pagi sekali Lindu terbangun, dia melirik Nirmala yang tertidur didadanya. Dua benda hangat milik Nirmala lenyep dikulitnya. Perlahan Lindu menyentuh pundak Nirmala, tapi malah membuat gadis cantik itu terbangun.


Ada rengekan manja keluar dari bibir sensual Nirmala. Mereka akhirnya mengulang perbuatan semalam pagi itu.


"Ayo mandi sekarang..." bisik Lindu ditelinga Nirmala setelah mereka usai melakukan ritual kebersamaan. Lindu bangkit dan merungkuh Nirmala kedalam pelukannya. Dia berjalan menuju bak mandi besar yang tersedia di kamar mereka. Tubuh mereka berdua polos tanpa sehelai benangpun.


Lindu melangkahkan kaki masuk kedalam bak mandi lalu duduk berendam dalam bak mandi. Air hangat dalam bak mandi terasa nyaman dikulit. Dia membiarkan Nirmala duduk di pangkuan nya dan bergayut manja.


Lindu menggosok kulit halus Nirmala dengan lembut untuk membuang semua kotoran yang menempel. Kegiatan itu diikuti dengan pijitan pijitan lembut. Tindakan itu tanpa disadari membangkitkan lagi hasrat paling mendasar dalam diri mereka. Akhirnya sambil mandi berpangkuan mereka kembali menuntaskan ledakan hasrat mendasar yang purba itu.


Bidadari Suvarnabhumi memasuki restoran bersama Nuri untuk sarapan. Dia tersenyum manis kepada Lindu yang sudah ada disana bersama Nirmala dan Malin.


Malin menatap kearah Nuri dengan penuh rasa cinta yang tidak disembunyikan. Tatapan matanya bertemu dengan mata Nuri. Merasakan arti tatapan Malin, pipi Nuri merona dadu oleh rasa malu dan senang.


Lindu menarik kursi kosong disebelah kanan nya untuk Mayang. Dhamma Mayang duduk sambil tersenyum manis.


"Kamu makan apa itu La ?" Dia bertanya pada Nirmala yang lagi menyendokan makanan kemulutnya.

__ADS_1


"Bubur disum komplit, tambah dua telor ayam setengah matang." jawab Nirmala dan memberikan sebuah senyum manis untuk Mayang. Mayang balas menatap Nirmala dengan membelalakkan mata dan memutar bola matanya, dan tersenyum.


"Aku mau lontong pitalah saja deehhh..." Dhamma Mayang berkata kepada pelayan yang baru datang.


Usai sarapan mereka berlima melanjutkan perjalanan dengan kereta yang ditarik oleh dua ekor kuda. Lindu dan Malin duduk berdua didepan menjadi sais kereta. Adapun Dhamma Mayang, Nirmala dan Nuri ngobrol dan bercanda didalam kereta. Ketika melintasi jalanan di hutan rantau berangin, Lindu memancarkan aura tingkat sucinya. Bintang spiritual yang banyak di hutan rantau berangin menjauh dari mereka.


Perjalanan menuju wilayah Utara itu berjalan mulus tanpa gangguan. Menjelang malam kereta mereka akan berhenti untuk beristirahat dan dipagi harinya mereka melanjutkan perjalanan. Tau-tau tujuh hari berlalu dengan sangat cepat.


Hari ke delapan mereka sampai di hutan Gunung Tua. Hutan gunung Tua merupakan kawasan hutan sangat luas dan merupakan hutan purba. membentang puluhan kilometer dari selatan ke utara. Ukuran pohon dihutan gunung Tua sangat besar, butuh delapan sampai sepuluh orang lelaki dewasa bergandengan untuk bisa melingkari satu pohon. Hawa kematian terasa sangat kental menakutkan.


Pohon pohon besar di hutan itu dijalari oleh tanaman rotan dan manau. Makin dalam memasuki hutan kondisinya sungguh gelap karena cahaya matahari tertahan oleh rimbun dedaunan yang saling menutupi diketinggian ratusan meter.


