
Yang paling heboh adalah pertarungan Limin dan Angin Barat menghadapi anggota penyamun Limo Badak. Sudah lebih tiga puluh orang anggota penyamun yang mati. Namun Limin dan Angin Barat juga mengalami cukup banyak luka ditubuh mereka. Masih ada tiga puluhan orang lawan yang harus mereka hadapi.
Tiba-tiba saja Raja Pedang muncul dan melemparkan tubuh Badak Mantagi dan Tino Badawi. Pertarungan terhenti sejenak. Galiman dan tiga badak lainnya menjadi pucat pasi. Mereka melihat mayat Tino Badawi dan Tubuh Badak Mantagi yang sudah di mutilasi, tetapi masih hidup. Darah membeku dikedua lengannya yang telah putus. Begitu juga dengan kakinya, hanya tinggal satu. Mukanya pucat, tapi sinar matanya di penuhi amarah dan dendam. Galiman merinding dan berfikir untuk melarikan diri. Dia melirik kearah tigo badak lainnya, ketiga rekannya sudah sempoyongan. Hanya menunggu waktu untuk menuju akhirat.
"Apa kau berfikir bisa melarikan diri dari kematian Galiman !?" Badak kesatu itu tersadar mendengar ucapan Alang Babega. Galiman melihat kearah Alang Babega yang sedang menyerang. Dia masih melihat pedang Alang Babega mengarah ke lehernya dan ada galau dihatinya. Dia seperti melihat lehernya terpenggal dan tubuhnya bergerak liar sebelum diam terbujur. Sesaat sebelum mata pedang sampai dan memotong leher...
Traaanggg...!!
Galiman menahan dengan goloknya. Dia langsung melesat melakukan serangan balasan.
Wuuut... Whuuuzm...!!
Golok panjang Galiman diayun sangat cepat menyerong. Jika mengenai sasaran, tubuh Alang Babega akan putus diagonal dari pangkal leher sebelah kiri sampai pinggang kanan.
Maniti gelombang buliah
Alang Babega menyambut serangan Galiman dengan satu jurus terbaiknya. Tubuh Alang Babega melenting tinggi, setelah berputar dua kali diudara. Alang Babega menukik dengan sangat cepat dan ujung pedang nya menuju ubun-ubun Galiman.
Badak kesatu merasa tidak lagi bisa menangkis. Dia mencoba melangkah mundur. Namun pedang Alang Babega seperti punya mata. Pedang itu meliuk menembus dada dan jantung Galiman. Darah merah kehitaman menyembur dari mulut Galiman. Bekas Patriak sekte Limo Badak itu rubuh dan mati !
Limin dan Angin Barat yang tadinya sudah mulai lelah, melihat Lindu tiba-tiba merasa mendapatkan kembali segar. Mereka berdua bergerak lebih cepat membunuh satu demi satu anggota penyamun Limo Badak.
"Lala... Yayang... sudahi segera main-main nya." Lindu berteriak kepada Nirmala dan Mayang. Dua wanita cantik itu tersenyum kearah Lindu. Lalu mengayunkan pedang mereka dan....
Craasssh...!!
Craakk...!! Craasssh...!!
__ADS_1
Kepala ketiga badak yang tersisa menggelinding diatas tanah. Seiring dengan itu, Limin dan Angin Barat juga membinasakan lawan terakhir mereka.
Sunyi tiba-tiba terasa begitu kuat mencekam. Hanya ada suara helaan nafas letih. Limin dan Angin Barat yang kecapean langsung nyelepok ditanah.
"Paman, aku pergi sebentar. Ayo Lala, Mayang..." Lindu langsung pergi diikuti Nirmala dan Mayang. Dia kembali ke sarang penyamun dan membebaskan semua tawanan. Ada delapan gadis dan tiga pria ditemukan. Lindu juga mengambil semua harta di gudang mereka. Ada satu pedati penuh barang berharga dan koin emas dan perak.
Lindu lalu membakar semua bangunan dan mayat anggota penyamun. Nirmala diminta menggunakan energi inti apinya untuk eksekusi. Setelah itu mereka kembali dengan dua pedati ditarik oleh dua kerbau.
"Paman Alang, ini semua harta yang ada di sarang penyamun. Mereka semua adalah tawanan penyamun Limo Badak. Kami serahkan semua kepada paman Alang."
