
Kompetisi murid berbakat hari pertama berakhir di sore hari. Masih tersisa lima pasangan di babak penyisihan yang belum bertarung. Kompetisi akan dilanjutkan esok harinya.
Malam harinya Alang Bangkeh mengadakan jamuan makan malam untuk Patriak, Matriak dan para Tetua sekte. Hadir juga penguasa kota Pariaman Tuanku Bandaro Sati beserta panglima Dubalang Silangkaneh.
Suasana di aula utama yang disulap jadi tempat perjamuan tampak meriah. Hangatnya persahabatan terasa sangat kental. Beberapa sekte membawa satu atau dua murid utama mereka.
Murid-murid yang ikut hadir diantaranya adalah Nirmala dari sekte Angso Duo. Ada Bidadari Suvarnabhumi dan Malin Tanjung dari sekte Tapak Dewa. Wisesa dan Dahlia dari sekte Secabik Kafan. Sekte Patuih Tongga hadir Bangtuah. Hadir juga Labai dari sekte Alang Barat. Mereka para murid yang ikut hadir diproyeksikan akan menjadi orang-orang penting di rimba persilatan masa depan.
Lindu tampak menjadi bintang utama di jamuan itu. Patriak dan para Tetua berusaha untuk bisa ngobrol membangun hubungan baik dengan Raja Pedang. Nirmala dan Bidadari Suvarnabhumi juga merapat, selalu berada di kiri dan kanan Lindu.
"Waaah... sepertinya kau akan segera mendapatkan dua cucu mantu pak tua...ha ha ha..." suara keras Pandeka Sati Batuah terdengar diselingi tawa di ditujukan kepada Tuangku Nan Sati.
"Selamat... selamat untuk mu pak Tua..." lanjutnya diikuti oleh tetua yang lain.
Kale Lepak Sakti dan Dewi Bulan saling menjura dengan merangkap tangan didepan dada. Mereka kemudian ngobrol berdua dengan akrab. Membahas berbagai hal, namun yang paling banyak mereka bicarakan terkait dengan murid mereka Nirmala dan Bidadari Suvarnabhumi.
Pandeka Sati Batuah datang menghampiri mereka.
"Waah... apa yang lagi diomongin oleh dua besanan ini ? Sepertinya sangat serius..." Pandeka Sati Batuah langsung nimbrung. Dewi Bulan tersenyum menanggapi ucapan Patriak Marunggai Ameh itu.
"Jika memang mereka berjodoh mestinya tiga atau lima tahun lagi baru bisa dibicarakan." ucap Dewi Bulan.
"Ya betul" Kale Lepak Sakti membenarkan.
"Naaah... naaah.... kalian memang kompak dan cocok berbesan bersama dengan pak tua Alang Bangkeh" Pandeka Sati Batuah tertawa gembira. Dia langsung memanggil Alang Bangkeh untuk mendekat.
Ketika Alang Bangkeh mendekati ketiga Patriak itu, terdengar suara berat.
"Guru...!"
Boleh dibilang semua orang terbelalak melihat melihat kearah suara itu. Semua melihat Raja Alkhemis seorang alkhemis nomor satu di benua Emas dan juga Tetua sekte Marunggai Ameh menjura dalam pada Lindu. Bidadari Suvarnabhumi juga kaget. Gadis cantik jelita itu melihat kearah Lindu dan Raja Alkhemis bergantian. Bukan hanya Bidadari Suvarnabhumi, Pandeka Sati Batuah bahkan mulutnya ikut terbuka karena rasa takjub. Dia buru-buru menenangkan hatinya ketika mendengar bisikan Kale Lepak Sakti...
__ADS_1
"Ternyata kita masih satu keluarga, hanya beda posisi, he hee heee..." Dewi Bulan yang ikut mendengarkan bisikan Kale Lepak Sakti ikut tertawa. Pandeka Sati Batuah menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Lindu buru-buru mengangkat Raja Alkhemis.