"Kita menyusuri daerah pinggir hutan saja. Sepertinya banyak sekali bintang mistik spiritual di hutan ini." Lindu berkata kepada Malin.


"Aku ikut putusan mu saja saudara Lindu." jawab Malin.


Tidak lama muncul puluhan ekor srigala menghadang dan mengelilingi kereta kuda. Diposisi paling belakang berdiri seekor serigala yang sangat besar. Tingginya menyamai manusia dan ukuran tubuhnya tidak kalah besar dengan seekor kerbau jantan unggulan. Srigala itu adalah srigala alpha yang menjadi pemimpin. Srigala itu menggeram. Mulut srigala itu terbuka memperlihatkan gigi taring yang sangat tajam. Air liurnya menetes netes, sangat menakutkan.


"Ini adalah hewan spirit, mestinya srigala alpha itu merupakan hewan spirit tingkat lima. Mestinya setara dengan pendekar tingkat suci." Lindu berkata dalam hati. Dia kemudian bertanya kepada Mayang, Nirmala dan Nuri.


"Kalian apakah berniat untuk meregangkan otot-otot kalian yang kaku ?"


"Apakah hewan spirit itu cukup menantang ?" terdengar suara Dhamma Mayang dari dalam kereta.


"Sepertinya srigala type alpha nya adalah hewan spirit tingkat lima. Sedangkan yang lainnya adalah tingkat dua dan tiga." Mendengar jawaban Lindu, Dhamma Mayang segera keluar dari kereta. Lalu Nuri dan Nirmala juga muncul. Malin segera turun dari kereta dan bersiap disamping Nuri.


"Alpha bagian ku" ucap Mayang. Seakan mengerti dengan ucapan Mayang, type alpha menggeram keras di sambut dengan lolongan srigala yang lain.


Ggrrrhhh... Grrrmrrhh...

__ADS_1


Aaauuuuuuu....!! Aaauuu...!!


Lindu duduk dengan santai dikereta dan menyalurkan auranya agar kedua ekor kuda penarik kereta tetap tenang.


"Ayo kita bereskan..." Dhamma Mayang berkata sambil melenting kearah srigala thype alpha. Nirmala, Nuri dan Malin ikut bergerak menyerang gerombolan srigala spiritual itu.


Srigala type alpha menggeram dan melompat menyerang Mayang dan cakar dan gigitan. Kaki depan nya mengayun mengarah ke muka Mayang.


Baaamm...!!


Terdengar ledakan keras ketika tinju Mayang berbenturan dengan cakar srigala alpha itu. Tubuh srigala type alpha itu terdorong mundur. Namun berdiri dengan sangat baik. Mayang juga terdorong mundur beberapa langkah. Pada saat itu srigala type alpha sudah menyerang kembali dengan ganasnya. Mulutnya yang besar terbuka hendak mencaplok kepala Mayang.


Sementara Nirmala dan Nuri melakukan pembantaian terhadap kelompok srigala yang lain. Lima ekor srigala menerjang kearah Nirmala secara bersamaan. Namun gadis cantik jelita itu hanya tersenyum kecil. Dia melenting sangat tinggi melewati semua srigala yang datang menyerang.


Tidak jauh berbeda dengan Nuri. Ketika belasan ekor srigala spiritual tingkat dua dan tiga menyerang. Gadis manis berambut sebahu itu malah merasa senang hati.


"Kesempatan untuk melatih pukulan tapak dewa ku" kata nya dalam hati.


Nuri menggunakan kecepatan gerak nya untuk menghindar, menangkis dan menyerang balik semua srigala yang datang.


Plak... Deessz... Plaak...


Buaghhh...!! Kaiing...!! Ggrrrhhh...!!


Srigala srigala itu tertahan dan terdorong. Dua ekor terkena pukulan Tapak Dewa. Namun srigala itu kembali bangkit setelah terjaduh dan menggeram marah.


Nuri tersenyum lebar. Dia merasa seru sendiri dengan pertarungan melawan srigala srigala itu.


\=\=\=\=\=***\=\=

__ADS_1


__ADS_2