"Lindu, kalian ambilah untuk bekal kalian diperjalanan." Alang Babega menyuruh Lindu, Mayang dan Nirmala mengambil sebagian koin emas yang ada. Setelah dipaksa, akhirnya Lindu ambil satu kantong koin emas. Dia tidak melihat isinya.
Pagi harinya Lindu, Mayang dan Nirmala melanjutkan perjalanan mereka. Alang Babega kembali ke sekte Alang Barat. Mereka berpisah dengan enam bekas tawanan. Lima tawanan yang lain minta diizinkan ikut ke sekte Alang Barat untuk bergabung. Alang Babega juga membagikan se pertiga koin emas secara merata kepada semua bekas tawanan termasuk mereka yang ikut menjadi anggota sekte.
"Jaga diri kalian baik-baik dan tetaplah melangkah dijalan kebenaran." Alang Babega mengucapkan selamat jalan kepada Lindu, Nirmala dan Mayang.
"Salam takzim kami untuk bibi dan Ungku paman Alang. Semoga sekte Alang Barat semakin besar." ucap Lindu, Nirmala dan Mayang.
"Mau pesan apa Tuan ?" seorang pelayan bertanya sopan kepada Lindu.
"Nasi merah, gurame bakar dua, bebek bumbu hijau tiga porsi, sayua uok dan samba Tanak." Nirmala membuat pesanan.
"Jangan lupa aia tapai dan teh hangat." Lindu menambahkan. Mayang tersenyum melihat Lindu dan Nirmala berebut membuat pesanan. Lalu dia menambahkan pesanan.
"Tambahkan belut masiak balado porsi besar ya." Lindu dan Nirmala mengangguk bareng.
Mereka masih menunggu makanan yang mereka pesan.
__ADS_1
"Bidadari Suvarnabhumi, akhirnya bisa bertemu dengan mu." Sebuah suara wanita yang sangat familiar. Mayang berbalik.
"Nuri...!!" Mayang berteriak memanggil sahabatnya waktu di sekte Tapak Dewa.
"Lama sekali kita tidak bertemu. Sudah berapa lama ya ?
Kamu dengan siapa, dan dari mana dan mau kemana Nuri ?" Mayang bertanya pada sahabatnya bertubi-tubi. Nuri memeluk Dhamma Mayang dan menjura hormat kepada Lindu dan Nirmala.
"Duduklah dulu Nuri dan kau juga Malin." Lindu mengajak mereka duduk. Lindu lalu memanggil pelayan minta tambahan pesanan untuk dua orang lagi.
Selesai makan mereka melanjutkan dengan minum air tape hangat. Air tape dibuat dari singkong yang direbus. Lalu difermentasi dengan ditaburi ragi khusus. Kemudian ditutup dan disimpan ditempat gelap selama tiga minggu. Air tape berasa manis dan pahit. Jika diminum terasa memberi kehangatan bagi tubuh.
Mereka ngobrol-ngobrol asik saling bertukar cerita.
"Nuri... Pesan apa yang hendak kau sampaikan ?" Mayang bertanya kepada Nuri.
"Oh iya, beberapa bulan lalu ada pertemuan lagi di istana. Ayahmu kaisar Dharma Andaleh telah menetapkan kita akan menyerang markas pusat Tengkorak Merah. Patriak sekte, Kale Lepak Sakti munyuruh kami untuk mengabarkan kepada Raja Pedang dan Sepasang Bidadari."
"Kapan rencana penyerangan akan dilakukan ?" Nirmala bertanya dengan antusias.
"Mestinya tidak akan lama lagi, karena situasi saat ini sudah sangat buruk. Tekanan dari kaum sesat golongan hitam menjadikan kehidupan rakyat sangat susah.
"Pergi kemana rencana kalian tadinya Raja Pedang ?" Malin bertanya kepada Lindu.
"Pusat kekaisaran Madania." Lindu tidak menyembunyikan tujuan mereka.
"Wah... kalau begitu bolehkah kami bergabung ?" Malin bertanya penuh harap, lalu melanjutkan.
__ADS_1
"Mungkin kami tidak akan sampai ke Madani, pusat kekaisaran Madania. Kami nanti akan memisahkan diri menuju kota Babilang Kaum. Bergabung dengan pendekar yang mungkin sudah berada disana."
\=\=\=***\=\=\=