
Acara lelang terus berlanjut. Berbagai macam barang sudah dilelang. Inyiak Karambit Sati berada di kedai minuman yang ada di depan balai lelang Menara Gading. Lelaki lima puluhan itu duduk di meja paling belakang dan agak menyudut. Namun dari posisi itu, Inyiak Karambit Sati bisa melihat dengan jelas ke pintu balai lelang Menara Gading. Tujuannya agar bisa melihat orang yang memenangkan lelang Kerambit Kumala saat keluar.
Dhamma Mayang atau juga biasa disebut Bidadari Suvarnabhumi menyimpan Kerambit Kumala kedalam cincin ruang miliknya. Sebagai putri kaisar Suvarnabhumi bukan sesuatu yang sulit bagi gadis cantik jelita itu untuk memiliki pusaka cincin ruang. Gadis cantik itu tidak bisa mengerti kenapa hatinya begitu senang memenangkan Kerambit Kumala.
"Sekarang adalah item barang lelang yang ke 75." Terdengar suara manis Yu Lien.
Sebuah batu kristal spiritual hampir sebesar sekepalan pria dewasa terlihat dalam kotak bertutup transparan. Batu kristal itu bewarna putih seperti susu, tapi ada pendar pelangi bergerak-gerak seperti ingin keluar.
"Terus terang kami tidak tau nama, dan kami tidak tau kegunaan batu ini." Yu Lien menjelaskan. Ketika Yu Lien membuka tutup transparan, aura sangat kuat menyebar memberikan tekanan berat pada semua yang hadir. Yu Lien buru-buru menutup kembali kotak tersebut dan auranya menghilang. Meski tidak ada yang tau, Lindu mengetahuinya. Itu adalah batu alam yang dinamakan Dasamuka Kinyang. Itu adalah jenis batu kristal tertinggi dengan kemampuan menyerap dan menyimpan energi langit dan bumi yang sangat besar. Jadi bukan batu kristal spiritual yang merupakan inti dari binatang spiritual. Lindu merasa dengan batu alam Dasamuka Kinyang di tambah lima pil tanchi, dia bisa menerobos ketingkat agung.
"Karena kami tidak mengetahui nama dan kegunaannya, batu kristal ini kami buka dengan harga lima ribu keping emas dengan kelipatan dua ratus keping emas."
Dua menit berlalu, belum ada yang mengajukan penawaran harga. Batu alam Dasamuka Kinyang sebetulnya punya harga sangat mahal. Bisa mencapai lima ratus ribu keping emas. Hanya karena tidak ada yang tau dengan batu itu, tidak ada yang menawar. Tiga menit berlalu.
"Baiklah...." Yu Lien membuka suara. "Karena tidak ada yang menawar, batu kristal spiritual ini akan kami simpan kembali setelah hitungan ke tiga." Ada sedikit nada kecewa dalam suara Yu Lien.
satu... Yu Lien diam sejenak.
dua... Yu Lien kembali diam sejenak menunggu respon peserta lelang.
ti... Yu Lien belum selesai, ada penawaran terdengar dari ruangan VIP-3.
"Lima ribu lima ratus !"
Datuak Batungkek Ameh, Seriti Merah, Nirmala dan Wisesa melihat Lindu dengan mata penuh tanya. Nirmala melihat kearah batu dengan tatapan tajam. Tiba-tiba gadis cantik itu merasa tercerahkan. Nirmala merasa tau itu batu kristal apa dan untuk apa. Gadis cantik berlesung pipit itu kembali menatap Lindu.
"Uda bisa menggunakan batu itu ?!" nada suara Nirmala terdengar seperti orang bertanya tapi juga seperti memberi tau. Lindu tersenyum membalas Nirmala. Dalam hati pemuda tampan itu kaget, Nirmala tau dengan batu kristal alam.
Yu Lien tersenyum menatap kearah Lindu. Setelah menghitung ulang tiga kali, batu kristal alam dimenangkan Lindu. Acara lelang dihentikan selama satu jam untuk istirahat.
