Raja Pedang

Raja Pedang
#96. Kematian Nirmala


__ADS_3

Para Tetua klan Manusia Harimau tidak tega memukul dan mencincang mayat hidup yang berasal dari anggota klan mereka sendiri. Akibatnya secara perlahan mereka mulai keteter.


Buuagh...!! Uugh !!


Seorang tetua terhempas dihantam pukulan keras salah satu mayat hidup anggota klan Manusia Harimau. Untungnya mayat hidup manusia harimau tidak bisa lagi berubah jadi harimau.


Setan Bangkai meningkatkan kekuatan serangannya setelah pasukan mayat hidup yang dikomandoi oleh Siampa Hitam. Kondisi itu semakin menekan posisi Datuk Rao Api dan semua Tetua klan Manusia Harimau.


"Tidak ada pilihan lagi..." gumam Datuk Rao Api. Dia segera merubah dirinya menjadi seekor harimau besar bewarna kemerahan.


Aaauuummm...!! Grouuww..!!


Melihat Datuk Rao Api telah berubah kewujud terkuatnya, semua Tetua juga melakukan transformasi wujud.


Aaauuummm...!! Ggrrrhhh...!!


Grooaaarr...!!


Suara geraman dan teriakan harimau terdengar bersahut sahutan.


Setan Bangkai menyerang Datuk Rao Api. Dia menerjang mengayunkan pedangnya. Serangkum angin deras menderu mendahului bayangan pedang dan pedang Setan Bangkai. Harimau yang bewarna kemerahan itu mengokohkan posisi berdirinya. Harimau besar itu membuka mulutnya lebar-lebar dan menggerung...


Grooaaarr...!!


Api berwarna merah kekuningan yang sangat panas menyambut kedatangan serangan Setan Bangkai. Kemampuan untuk mengendalikan api pemimpin klan Manusia Harimau memang sangat bagus Karena itulah dia digelari Datuk Rao Api.


Buuummmm...!! Aaachhhh...!


Benturan keras terjadi menimbulkan dentuman keras. Datuk Rao Api berdiri tegak ditempatnya. Setan Bangkai terlempar sampai lima tombak. Dia muntah seteguk darah dadanya terasa sesak. Setan Bangkai melihat tangannya yang hitam terbakar dan sebagian besar bajunya gosong. Setan Bangkai merasakan kulit yang terbakar terasa merawang.


"Sialan, harimau iblis ini ternyata sangat kuat." dia bergumam dalam hati. Namun Setan Bangkai harus segera menata langkah karena Datuk Rao Api sudah datang menerjang.


whhrrrmmm...!!


Cakar yang besar dan tajam terayun. Gelombang energi besar bergerak menuju Setan Bangkai yang masih berusaha menata langkah.

__ADS_1


Baaamm...!! Srraaakkk...!!


Dentuman keras menggema akibat benturan energi yang besar. Setan Bangkai berusaha memanfaatkan efek benturan untuk mendorong tubuhnya terlempar lebih jauh. Setan Bangkai mengikuti alur sehingga tubuhnya terlempar sejauh dua puluh tombak. Meski bisa menjauh dia tetap menderita karena pinggang kirinya tetap koyak terkena cakar Datuk Rao Api.


Begitu jatuh ke tanah, Setan Bangkai bergulingan sehingga jaraknya dengan Datuk Rao Api cukup jauh. Setan Bangkai melirik keliling, hanya dirinya, Ang Coa Mosin dan Siampa Hitam yang tersisa. Kondisi Ang Coa Mosin tinggal satu dua jurus juga sudah pasti lewat.


Tanpa pikir panjang lagi, Setan Bangkai memutar tubuh dan melesat melarikan diri.


"Siampa Hitam, aku akan melaporkan kejadian ini ke markas pusat !" Suara Setan Bangkai bergema dan tubuhnya menghilang dibalik pepohonan hutan.


Ang Coa Mosin sudah terdesak hebat. Kian lama dia makin terpuruk dengan tubuh penuh luka. Memang tingkat kekuatannya masih satu setengah level dibawah Raja Pedang. Diam-diam dalam hati dia mengakui Lindu, Raja Pedang adalah seorang pemuda super jenius. Ang Coa Mosin tidak pernah berfikir akan mati di tanah Suvarnabhumi yang sangat jauh dari Tionggoan.


"Sekarang terimalah kematian mu Ang Coa Mosin !!" Lindu menerjang dalam bayangan gelap badai topan hitam. Terdengar suara melengking tajam ketika pedang menusuk membelah udara.


Creeppt...!!


Pedang Penakluk Iblis menusuk jantung Ang Coa Mosin. Pria dari Tionggoan itu tertegun, melihat kearah dadanya yang ditembus Pedang Penakluk Iblis. Dia kemudian menatap Raja Pedang dan berkata terpatah patah dengan suara cadelnya.


"Laja Pedang, malkas utama Tengkolak Melah di Tionggoan akan datang menuntut balas. Kau... kau ti.. tidak akan... bib bisa lolos." Raja Pedang menatap Ang Coa Mosin dengan sangat dingin.


