Raja Pedang

Raja Pedang
#14. Kematian Duo Baruak


__ADS_3

Duo Baruak melompat dan melenting menjauh dari Lindu. Dua manusia yang tubuh mereka dipenuhi bulu itu mengatur posisi siaga dalam jarak lima tombak dari Lindu. Pemuda itu tersenyum ringan kepada Duo Baruak. Melihat senyuman Lindu, Duo Baruak menjadi pucat.


Sudah dari pagi pertarungan itu terjadi. Sekarang sudah menjelang sore. Lindu masih terlihat santai dan segar. Tidak setetes noda darah pun menempel mengotori pakaiannya. Pada hal sudah puluhan orang yang dibunuhnya.


"Ayo... majulah kera kecil..."


Tentu saja Duo Baruak sangat marah mendengarnya. Terlebih lagi gaya Lindu terasa sangat meremehkan bagi mereka. Meski tau tidak mungkin bisa menang terhadap Lindu, dengan kesal mereka memutuskan untuk menyerang Lindu. Siapa tau bisa sedikit melemahkan lawan.


Bagaimanapun juga, Duo Baruak telah memiliki nama besar di rimba persilatan. Kalau orang rimba persilatan tau mereka dikelecekan anak bau kencur kemana muka harus ditarok ?


Baruak Panjalu mengeluarkan senjata pusaka nya berupa tombak. Beda dengan tombak biasa, tombak milik Baruak Panjalu ujung tombaknya berbentuk golok bewarna hitam kebiruan. Bau amis mengiang ketika muncul. Itulah senjata pusaka tingkat nirwana Tombak Selaksa Racun. Secuil goresan mata tombak, lebih dari cukup untuk mengantar lawan bertemu raja akhirat.


Beda dengan saudara kembarnya, Baruak Panjali menggunakan sebuah pedang pusaka tingkat langit sebagai sejata andalannya. Meski kalah level dengan senjata kembarannya, pedang milik Baruak Panjali terbuat dari baja putih dengan bilah pedang lebar hampir dua kali lebar pedang biasa. Berbekal dua senjata pusaka itu, Duo Baruak malang melintang di wilayah barat dibenua emas. Setelah menorehkan nama besar berlumuran darah, mereka dikalahkan oleh Kelabang Iblis dan kemudian bergabung dengan sekte Iblis Tambun Tulang. Berada di tingkat langit dan bernaung dibawah sekte Iblis Tambun Tulang yang merupakan salah satu dari tiga sekte terkuat dari golongan hitam di benua Emas, menjadikan Duo Baruak semakin merajalela.


Mereka dengan senang hati membunuh siapa saja yang menentang kehendak mereka. Jarang sekali mereka pergi membawa anak buah jika menjalankan tugas sekte. Mungkin karena nasibnya memang lagi apes, tugas kali ini harus membunuh Lindu. Meski sudah dibantu oleh Kabau Basi dan 35 orang anggota ditingkat emas dan raja, bahkan Kabau Basi berada ditingkat bumi tinggi. Setelah hampir setengah hari, yang tinggal hanya mereka berdua.


Duo Baruak mempersiapkan kuda kuda menyerang. Sesaat kemudian serangan Duo Baruak menderu menuju tujuh bagian tubuh yang paling mematikan.


Mati...!!


Serangan datang dengan sangat cepat Tapi yang diserangnya adalah Lindu. Meski masih sangat muda, pemuda itu sudah berada di tingkat suci puncak. Tingkat yang sangat tinggi di dunia kultivasi. Ada jurang pemisah yang sangat jauh dan dalam.


Meski baru turun gunung dan belum banyak pengalaman dalam pertarungan nyata, dengan tingkatannya sudah sangat tinggi serangan itu tampak jelas dan agak lambat.


Traangg....!!! TRAACK!!!


Traangg.....!!! TRAACK!!!


Duugh...!!!


Selain menghindar dan menangkis serangan, Lindu melepaskan satu tendangan yang bersarang mulus di lambung Baruak Panjali. Tidak terlalu keras, Baruak Panjali bersalto dua kali untuk menghilangkannya efek dorongan.


Duo Baruak menyerang Lindu kembali. Mereka bergerak saling isi. Baruak Panjalu menyerang sambil melindungi kembarannya. Sedangkan Baruak Panjali menyerang jarak dekat menggunakan pedang nya. Ledakan ledakan dan bunyi benturan senjata terdengar tiada putus. Ritme pertarungan semakin cepat.


Nirmala dan Seriti Merah tidak lagi mampu melihat pertarungan dengan jelas. Gadis cantik itu hanya melihat banyak bayangan bergerak sangat cepat dan saling berbenturan.


Traaanggg....!!


TRAACK..!!!

__ADS_1


Bomm...!!


Dhuaarr....!!!


Craack !!!


pada satu kesempatan Lindu dengan sengaja menyobek pundak Baruak Panjali.


Acrrrhh....!!!


Baruak Panjali berteriak cukup keras dan bergulingan menetralkan daya dorong serangan Lindu. Darah mengalir deras membasahi bajunya. Luka cukup besar itu sedikit mempengaruhi gerakannya.


Nirmala merasa kesulitan menonton pertarungan Lindu dan Duo Baruak. Gadis cantik itu memilih tempat agak jauh dari pertarungan. Ia berfikir lebih baik melakukan siulian alias berkultivasi ringan untuk mengembalikan energi miliknya. Seriti Merah melihat apa yang dilakukan Nirmala. Ia kemudian berkata kepada Lindu..