"Marah Zainal, apa artinya semua ini ??" Suara Pandeka Sati Batuah bertanya pada Raja Alkhemis.
"Patriak... mohon maaf saya belum melaporkan hal ini pada Patriak. Raja Pedang adalah juga seorang master alkhemi. Mestinya saat ini Raja Pedang adalah master alkhemi tingkat delapan atau mungkin master tingkat legenda. Aku yang bergelar Raja Alkhemis telah melihat sendiri bersama Datuak Batungkek Ameh dan Seriti Merah. Sungguh kemampuan alkhemi ku tidak ada seujung kuku Raja Pedang. Sejak kejadian itu, aku mengangkat dan memanggil Raja Pedang sebagai guru ku."
Dagu mereka yang hadir jatuh berserakan, takjub mendengar penjelasan Raja Alkhemis. Dhamma Mayang alias Bidadari Suvarnabhumi menatap Lindu dengan tatapan kagum dan rasa cinta yang sangat besar. Tanpa sadar gadis cantik jelita itu memeluk erat lengan Lindu.
"Aah... sungguh anda terlalu melebih-lebihkan aku wahai Raja Alkhemis. Kita hanya sedikit bertukar cerita tentang alkhemi" Lindu menjura pada semua yang hadir. Tuangku Nan Sati sangat bangga dengan Lindu cucunya..
Kemampuan alkhemis adalah suatu yang langka. Bidang ini sangat sulit. Seorang alkhemi harus memiliki tingkatan energi tinggi. Selain itu mereka juga harus memiliki jalur khusus inti api di dantiennya. Selain itu banyak persyaratan lain yang harus dipenuhi. Alkhemis yang tersebar saat ini di benua Emas tingkat kemampuannya hanya sampai master alkhemi tingkat empat. Hanya seorang Raja Alkhemis yang menguasai sampai master alkhemis tingkat enam.
Pandeka Sati Batuah maju langsung mendekati Lindu. "Aku orang tua ini meminjam kekasih kalian sebentar nona nona cantik" ucapnya sambil menarik Lindu. Kale Lepak Sakti dan Dewi Bulan mengikuti Pandeka Sati Batuah. Patriak sekte Marunggai Ameh itu melotot kepada Kale Lepak Sakti dan Dewi Bulan.
"Kalian mau kemana...?"
---***
"Aku saja yang pergi ke markas besar Tengkorak Merah" Badak Mantagi kembali menegaskan. Siampa Hitam dan Harimau Kumbang menatap Badak Mantagi.
Sekte Iblis Tambun Tulang telah membahas beberapa cara untuk menjebak dan membunuh Raja Pedang. Namun tidak ada cara apapun yang sesuai untuk diterapkan. Apalagi saat ini mereka belum mendapatkan pengganti yang cocok untuk menggantikan posisi Kelabang Iblis. Minta bantuan kepada gerombolan Tengkorak Merah adalah salah satu jalan yang paling tepat. Sesuai dengan usulan Iblis Cantik Tambun Tulang.
Akhirnya dengan terpaksa mereka memutuskan untuk minta bantuan kepada markas besar Tengkorak Merah. Sekarang persoalan yang muncul adalah siapa yang akan pergi menemui Patriak Tengkorak Merah.
Markas besar Tengkorak Merah sangat jauh. Markas besar gerombolan berada di wilayah kekaisaran Madania di Utara benua Emas. Namun tidak pernah tunduk pada kekuasaan kaisar Madania yang bernama Shank Mangaraja.
Markas besar gerombolan Tengkorak Merah berada sebuah pulau bernama Tano Niha. Warga pesisir kekaisaran Madania pulau hantu. Pemberian nama pulau hantu berawal dari beberapa nelayan melihat bayangan hitam melayang layang diatas lautan dekat pulau Tano Niha.
Perjalanan dari markas besar sekte Iblis Tambun Tulang untuk sampai ke Tano Niha dengan menggunakan kuda bagus, sekitar dua bulan lebih. Itu belum termasuk naik kapal layar selama satu minggu. Jadi dibutuhkan waktu sekitar lima bulan untuk bolak balik.