"Aku akan mendatangi tanah Tionggoan menghancurkan Tengkorak Merah sampai tidak ada lagi yang tersisa !"


Ang Coa Mosin orang terkuat di gerombolan Tengkorak Merah rubuh dan.... mati !!


Lindu menarik nafas dalam, dia menyimpan Pedang Penakluk Iblis. Dia bertekad untuk menghancurkan semua markas Tengkorak Merah di manapun di dunia ini.


Ketika Raja Pedang berbalik mau ketempat Nirmala dia melihat Siampa Hitam sedang berbalik dan melesat mau melarikan diri. Dia langsung melenting tinggi telapak tangannya terbuka kearah Siampa Hitam dan berteriak keras...


Pukulan tanpa ujud...!!


Semua orang tertegun. Siampa Hitam menyumpah dalam hati dan meratap kepada langit agar nyawanya masih bisa diselamatkan.


Blaaarr...!!


Ledakan sangat keras terdengar nyaring ketika tubuh Siampa Hitam ditabrak energi yang sangat besar.

__ADS_1


Tubuh Siampa Hitam terbang makin tinggi. Lalu meledak di udara. Semua orang yang melihat kejadian itu menggigil ketakutan tanpa sadar. Raja Pedang benar-benar sangat menakutkan. Tidak ada yang bisa membayangkan seberapa besar kekuatannya.


"Bagaimana kondisinya Yayang ?" Lindu mendekati Nirmala dan bertanya kepada Mayang. Lindu langsung mengambil alih tubuh Nirmala yang sudah lemah.


Nirmala perlahan membuka matanya menatap sayu kepada Lindu. Perempuan berdarah campuran lelembut dan manusia itu tersenyum lemah.


"Di... dingin Uda." Dia berkata terputus putus. Hati Lindu serasa hancur. Dia perlahan mengedarkan energi batinnya memeriksa kondisi organ dalam Nirmala. Wajah Lindu menjadi muram, dia melihat kepada Dhamma Mayang yang juga menatap dengan wajah muram.


Lindu melihat organ dalam Nirmala sudah berantakan nyaris hancur. Rasanya tidak mungkin lagi untuk bisa menyelamatkan Nirmala.


"Di... di dingin se sekali Uda." Nirmala kembali mendesah lirih. Lindu memeluk tubuh Nirmala lebih dalam. Mayang menangis tanpa suara melihat kondisi Nirmala.


"Kak... kak Yay.. yang... jangan men.. menangis. Jaga ud... jaga uda Lindu. Aku tidak bi.. bisa lagi be... bersammma kalian."


"Jangan berkata begitu Lala, Uda akan mencarikan obat kemanapun untuk mu.


Kau harus sehat kembali..."


Nirmala tersenyum lemah menggelengkan kepalanya. Tangannya terangkat untuk menutup bibir Lindu pelan, seakan itu merupakan hal yang sangat berat dan susah.


Lindu menarik nafas dalam, dia sadar sudah tidak mungkin menyelamatkan Nirmala. Lindu menahan kristal yang menggenang dimatanya agar tidak jatuh.


Lindu masih didalam kamar bersama Mayang ketika Nirmala bertarung dengan Ang Coa Mosin. Dia bersama Mayang segera melesat keluar. Saat itu pula terjadi benturan keras antara Nirmala dan Ang Coa Mosin. Pola aliran ledakan energi Ang Coa Mosin menghancurkan satu tangan Nirmala dan gelombang energi letupan tingkat agung meledak dalam tubuh Nirmala. Itulah yang menyebabkan organ dalam tubuh Nirmala berantakan. Hanya kekuatan jiwa yang besar yang menyebabkan Nirmala masih bertahan.


"Uda....." Lindu mendengar suara Nirmala sangat halus.


"Ya Lala, ada apa sayaang..."


"Uda... cium aku untuk yang terakhir kali..." Lindu menatap dalam mata Nirmala dengan penuh cinta. Perlahan dia mencium bibir Nirmala.


Ketika bibir mereka bertemu, Lindu merasakan ada sedikit tekanan udara dari mulut Nirmala. Tubuh perempuan jelita perlahan jatuh terkulai. Dia menghembuskan nafas terakhirnya kemulut Lindu, suaminya tercinta.


Lindu tersedak, terdengar jeritan pilu Dhamma Mayang melepas kepergian Nirmala. Dia membelai wajah cantik menawan yang pucat. Namun sebuah senyuman manis terukir diwajah menawan itu. Nirmala pergi dengan tenang.


Dua tetes air mata Lindu jatuh diwajah Nirmala.

__ADS_1


Dhamma Mayang memeluk tubuh Nirmala yang perlahan menjadi dingin. Semua yang hadir meneteskan air mata duka. Lenggo menangis sesenggukan, dia baru saja mulai dekat dengan Nirmala. Masih ada satu janji bersama Nirmala yang belum terlaksana.


\=\=\=\=\=***


__ADS_2