"Raja Pedang, aku punya urusan besar dengan Duo Baruak. Aku minta izin untuk melakukan eksekusi terakhir terhadap mereka setelah kau lumpuhkan. Aku Seriti Merah akan sangat berterima kasih kepada mu dan akan memenuhi keinginan mu."


Lindu menatap Seriti Merah agak lama. Dia melihat wajah Seriti Merah dan menemukan riak emosi yang dalam. Wajahnya yang biasanya beku dan dingin, sekarang terlihat beriak oleh amarah yang besar. Setelah melihat Lindu mengangguk Seriti Merah bergeser dan berdiri disamping Nirmala yang tengah siulian.


"Duo Baruak.... Sepertinya sudah cukup bermainnya. Perempuan cantik berpakaian serba merah itu minta main main ini segera diselesaikan. Gimana menurut kalian ?"


Lindu tersenyum kearah Duo Baruak seperti anak anak yang lagi asik bermain harus segera pulang karena dipanggil ibunya. Duo Baruak menjadi sangat takut. Sesaat kemudian mereka menjadi sangat marah.


"Raja Pedang, hari ini kami akan mengadu nyawa dengan mu."


Perlahan kabut yang menyelimuti Duo Baruak menipis dan habis. Didepan Lindu berdiri dua kera putih yang besar. Tingginya mencapai lima kaki. Tombak dan pedang yang berada di tangan kedua kera besar itu bersinar kuat. Diawali dengan pekikan nyaring dua kera besar itu menyerang Lindu dengan ganasnya. Energi yang tajam melebar mengarah ke leher Lindu. Dua tusukan tajam menikam tajam menuju jantung dan dantien Lindu. Duo Baruak ingin menyesuaikan pertarungan dengan serangan bagaikan kilat. Sangat cepat, tajam dan mematikan.


Hyyiiiiikkkkkk......!!


Sedetik sebelum serangan menyentuh sasaran, Lindu menghilang. Raja Pedang muncul disamping Baruak Panjalu dan...


Crezz.....!!


Satu lengan Baruak Panjalu yang memegang tombak menghilang dari tempatnya. Jatuh....


Aaaarrgh....!!


Teriakan Baruak Panjalu belum hilang ketika terdengar ledakan


Baammm....!

__ADS_1


Aaaarrrgghh....!!!


Baruak Panjali juga berteriak dan terlempar berhenti dirumpun bambu dekat Nirmala. Ia memuntahkan banyak darah. Mencoba meloncat berdiri untuk membunuh Nirmala yang sedang siulian. Tapi kera putih bertubuh besar itu menghilang kembali ke wujud awal Baruak Panjali. Ia teriak pilu.


Aaaaaaaachhh....!!


Dantiennya pecah dan semua energi mendalam dan setitik zhenqi hilang musnah. Dia menatap penuh dendam dan putus asa pada Lindu. Pelan ia memalingkan wajahnya ke arah Seriti Merah.


"Tolong bunuh aku nona, kamu pasti punya dendam pada kami Duo Baruak."


Baruak Panjali menatap Seriti Merah dengan tatapan merendahkan untuk memprovokasi Seriti Merah. Seriti Merah tersenyum dingin kepada Baruak Panjali.


"Baruak, kau sudah menjadi manusia hina dan tidak memiliki kemampuan lagi. Aku tidak tertarik dengan nyawa busukmu. Cukuplah satu tangan dan kaki saja."


Crezz, craack....!!


Satu kaki dan satu tangan Baruak Panjali terbabat putus. Baruak Panjali berteriak keras karena rasa sakit terasa menusuk sampai ke jantung. Ia jatuh pingsan tidak kuat menahan rasa sakit.


Baruak Panjalu menggeram. Kemarahan besar memenuhi hatinya. Melihat saudara kembarnya dianiaya sedemikian rupa. Dadanya terasa sesak dan mau meledak. Baruak Panjalu menerjang dengan energi penuh dan kecepatan penuh.


Mati kau perempuan sial....!!


Dhuaarr...!!


Bukan Seriti Merah yang terlempar, tapi tubuh Baruak Panjalu yang terpelanting. Memuntahkan banyak darah dan mati.!


"Maaf bibi, kamu gak apa apa ?"


Lindu mendekati Seriti Merah. Seriti Merah menggeleng dan membangunkan Nirmala.


"Ayo kita lanjutkan perjalanan. Kita nanti bermalam di hutan Tandikek dan mengobati lukamu Nirmala."


Seriti Merah melesat dengan cepat diikuti Nirmala dan Lindu. Sekejap mereka telah menjauh dari hutan bambu.


O on anggota sekte Iblis Tambun Tulang yang dibiarkan hidup mendekati Baruak Panjali. Ia mulai tersadar dari pingsannya. Ia menatap O on yang menceritakan apa yang sejak dia pingsan. Baruak Panjali ingin membalas dendam, tapi rasanya sudah tidak lagi memungkinkan. Ia sekarang hanya manusia biasa yang tidak bisa lagi berkultivasi.


"O on bunuh aku, dan minta Kelabang Iblis membalaskan dendam ini".


Baruak Panjali ingin memberikan cincin ruang miliknya ke O on tapi sayang cincin itu sudah diambil Lindu sebelum pemuda itu pergi.

__ADS_1


Setelah mendesak O on berkali, akhirnya O on setuju menusuk jantung Baruak Panjali. Sejak hari itu tidak ada lagi Duo Baruak. Sekte Iblis Tambun Tulang menjadi sangat heboh. Tiga orang penting dari sekte itu mati. Bukan hanya itu, banyak anggota inti mereka yang ikut mati. Ini tentu saja melemahkan kekuatan sekte Iblis Tambun Tulang.


\=\=\=***\=\=\=


__ADS_2