Yu Lien datang ke ruang VIP-3 menyerahkan langsung batu kristal alam pada Lindu. Begitu masuk ruangan VIP-3 Yu Lien mengumbar senyum ramah. Wanita sensual dari benua Tionggoan itu lalu menyerahkan batu kristal alam kepada Lindu dan menerima pembayarannya. Lindu menerima batu kristal alam dari Yu Lien, mengamati sejenak dan mengangguk. Batu kristal alam kemudian menghilang.
Yu Lien menatap Lindu dengan seksama. Dia lalu bertanya dengan nada dan wajah serius.
"Tuan muda, apakah anda tau itu batu dan kegunaannya ?"
Lindu menatap mata Yu Lien, lalu mengangguk.
__ADS_1
"Tau Nona, tapi saya akan memastikan lagi nanti." Yu Lien mengerti, Lindu tidak ingin menjelaskan lebih banyak tentang batu itu. Sebelum berbalik pergi, wanita sensual itu berkata
"Tuan Zainal berharap bisa bertemu anda seusai acara lelang Tuan Muda."
Lelang sesi kedua telah dimulai. Berbagai barang satu demi satu ditawarkan dan terjual. Tapi tidak ada yang menarik bagi Lindu dan rombongannya. Waktu terus berjalan, sampai Yu Lien mengumumkan dua item produk terakhir.
"Hadirin semua, ini adalah item produk kedua terakhir." Seorang pelayan membawa nampan yang diatasnya ada terdapat botol tembikar kecil.
"Botol tembikar kecil ini, berisi pil tanchi. Pil ini berfungsi untuk penyembuhan dan kultivasi. Yang luar biasa tingkat kemurnian pil sangat sempurna, kemurnian 100%."
Suasana aula lelang menjadi bergalau. Pil tanchi dengan kemurnian 100% adalah pil super langka. Seorang yang berada ditingkat raja, dengan lima butir pil akan menerobos sampai ke tingkat bumi dalam waktu singkat. Siapapun yang berhasil mendapatkan pil itu, akan menghemat waktu kultivasi sampai 30 tahun. Semua yang hadir sangat antusias.
Yu Lien membuka tutup botol tembikar. Aroma wangi herbal langsung menyeruak keluar. Orang orang yang sempat menghirup aroma pil langsung merasakan aura energi yang menjadikan tubuh bugar. Yu Lien segera menutup kembali botol berisi pil tanchi.
"Baiklah, untuk lima butir pil tanchi ini, kami buka dengan harga sepuluh ribu keping emas dengan kenaikan lima ratus keping emas." Wanita dari benua Tionggoan itu tersenyum simpul.
"Dua puluh ribu keping" penawaran pertama datang dari ruangan VIP-2 yang ditempati oleh sekte Iblis Tambun Tulang.
"Dua puluh satu ribu keping" suara penawaran datang dari ruangan VIP-15. Semua yang hadir terkejut, hanya dalam dua kali penawaran harga langsung melewati dua kali harga penawaran.
"Dua puluh lima ribu keping" penawaran datang lagi dari ruangan VIP-1. Ruangan itu ditempati oleh Tuanku Bandaro Sati penguasa kota Pariaman. Semua orang langsung melihat kearah ruangan VIP-1. Mereka rata-rata langsung paham penguasa kota Pariaman ikut hadir.
"Dua puluh enam ribu"
"Tiga puluh ribu" penawaran Lindu langsung ditimpa oleh penawaran dari ruangan VIP-2.
"Tiga puluh lima ribu keping. Mohon beri kami sedikit muka." terdengar suara berat penuh tekanan dari ruangan VIP-1. Namun permintaan itu diabaikan oleh dua saingan.
"Tiga puluh delapan ribu" penawaran dari ruangan VIP-2 kembali terdengar.
"Tiga puluh sembilan ribu" Tuanku Bandaro Sati kembali menaikkan tawaran.
"Empat puluh ribu keping" pihak Iblis Tambun Tulang kembali menawar. Suasana semakin memanas. Aura energi tingkat tinggi mulai terasa merambat dalan ruang lelang.
"Seratus ribu" penawaran datang lagi dari ruangan VIP-15. Semua orang terdiam. Semua menatap kearah ruangan VIP-15. Semua ingin mengetahui siapa yang menempati ruangan itu.