__ADS_1
Setelah pembahasan yang panjang, diputuskan yang akan pergi menemui Patriak Tengkorak Merah adalah Badak Mantagi bersama Iblis Cantik Tambun Tulang.
---***
Acara jamuan telah usai. Kale Lepak Sakti, Dewi Bulan dan Alang Bangkeh sepakat menyatukan Lindu, Nirmala dan Bidadari Suvarnabhumi dalam satu ikatan. Namun untuk Bidadari Suvarnabhumi tentu harus mendapatkan restu terlebih dahulu dari kaisar Dharma Andaleh, kaisar dari kekaisaran Suvarnabhumi. Ayahanda dari Bidadari Suvarnabhumi.
Dewi Bulan, Kale Lepak Sakti dan Alang Bangkeh akan membicarakan kesepakatan mereka kepada Lindu, Nirmala dan Bidadari Suvarnabhumi sehabis kegiatan kompetisi murid berbakat.
Sehari terlewatkan. Ini adalah hari ketiga kompetisi murid berbakat. Hari ini adalah semi final kompetisi murid-murid berbakat. Mereka yang akan bertarung di semi final, yang pertama adalah dari sekte Tapak Dewa yaitu Bidadari Suvarnabhumi melawan Dahlia dari sekte Secabik Kafan.
Setelah wasit mengingatkan aturan pertarungan, Dahlia dan Bidadari Suvarnabhumi mengatur kuda kuda mereka. Dahlia menggunakan sepasang pedang. Pedang yang agak pendek lurus menunjuk lawan, pedang satunya melintang didepan dada. Posisi ini adalah posisi awal dari jurus Sepasang pedang menjemput jiwa.
Gadis berambut pendek sebahu itu melenting kearah Bidadari Suvarnabhumi, pedang yang agak pendek menusuk leher dan pedang lainnya menebas perut dan lutut.
Bidadari Suvarnabhumi menyambut kedatangan serangan dengan ilmu pedang Tarian Bidadari.
Trangg.... Tringg....
Zssshh....
Suara benturan pedang terdengar tajam. Pedang yang menuju leher dihindari dengan meliukkan tubuhnya. Melihat itu Dahlia merobah gerekan memotong kearah leher, dan pedang lainnya bergerak membelah keatas. Itulah gerakan sangat mematikan dari jurus Menebar kasih menyembah langit.
Bidadari Suvarnabhumi meliuk berputar dan melenting. Gerakannya sangat halus lentur dan indah. Gadis cantik itu terlihat menari dengan gerakan gemulai. Tau-tau Bidadari Suvarnabhumi sudah berada disamping Dahlia. Satu tendangan menyamping bersarang dipinggang Dahlia.
Gadis manis berambut pendek sebahu itu terlempar, namun ia merasakan angin tajam yang agak ditahan. Serangan pedang itu tidak jadi menuju lehernya tapi ditarik sedikit mengenai pundak Dahlia. Dahlia koprol menjauh dari jarak serangan Bidadari Suvarnabhumi.
Dahlia melompat bangun. Gadis dengan rambut sebahu itu paham jika Bidadari Suvarnabhumi telah menahan serangannya. Jika tidak, tentu leher Dahlia akan dibelah oleh pedang lawannya. Jika tidak mati, paling tidak membuat dirinya terluka sangat parah. Gadis berambut sebahu itu langsung menjura pada Bidadari Suvarnabhumi.
"Terimakasih telah menahan diri Bidadari Suvarnabhumi, aku Dahlia mengaku kalah" gadis itu berbalik setelah Bidadari Suvarnabhumi balas menjura.
Wasit menyatakan Bidadari Suvarnabhumi memenangkan pertandingan. Gadis cantik jelita itu melihat kearah Lindu, dia melemparkan senyum manis kemudian melangkah turun dari panggung.
__ADS_1
\=\=\=***\=\=\=