Raja Pedang

Raja Pedang
#92. Bersiap Menanti kedatangan Tengkorak Merah


__ADS_3

Lenggo ikut membantu membagikan pil Tangka sagalo biso kepada mereka yang sudah dikeluarkan seluruh racun dari dalam darah mereka.


Setelah dua puluh jam, proses pembuatan pil Tangka Sagalo Biso baru selesai. Raja Pedang merasa tubuhnya sangat lemah. Wajahnya terlihat pucat dan keringat dingin muncul dikeningnya berbentuk bulatan air segede manir jagung. Mayang memeluk lembut tubuh Raja Pedang. Lindu menelan satu pil pemulihan energi lalu siulian.


Sementara tindakan untuk pengobatan semua warga klan manusia harimau terus berlanjut. Sebagian warga yang telah selesai diobati menyiapkan makanan. Sudah dari kemarin siang dan sekarang sudah pukul sepuluh pagi hari berikutnya. Mereka yang membantu proses pembersihan dan penyerapan pil Tangka Sagalo Biso masih terus bekerja. Wajah Malin, Rao Mudo, Datuak Rimau Putiah, Nirmala, Nuri dan Lenggo sudah tampak sangat lelah. Tapi semua tidak berhenti bekerja.


"Berapa orang lagi ?" Datuk Rao Api bertanya kepada warga klan manusia harimau.


"Ada dua puluh orang lagi Datuk" Angku Uban salah seorang tetua menjawab.


"Aku juga sudah minta para wanita dan pria untuk menyiapkan makanan"


"Terimakasih Angku Uban, kalau begitu sehabis ini kita semua bisa mengadakan makan besar sebagai ungkapan syukur atas ini semua." ucap Datuk Rao Api. Tetua Angku Uban paham, dia segera mengatur untuk menyiapkan makan besar di anjuang utama. Beraneka makanan dihidangkan terutama makanan khas mereka. Mulai dari singgang itiak sarati, baluik goreng, limbek bakar, dan limbek gule. Masih banyak makanan lainnya. Untuk parabuangan disediakan juadah dan minuman cincau daun dengan gula anau.


Pukul satu siang, proses pengobatan berhasil tuntas. Datuk Rao Api mengajak Lindu, Malin, Nuri, Nirmala, Mayang dan semua yang lainnya menuju anjuang utama.


Lenggo memberikan segelas cincau daun gulo anau yang telah didinginkan untuk Nirmala, Mayang, Nuri, Malin dan Lindu setelah mereka duduk basimpuah baselo di anjuang utama.


"Eh... eh... kok bisa dingin dan enak sekali ini. Bagaimana mendinginkan seperti ini Lenggo ?" Nirmala bertanya dengan suara kagum. Gadis jelita itu memang sangat suka makan. Apa lagi makanan khas dan unik. Namun sangat suka makan, tubuhnya tidak menjadi gendut. Tubuhnya tetap aduhai dan membuat banyak wanita lain merasa iri.


"Oh itu didinginkan dalam satu wadah yang diletakkan antara bebatuan kali deras dipinggir kampung." Lenggo berusaha menjelaskan ke Nirmala sambil tersenyum manis.


Datuk Rao Api duduk tepat dihadapan Raja Pedang. Sebelah kirinya duduk Rao Mudo dan disebelah kanan nya ada Datuak Rimau Putiah.


"Raja Pedang... Sungguh anda telah menyelamatkan kehidupan warga klan manusia harimau. Apa yang telah kau lakukan untuk kami tidak akan pernah bisa kami balas."

__ADS_1


"Tidak perlu sungkan begitu Datuk Rao Api. Sudah sewajarnya kita semua saling membantu." Raja Pedang berkata dengan santai. Tidak menjadi persoalan baginya apa yang telah mereka lakukan.


"Apakah masih pantas kami minta bantuan kepada anda dan rekan anda saudara Malin, Nuri, Nirmala dan Bidadari Suvarnabhumi ?" Malin, Nuri, Nirmala dan Bidadari Suvarnabhumi melihat kearah Lindu lalu pindah kepada Datuk Rao Api. Tapi selain pemimpin klan manusia harimau. Datuak Rimau Putiah, Rao Mudo, Lenggo serta semua Tetua klan manusia harimau dan semua warga klan manusia harimau yang hadir di anjuang utama menatap kearah Raja Pedang. Semua menunggu jawaban dari Raja Pedang.


Lindu menatap semua yang hadir. Kemudian fokus pada Datuk Rao Api.


