Raja Pedang

Raja Pedang
#30. Kematian Kelabang Iblis


__ADS_3

Lindu menatap Kelabang Iblis, Ular Hitam dan Biso Pati dengan tatapan dingin.


"Aku adalah Raja Pedang yang akan mengirimkan kalian bertiga bertemu raja akhirat. Sebutkan siapa nama kalian !" Suara Lindu terdengar tegas dan dingin.


Kelabang Iblis kaget, lalu tertawa keras...


"Ha haa haaa haaaa.... Raja Pedang kau datang sendiri mengantarkan nyawa busuk mu. Hari ini, aku Kelabang Iblis akan menuntaskan hutang nyawa ini."


Lindu menatap seperti orang bodoh kepada Kelabang Iblis. Senyum ringannya masih bertengger diwajahnya. Pemuda tampan itu bertanya dengan gaya sarkasme...


"Apakah hanya seekor kelabang yakin bisa mengalahkan aku ?" Kelabang Iblis sangat marah mendengar ucapan Lindu.


"Ular Hitam dan Biso Pati. Bantu aku melumpuhkan bocah busuk ini !!" Kelabang Iblis berteriak pada dua pentolan sekte Selaksa Racun. Mereka bertiga menyusun kuda-kuda untuk menyerang. Tangan Kelabang Iblis mengeluarkan asap kemerahan. Kedua tangannya berobah warna menjadi merah pekat sebatas siku. Bau amis racun menyeruak di udara. Siapapun yang terkena aroma racun ini akan merasa otot-otot tubuhnya akan melemah. Itu baru baunya yang tercium, bagaimana jika racunnya yang masuk dalam tubuh ?


Tinju kelabang api


Kelabang Iblis menerjang kearah Lindu.


Ular Hitam dan Biso Pati juga menyerang Lindu dengan serangkaian serangan yang mengandung racun. Lindu mengayunkan Pedang Mustika Embun membetuk lingkaran.


Benteng langit seribu petir


Hujan pedang mengoyak jagad


Selapis dinding tipis energi panas terbentuk di lapisan udara. Hawa panas menutupi area pertarungan mereka. Petir menyambar nyambar diselingi bayangan bayangan pedang yang bergerak memotong dan membelah.


Benturan keras terjadi beberapa kali.


Bugh...!!


Dugh...!! Track...!!


Bam...!! Lindu terlempar tiga tombak, bersalto beberapa kali untuk membuang efek benturan. Lindu langsung melesat cepat menyerang ke arah Biso Pati yang masih posisi melayang terlempar.


Pedang iblis membuka pintu langit


Kilatan pedang berdatangan melintas berkilauan. Biso Pati berjuang memperbaiki posisi dan menangkis semua serangan Lindu.


Trangg...!! Tringg....!!


Crezz...!! Trangg...!! Crassz...!!


Dua tebasan membelah dada dan punggung Biso Pati. Tidak terlalu dalam tapi mengucurkan banyak darah. Biso Pati mengerahkan energi mendalam untuk menghentikan darah yang mengalir keluar.


Lindu dengan gerakan sebelas langkah ajaib sudah berada didekat Kelabang Iblis. Pedang Mustika Embun menebas kearah leher dan menyontek dari bawah keatas menusuk ke ulu hati Kelabang Iblis.


Kelabang Iblis mundur satu tindak, dia menundukkan kepalanya. Serangan yang menuju leher luput. Toelan pedang yang menuju ulu hati ditepis dengan cara memukul badan pedang. Namun sayangnya Lindu melihat gerakan Kelabang Iblis. Raja Pedang merobah posisi pegangan pedang. Sehingga mata pedang tukar posisi dengan badan pedang.

__ADS_1


Crack...


Tangan yang digunakan Kelabang Iblis membuang arah pedang sobek besar. Darah menetes dari luka lebar dari tangan Kelabang Iblis. Meski begitu saat menangkis pedang Mustika Embun, Kelabang Iblis juga melakukan serangan balasan kearah dada Lindu.


Dess...


Lindu menangkis serangan Kelabang Iblis. Pemuda itu tetap berdiri ditempatnya. Sebuah senyuman ringan tetap menghiasi wajahnya. Sementara Kelabang Iblis terdorong tiga langkah.


Kelabang Iblis tersenyum lebar melihat tangan Raja Pedang yang menangkis serangannya menjadi merah.


Kelabang Iblis mulai menghitung dalam hati.


"....7, 8, 9..... 10 " tidak terjadi apa apa. Perlahan tangan Raja Pedang kembali normal.


"Apa kau berharap rucunmu akan bekerja pada ku ??"


Suara Lindu terdengar sedikit jenaka.


"Kau terlalu banyak berharap tampaknya kelabang bodoh." Suara Lindu kembali terdengar. Tapi suara itu terdengar sangat dingin menusuk.


Kelabang Iblis, Ular Hitam dan Biso Pati kembali menyerang. Kali ini secara bersamaan, tidak ada ruang untuk menghindar. Lindu melenting tinggi ke udara, semua serangan yang datang luput begitu saja. Ketika menukik turun, Lindu mengarahkan tubuhnya kepada Kelabang Iblis.


Pletak....!!


Suara keras terdengar ketika Lindu menjitak kening Kelabang Iblis. Lindu tidak menggunakan energi mendalam ataupun zhenqi. Bulatan sebesar telur puyuh muncul di jidat Kelabang Iblis.


Kelabang Iblis, Ular Hitam dan Biso Pati kembali bergerak menyerang.


"Tunggu...!!" Lindu berteriak, semua lawan lawannya berhenti menunggu.