Harga penawaran itu menjadi orang orang yang berminat menjadi diam. Setelah dua menit berlalu, tidak ada lagi yang menawar.
__ADS_1
Yu Lien mulai menghitung secara perlahan. Sampai akhirnya hitungan ketiga tidak ada yang menawar. Akhirnya pil tanchi dimenangkan oleh pihak Tapak Dewa yang menempati ruangan VIP-15.
"Sekarang saatnya untuk produk utama" Yu Lien kembali bersuara.
"Ini adalah primadona tanaman spirit. Kembang dari tanaman spirit ini hanya muncul sekali dalam seratus tahun. Sampai saat ini, diketahui tanaman ini hanya tumbuh di lembah selaksa racun."
Seorang pelayan naik membawa kotak berukuran satu meter persegi dengan atas transparan.
"Inilah bunga Wijaya Kusuma Ungu. Jika anda punya kemampuan mengolahnya ini akan menjadi sumber daya luar biasa. Namun sedikit kesalahan akan menjadi racun yang sangat mematikan."
Yu Lien berhenti sejenak. Wanita sensual yang sangat lihai ini memperhatikan respon dari semua peserta lelang.
"Harga untuk bunga Wijaya Kusuma Ungu ini, kami buka dengan harga lima puluh ribu keping, dengan kenaikan minimal seribu keping."
"Lima puluh satu ribu" Seriti Merah menawar.
"Lima puluh dua ribu" penawaran datang dari ruangan VIP-21. Ruangan itu ditempati oleh klan misterius yaitu klan Mawar Hitam. Meski hanya klan menengah tapi sangat ditakuti, karena mereka adalah ahli racun. Anehnya sekte Selaksa Racun malah tidak mengajukan penawaran.
"Lima puluh lima ribu" Kelabang Iblis yang menempati ruangan VIP-2 juga menawar.
"Enam puluh ribu" Seriti Merah kembali menawar.
"Tujuh puluh lima ribu" klan Mawar Hitam juga menawar kembali.
Harga bunga Wijaya Kusuma Ungu terus melejit tinggi. Tidak ada satupun dari ketiga penawar itu yang mau mundur. Suasana juga semakin memanas.
"Tiga ratus ribu" Kelabang Iblis mengajukan penawaran baru. Lindu menatap Seriti Merah. Nirmala juga melakukan hal yang sama. Datuak Batungkek Ameh dan Wisesa dengan santai menikmati air niro dan lompong sagu dengan nikmat.
"Bibi, apakah bunga Wijaya Kusuma Ungu itu begitu penting ?"
Lindu bertanya pada Seriti Merah. Nirmala mengangguk karena juga mau menanyakan hal yang sama. Seriti Merah menatap Lindu. Air mukanya sangat serius. Wanita cantik itu melirik Nirmala sejenak, lalu menjawab
"Sangat penting, aku harus mendapatkannya." Seriti Merah melirik Nirmala sekali lagi dan menatap Lindu.
"Satu juta koin emas" terdengar suara Lindu mengajukan penawaran. Ini adalah penawaran harga paling gila. Bahkan Dhamma Mayang Bidadari Suvarnabhumi ikut menatap tajam kearah Lindu. Harga spot penawaran baru mencapai empat ratus ribu keping. Harga paling tinggi mestinya hanya lima ratus ribu keping.
Semua orang terbelalak mendengar harga penawaran Lindu. Seriti Merah malah pucat mukanya. Wanita cantik itu menatap Lindu dengan mata besar membulat dan mulut sedikit terbuka. Seriti Merah tidak sadar bahwa dengan begitu dia terlihat lebih cantik dan seksi. Lindu tersenyum. Dia memahami jika bunga Wijaya Kusuma Ungu adalah untuk Nirmala. Lindu tidak tau untuk apa gunanya bagi Nirmala. Jadi tanpa fikir panjang dia langsung menawar satu juta agar tidak ada lagi yang menawar.
__ADS_1
Lelang item produk terakhir dimenangkan oleh Lindu dengan harga spektakuler. Nirmala juga melongo melihat tingkah Lindu. Mata bintangnya bergantian melihat Lindu dan gurunya Seriti Merah.
\=\=\=***\=\=\=