"Sejauh kami mampu, tentu kami akan melakukan yang terbaik." jawab Lindu sambil melirik kepada Mayang, Nuri, Nirmala dan Malin. Semua mengangguk kecil kepada Lindu.


"Sungguh kami merasa tidak tau diri dan pandai berterima kasih kepada Raja Pedang dan sahabat pendekar muda semua.


Lima hari kedepan akan sampai pada puncak purnama. Itu berarti utusan Tengkorak Merah akan datang kesini. Namun kedatangan mereka kali ini akan sangat berbeda.


Saat kedatangan mereka purnama kemaren, mereka sudah membawa sepuluh orang pemuda. Kedatangan mereka di purnama kali ini, mereka telah meminta kami untuk menyediakan lima puluh pemuda dan pemudi yang kuat untuk mereka bawa.


Setelah kami terbebas dari racun darah mereka. Kami kali ini berniat melawan mereka sampai akhir." Suara Datuk Rao Api terdengar mantap di ikuti pernyataan setuju dari semua warga klan manusia harimau.


Malin melihat kearah Lindu, seakan minta izin untuk bicara. Raja Pedang paham dan mengangguk. Malin kemudian berdehem dan ikut bicara.


"Ehemm....


Datuk Rao Api, para Tetua dan warga klan manusia harimau." Malin berhenti sejenak dan menarik nafas panjang.


"Sebelumnya, kami berencana pergi ke kota Rura Silindung, setelah itu kami akan gabung dengan pasukan pendekar ke kota Babilang Kaum untuk menyebrang ke Tano Niha. Tujuan kami hanya satu. Menghancurkan kekuatan Tengkorak Merah sampai hilang tak berbekas." Suara Malin terdengar bergema dengan semangat kuat.


"Tindakan gerombolan Tengkorak Merah sudah sangat kelewatan. Seperti yang dialami oleh klan manusia harimau. Pihak Tengkorak Merah telah menyusup jauh sampai ke wilayah selatan. Banyak sekte, klan dan pribadi yang tunduk dan menjadi antek Tengkorak Merah.

__ADS_1


Melalui pertemuan pendekar Swarna Dwipa, Borneo dan Semenanjung Malayana. Disepakati untuk menyerang dan menghancurkan markas gerombolan Tengkorak Merah. Agar rencana mereka menyerang kekaisaran selatan, tengah dan utara tidak bisa terlaksana.


Jika rencana mereka bisa berjalan, maka kehidupan dan tatanan masyarakat akan rusak."


Suasana menjadi hening usai Malin bertutur. Datuk Rao Api bertukar pandang dengan Datuak Rimau Putiah, Rao Mudo dan semua Tetua klan manusia harimau. Semua mengangguk dengan semangat terpancar kuat dari mata mereka.


"Apakah kami bisa bergabung dengan kelompok pendekar yang akan menyerang markas grombolan Tengkorak Merah, meskipun kekuatan kami tidak seberapa, tapi mungkin cukup berarti ?!" Datuk Rao Api bertanya dengan tatapan mata menyala.


"Tentu Datuk. Kekuatan kita akan semakin besar dengan adanya klan manusia harimau ikut bergabung." Malin lebih bersemangat setelah mendengar pertanyaan Datuk Rao Api.


"Baiklah, kalau begitu kita akan mempersiapkan diri. Pertama untuk membunuh semua perwakilan Tengkorak Merah yang akan datang beberapa hari lagi. Yang kedua menyiapkan rombongan yang akan ikut ke Tano Niha." Ucap Malin dan langsung disepakati oleh Datuk Rao Api dan semua yang hadir.


Malam harinya Datuk Rao Api, para Tetua klan Manusia Harimau, Malin, Rao Mudo dan Pandeka Pedang Suling Kumala berkumpul. Mereka menyusun strategi untuk menghadapi kedatangan wakil Tengkorak Merah dan melatih untuk meningkatkan kemampuan kelompok klan Manusia Harimau yang akan ikut ke Tano Niha.


Berbeda dengan para pria. Nirmala, Mayang, Lenggo dan Nuri beserta dua gadis lainnya membuat kegiatan sendiri.


\=\=\=\=\=***


#itiak sarati \= entok


#limbek \= ikan lele


#parabuangan \= makanan ringan penutup sehabis makan besar.


#juadah \= sebelas jenis makanan ringan.

__ADS_1


#gulo anau \= gula cair yang dibuat dari buah atap


__ADS_2