"Aku belum tau siapa nama kalian ?" Lindu menunjuk kepada Ular Hitam dan Biso Pati. Ketiga lawannya jengkel setengah mati mendengar ucapan Lindu. Mereka ingin menyanyak tubuh Raja Pedang menjadi bubur daging. Namun demikian Ular Hitam tetap menjawab pertanyaan Lindu.


"Aku adalah Ular Hitam Patriak sekte Selaksa Racun. Itu adikku Biso Pati. Sekarang bersiaplah untuk pergi bertemu raja akhirat."


Lindu dengan sangat santai menjawab Ular Hitam.


"Kalian bertiga tidak akan mampu mengalahkan Raja Pedang. Oh ya, untuk kalian berdua siapa yang mau jalan duluan ke akhirat ?"


Ular Hitam, Biso Pati dan Kelabang Iblis benar-benar tak dapat lagi menahan amarah mereka.


"Matilah kau sialan...!!"


Kelabang Iblis, Ular Hitam dan Biso Pati menyerang Lindu segenap energi dan kemampuan mereka.


Boomm....!!


Dhuaarr....!!

__ADS_1


Bamm.....!!


Tiga benturan keras terdengar hampir bersamaan. Tanah dan debu berhamburan tinggi menutupi mereka.


Dewi Rambut Emas mulai mengimbangi Iblis Cantik Tambun Tulang. Mereka sudah bertarung hampir tiga jam. Ratusan jurus telah diperjual belikan. Namun belum juga terlihat siapa yang lebih unggul.


Seriti Merah telah membunuh beberapa lawannya. Meski ada beberapa luka di tubuhnya, semua hanya luka ringan. Hanya tinggal tiga orang lawan lagi.


Burung seriti menyisir ombak


Seriti Merah melayang dengan cepat kearah dua lawannya. Pedang Seriti Merah bergerak menusuk dan memotong. Gerakan serangan susul menyusul bagai tak putus putus. Seorang lawan terhempas dengan pinggang sobek agak dalam. Darah mengucur deras dari lukanya. Lawan yang satunya tergeletak dengan dada terbelah sampai perut.


Tidak menunggu waktu berlalu meski hanya satu detik Seriti Merah langsung melesat mengejar lawan yang sudah terluka.


Menyambar mangsa dalam lautan


Pedang Seriti Merah menusuk dengan sangat cepat menembus jantung. Anggota Tengkorak Merah itu langsung mati dengan teriakan tertahan.


Sisa satu anggota sekte Iblis Tambun Tulang yang mukanya makin pucat.


Sementara itu, Nirmala dan Wisesa mengamuk ditengah tengah musuh yang mengeroyok murid-murid sekte Tapak Dewa. Melihat bantuan datang semangat tempur murid-murid sekte Tapak Dewa kembali bangkit. Perlahan mereka mulai membalikkan keadaan. Satu demi satu, pengeroyok yang rata-rata berada ditingkat emas mulai berjatuhan dan tewas.


"Kelabang dungu.... Aku hantar kau untuk bertemu dua monyet yaa...??" Dengan nada lucu Lindu bicara. Wajah Kelabang Iblis berobah robah warna merah, putih dan kelabu. Kemarahan benar benar memenuhi dadanya. Kalimat dengan nada miring yang dilontarkan Lindu menjadikannya merasa lebih hina dari sebuah pelecehan.


Kelabang Iblis, seorang yang sangat ditakuti di dunia awam dan rimba persilatan tak mampu lagi menahan diri. Membabi buta dia menyerang Raja Pedang. Lindu tersenyum ringan. Dia sudah bertetap hati untuk menghancurkan sekte Iblis Tambun Tulang sampai ke akar akarnya.


Senyum ringan khas Lindu terukir di wajahnya. Senyum ringan itu sangat spesifik dan hanya terlihat ketika niat membunuh mencuat di hati pemuda tampan itu.


Kelabang Iblis menyalurkan hampir semua energi mendalamnya. Tetua dari sekte Iblis Tambun Tulang ini sudah menetapkan hati untuk mengadu nyawa dengan Raja Pedang. Tiba-tiba Kelabang Iblis mendesis dan melesat dengan sangat cepat menyerang Raja Pedang. Mata Lindu si Raja Pedang perlahan menjadi tajam mencorong. Gerakan sangat cepat Kelabang Iblis terlihat lambat dimatanya.


Lindu tersenyum ringan, pedang Mustika Embun berkelebat hampir dua kali kecepatan Kelabang Iblis.


Menebas awan membelah bulan


Tiga bayangan pedang Mustika Embun melintasi Kelabang Iblis. Teramat sangat cepat. Bahkan Ular Hitam Patriak sekte Selaksa Racun dan Biso Pati hanya bisa melihat bayangan pedang setelah melintasi Kelabang Iblis.


Kelabang Iblis yang mesih melenting menyerang Raja Pedang, terbelalak melihat tubuhnya terpisah pisah sebelum semuanya menjadi gelap.


Mati....


Ular Hitam dan Biso Pati serta Iblis Cantik Tambun Tulang menatap tidak percaya. Mereka bertiga tau pasti tingkatan Kelabang Iblis. Setara dengan Ular Hitam dan sedikit diatas Iblis Cantik Tambun Tulang dan Biso Pati.


Jantung mereka berdebar tidak teratur. Rasa dingin tiba-tiba menjalari tulang punggung mereka.


Ular Hitam merinding, dia ingat betul melihat senyuman ringan yang unik tersungging di bibir Raja Pedang. Ular Hitam tidak melihat kapan Raja Pedang bergerak. Tiba-tiba dia sudah melewati Kelabang Iblis dan tubuh tetua sekte Iblis Tambun Tulang itu sudah terpisah pisah.


Dewi Rambut Emas bergerak sangat cepat menyerang Iblis Cantik Tambun Tulang yang sedang terpana.

__ADS_1


\=\=\=***\=\=\=


__ADS_2